Time Flower

Time Flower
pernyataan cinta....



Di masa sekarang di lapangan


Reza yang tengah berlari mengejar diki dan aru dengan hati yang bahagia , nampak dari jauh rissa melihatnya dengan bahagia spontan berteriak " reza adi admaja aku mencintaimu dan aku sangat merindukanmu ( dengan keras ) !!" sambil melompat - lompat menghampiri , membuat semua siswa dan guru yang berada di sekitar lapangan yang berada di dalam kelas penasaran mendengar pernyataan cinta yang sangat berani itu .


Reza yang mendengarnya merasa kesal dan marah karena pernyataan rissa membuatnya berlari dengan sangat cepat, tidak memedulikan rissa yang telah telah berdiri di depannya dengan tersenyum riang , melewati rissa begitu saja seakan tak pernah saling mengenal satu sama laen . diki dan aru yang melihat rissa berhenti berlari ,melihat ke arah reza , begitu melihat reza yang melewati rissa begitu saja membuat mereka berdua terkejut dengan kelakuan reza yang seperti itu .


Rissa yang kesal di lewati begitu saja raut wajahnya berubah menjadi sedih berucap " kenapa kamu diam aja za ???? " dengan suara bergetar dengan wajah sendu ya .


Bukannya menjawab reza malah berlari meninggalkan lapangan berteriak dengan lantang " diki , kamu berada di kelas berapa ? . aku ingin main ke kelasmu ayo !!!" kepada diki ( dalam hati reza mudah - mudahan diki mengerti kalau aku gak ingin rissa tahu , aku berada di kelas yang sama dengan aru ) .


Rissa yang kesal mendengar ucapan reza berteriak dengan lantang " hei !!!! . apakah kamu sedang mengacuhkan ku tahu gak sih za , kamu itu sedang mempermalukan aku sekarang???? " dengan penuh amarah . Semua siswa dan guru yang mendengarnya keluar dari dalam kelas melihat keadaan , mereka terkejut melihat kaerissa yang baik , sopan , dan lemah lembut menjadi seperti itu .


Dengan santainya reza bilang " bukankah kamu yang sedang mempermalukan dirimu sendiri , jangan marah dong kaerissa karena kamu salah bertanya ( dengan dinginnya ) . seharusnya kamu bertanya bagaimana kabarmu bukannya menyatakan cinta !!! " ( dengan penuh amarah sampai mukanya berubah sangat merah karena sangat jengkel dan malu ) .


Aru mencairkan suasana dengan berteriak " hei za , sa !!!! ( dengan tersenyum canggung ) jangan bertengkar dong . bukan ya kalian pernah deket hahaha, bahkan pernah pacaran pula hahaha ( dengan tawa canggungnya berusaha melerai keduanya ) .Dik jangan diam aja doang kamu ngomong dong , aku jadi bingung gini!! " sambil menggaruk belakang lehernya karena bingung .


"Aku harus bilang apa ru ??? " tanya diki bingung melihat situasi seperti ini ( dalam hati diki kalau ada alif nanti akan bagaimana ) .


Aru berbisik ke diki" dik kamu bawa reza ke kelas aja , biar aku urus rissa !!! , Ok..!!" yang mencoba menenangkan keadaan .


"Gak mau ah !!! kalau aku sama reza aku maunya sama rissa ( dengan tersenyum manis ) " tolak diki .


Sementara aru berfikir dengan keras .


Rissa kembali berucap " apakah kamu gak menyukaiku ??? "dengan tanpa ekspresi yang sendu .


"Benar , aku gak suka sama kamu !!!" jawab reza dingin .


Aru yang mendengarnya spontan berlari ke arah reza berucap ke diki " ok " . dan diki pun berlari menuju rissa .


"Terus kenapa kamu bilang iyah !!! kalau kamu gak suka aku !!! " tanya rissa sedih perlahan air matanya jatuh .


"Aku menyukai alif jadi aku menerimamu , apakah aku salah sa !!!! " terang reza yang berusaha meluruskan semua kesalahpahaman dulu .


" Kalau kamu gak suka ya, seharusnya bilang dong dari dulu jangan seperti ini ( dengan terisak penuh air mata ) " keluh rissa .


"Jadi dulu kamu juga !!…, gak pernah suka sama aku ( yang shock menerima kenyataan kalau cintanya bertepuk sebelah tangan , secara perlahan rissa tertawa sambil terisak dengan lantang ) " ucap rissa yang tak berekpresi .


"Maafkan aku sa ( dengan santai tapi dalam hatinya menyakinkan dirinya sendiri kalau apa yang dilakukannya adalah yang benar ) aku menyukai alif jadi aku tak tega untuk menolakmu di depan umum, tapi karena kamu mengulanginya lagi sekarang. jadi aku hanya bisa menolakmu " ucap reza dingin .


"Eh za , kok kamu bilang gitu sih " bujuk aru dengan wajah memelas .


"Okey za , karena orang yang kamu sukai sekarang udah gx ada . Bukankah kamu seharusnya menyukai aku ???" ucap rissa dengan tersenyum sambil terisak .


reza yang mendengarnya menjadi shock ( dalam hatinya udah gak ada , gak ada , gak ada ) membuat kepalanya pusing dan menjadi terhuyung - huyung hampir terjatuh memegang lututnya mendadak menjadi lemas setelah mendengar ucapan rissa , perlahan - lahan air matanya jatuh . aru bingung harus apa ( matanya melirik ke kanan dan ke kiri ) kemudian berteriak " diam kamu sa !!!! , lebih baik kamu diam sekarang atau....!!!" dengan marah sambil memapah badan reza yang sudah lemas ( aru merasa berat ingin meminta tolong tapi malu ) .


Diki yang terkejut dengan ucapan rissa menyela omongan aru , menyindir rissa dengan berteriak dengan" wow !!! kamu bener - benar kejam sa ( dengan mengacungkan jempolnya ) aku saja gak berani bilang hahahaha " dengan tawa canggungnya .


Aru yang khawatir bertanya " kamu gak apa- apakan za ...." kepada reza dengan sedih .


Sementara itu seluruh kelas yang berada di sekeliling lapangan menyaksikan pertengkaran mereka berdua .Saat semuanya sedang berfikir . Reza tiba - tiba oleng pingsan begitu saja , membuat semua mata tertuju kepada reza merasa bingung dengan apa yang terjadi . Aru yang sedang memapahnya pun ikutan terjatuh karena tak kuat menahan berat badannya reza .


Siswa - siswi yang melihat reza pingsan langsung berkumpul mengelilinginya aru .


Aru yang malu di liatin oleh seluruh murid menutupi mukanya ( dalam hatinya " kenapa ini terulang kembali " sambil menghembuskan nafasnya dengan kesal ) rissa yang melihatnya dari jauh tampak menyesal dengan lirih berucap " apa aku salah ngomongnya !!" dengan sedih dengan perasaan kacau . Diki yang tak tahu kalau reza pingsan karena posisinya membelakangi reza .


di kelas 2 ips 1


Paras yang tak bisa bertemu dengan aru merasa kesal dan tak menghiraukan pak rian yang sedang menerangkan tata cara sholat mayat . tiba - tiba rina masuk dengan ter-engga - engga kehabisan nafas karena berlari berteriak terbata - bata " rissa ... rissa ...rissa.. ( dengan nafas yang terputus - putus ) " seluruh kelas memperhatikan rina membuat rina merasa gugup jadi gak bisa ngomong .


"Tenang - tenang ngomongnya jangan buru - buru pelan -pelan saja ok " ucap pak rian sambil menaik turunkan tangannya .


"Yah...., itu bener rin pelan - pelan saja hehehe , bdw ada berita apa nih ??? " tanya yeni .


Mendengar ucapan pak rian dan yeni , rina menjadi tenang melanjutkan kalimatnya ( menarik nafas panjang ) berucap" rissa menembak cowok tampan banget ( dengan semangat mengebu - gebu sambil tersenyum cengengesan ) tapi sayang aku baru liat jadi gak kenal !! " dengan sedih .


" yang bener rin ( dengan lantang ) cowok nya tampan banget ??? " tanya nina penasaran .


#tak enteni iki kritik lan sarane