
2001 bulan januari tanggal 11 january lahir seorang anak laki - laki di rumah sakit ibunya terseyum bahagia melihat buah hatinya sedangkat bapaknya kebinggungan melihat anaknya ( dalam hati bapak " lahirnya di rumah sakit ?...., bayarnya berapanya ?...,bla...bla...bla..)
" pak kok bengong ( dengan terseyum bahagia ) anak kita lahir...." terang ibu diki dengan lirih...
" anakku...!!! ( dengan lantang ) , dia bukan anak ku!!! kamu tahu itu !! " tolak bapak diki .
" aku hanya melakukannya denganmu...( dengan sedih ) bagaimana mungkin bukan anakmu....( perlahan air matanya jatuh ) apa kamu lupa umurku berapa sekarang ha...., ( dengan raut wajah kecewa ) apa kamu ragu kalau dia bukan anakmu...., kamu fikir dong ..., kalau bukan katamu mau bertanggung jawab mana mungkin bayi ini ada...." amuk ibu diki .
4 tahun kemudian
diki sudah tumbuh dari seorang bayi yang lucu menjadi balita yang nakal berucap ke ibunya " ibu... i..ki... udah bisa nulis kapan iki sekolah temen - temen iki udah sekolah semua ! " dengan bahagia membuat ibu iki sedih melihat putranya ingin sekolah tapi tak ada biaya
" iki sekolahnya di ibu ajanya " bujuk ibu iki .
" yeah iki sekolah...! " teriaknya dengan lantang .
" iki kok seneng..., sekolah sama ibu..? " tanya ibu iki dengan sendu .
" ya dong...! , kalau sekolah iki kan bisa nulis nama iki sendiri . terus iki nanti bakalan punya tas baru..., iki mau liatin ketemen - temen iki kalau bukan cuman mereka aja yang di beli'in tas iki juga punya " jawab iki dengan polos .
" tapi kalau sekolah di ibu..., iki gx perlu tas " terang ibu .
mendengar jawaban dari ibu iki ikipun menanggis kencang sambil berteriak " iki mau tas...!"
di acara hajatan
iki datang dengan membawa teman -temanya berteriak di dalam tenda hajatan " kalian boleh makan sepuasnya karena hari ini adalah hari pernikahan bapakku " .
" diki sini foto bareng sama mama ! " teriak bapak .
" nanti diki di kasih apa...? " tanya diki .
" dikinya minta apa ? " tanya mama baru diki dengan lembut .
" diki minta kalian dilarang tinggal bareng di rumah diki ! " jawab diki .
" diki jangan ngomong sembarangan !" amuk bapak .
" kalau bapak dan mama tinggal di sana ibu iki bagaimana kalau pulang ? ,( sukses membuat semua orang terkejut dengan ucapan anak kecil itu ) " terang diki
" ibunya kan sekarang gx ada !! " bujuk mama .
" kata siapa ibu iki gx ada..., ada kok di arab kalau gx percaya aku telephone loh....! " tantang diki .
end