Though Life

Though Life
Kisah seorang kepala Akademi yang ke-3 oleh Andang



“OOhh ok.Berarti indra keenammu merupakan kecerdasan?”


“Bukan..karena Kecerdasan bukanlah indra keenam ku,atau bahkan kecerdasan bukanlah indra keenam.karena Kecerdasan bukanlah satu hal yang sudah ada sejak kamu lahir,tapi kecerdasan ada ketika kamu mau belajar.Seperti Contoh,1 + 1\= ….”


“tentu saja 2.”


“Bagaimana jika kamu ditanya ketika kamu berumur 1 bulan?”


“Tentu tak bisa jawablah.”Catlin menepuk punggung Andang dengan kencang.


“Nah,itu sama.Bahkan seorang jenius pun,ketika kecil,masih bodoh dan tak tahu apa apa karena belum belajar.Tetapi,seiring dengan bertumbuhnya anak bodoh itu,tentu dia akan belajar ilmu pengetahuan.Rasa haus akan ilmu menyebabkan dia belajar terus,walaupun pada saat saat tertentu dia harus menghadapi rintangan dan halangan,seperti contoh:manakala orangtua nya ingin agar dia menjadi PNS atau Dokter.Padahal,Cita citanya yang sesungguhnya adalah menjadi seorang ilmuwan,yang menurut orang tua nya sangat bertentangan dengan keinginan nya.Pada saat itu juga,Anak itu tidak menghormati orang tuanya,lari dari rumah dan mencari segala cara untuk bisa masuk ke salah satu akademi yang sangat terkenal.”


“Bah,Anak itu sudah pasti menjadi gelandangan dan meninggal dikutuk karena tidak menuruti perintah orang tua.”


“Hei,kamu salah.Kadang kala,kita terpaksa harus tidak mematuhi orang tua kita karena mereka bersifat otoriter akan keinginan mereka dan ketika ditanya,mereka pasti menjawabnya dengan kalimat ini. ‘tentu kami sebagai orang tua melakukan hal yang baik untuk anaknya. Agar anak bisa menjadi sukses dan membanggakan orang tuanya.’ Padahal,yang mereka perbuat justru membuat anak merasa dibebani,membuat anak tidak memiliki tujuan hidup,melakukan segala sesuatu seperti diperintah,menjadi seperti robot,dan pada akhirnya apa kamu bisa tebak?”


“……..”Catlin terdiam.


“itu akan memacu si anak untuk bunuh diri untuk menghilangkan rasa susah yang dia hadapi dalam hidup nya.Dan bisa dibilang,dari satu pelanggaran yang tidak baik,dapat mencegah satu kematian yang dapat membuat sang orang tua sedih.”


“Jadi apa lanjutan dari kisah si anak yang memberontak itu?”Catlin bertanya penasaran.


“Singkat cerita,Si anak itu sukses,menjadi kepala dari suatu kumpulan ilmuwan ternama.Dia selalu melakukan segala sesuatu dengan baik,dan akhirnya diangkat menjadi kepala akademi yang ke-3.”


“Whattt?!!!Serius itu kisah Pak kepala Akademi yang ke-3?!”


“Iya kan..terus siapa itu yang berkata seorang kepala akademi yang cerdas,pintar,memiliki banyak prestasi,seorang yang dikutuk untuk meninggal?”


“ah,ah,ah gak ada kok”Catlin berkata dengan gugup dan dengan rasa takut.


“Halo Pak kepala akademi yang ke-3..”


“Apaaa?!!secepat itu kah?”Catlin jatuh tersungkur di tanah.


“ohhohohohohoho.kalian ini menceritakan kisah saya yah..BTW,jago juga kamu mengarang ya..”Pak kepala Akademi muncul dan menepuk pundak Andang.


“Diam kamu.Ngomong ngomong,dimana Catlin?”Pak kepala akademi yang ke-3 melihat ke kanan dan kekiri.


“Bye.aku mau kekelas.”


Seketika di dalam sekapan pak kepala akademi yang ke-3,Andang berubah menjadi debu.


“Cueeehh..”Pak kepala akademi yang ke-3 meludah karena mulut nya penuh debu.


Dari kelas Andang,yang berada sekitar 750 meter dari tempat pak kepala akademi yang ke-3.


“Aduh,Pak kepala akademi yang ke-3 meludah sembarangan..Pantas Akademi ini belakangan ini banyak yang sakit.”Andang berteriak dari jendela kelas nya.


Seketika semua jendela kelas yang berada di sekeliling geduang akademi dipenuhi akan murid murid yang memaksakan diri untuk melihat kearah lapanagan sekolah tempat dimana pak kepala akademi yang ke-3 berada.


Bisikan bisikan mulai terdengar dan mendengung di telinga pak kepala akademi yang ke-3,yang membuat pak kepala akademi yang ke-3 berkeringat.


“hei,hei,hei,tunggu dulu.dengarkan penjelasan sa…”


Pak kepala akademi yang ke-3 melihat ke kelas Andang berada dan melihat Andang menjulurkan lidahnya dengan maksud untuk mengejek pak kepala akademi yang ke-3.


“Andaaaannnggg…awas kamu..”Pak kepala Akademi yang ke-3 menggeram dan mengeluarkan aura yang mencekamkan.


“Kyaaaa..pak kepala akademi yang ke-3 hendak membunuh kita.”salah satu murid dari kelas 3 berteriak.


Seketika juga semua kelas mulai berhamburan,melarikan diri dan berusah untuk menyelamatkan nyawa sendiri.


“Tunggguu dulu..”


Pak kepala akademi yang ke-3 melihat kembali kearah kelas Andang dan melihat Andang sudah tidak ada.


“Awas saja kamu,Andang….”Kata pak kepala akademi yang ke-3 didalam hati.


Bersambung.