Though Life

Though Life
mulai mengenal sistem kafe



“Canda kan?Terakhir kali kita berdua ditangkap loh!”Naga kucing itu menatap tersentak ke arah Roh rubah merah itu.


“Hah,sekarang mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh pemilik kafe roh yang tak terkenal,atau bahkan tak tahu ilmu dasar dari kafe roh.”Kata Roh rubah merah.


Dunia nyata,


Andang berjalan memasuki lorong parit itu lebih dalam.Berhenti sejenak ketika melihat suatu lukisan berbentuk tangan-tangan,tangan yang dilukis dengan darah.


“Wow,Lukisan cantik apa ini?”Andang menyentuh lukisan itu.Ketika jari telunjuk Andang menyentuh lukisan itu,terdengar suara tinggi,menjerit yang menggema.Andang segera melepas tangannya dan berjalan perlahan kebelakang.


“Apa ini?”Suara wanita menjerit,suara sirene ambulans,Suara anak kecil memanggil mamanya,mulai terdengar di telinga Andang.Bulu kuduk pun berdiri,dan udara di sekeliling semakin dingin.Pandangan mata mulai perlahan menjadi hitam,arwah mulai tampak mengelilingi Andang dari jauh.


“Ini,ini,ini adalah kedatangan dari tetua malaikat pencabut nyawa!”Andang menutupi kedua telinga dengan menengadahkan kepalanya.


Di depannya,seorang pria tua bersayap hitam berdiri sambil memegang sebuah buku hitam.


“Yo,anak muda yang sehat.Gak usah pura pura lah,”Pria tua itu maju dan melepas kedua tangan Andang dari telinganya.


“Masih bisa mengenal aku ya,”Andang tertawa kecil sambil berdiri tegap di hadap tetua itu.


“Bicara di telaga roh mu?Gak mungkin kan kamu tidak punya?”


“Of course..”Andang segera masuk kedalam telaga roh miliknya.


Dalam pikiran/Telaga roh Andang yang berwarna kuning,


Sesudah sampai,Andang segera memunculkan tongkat kayunya,duduk,dan seketika,tiba tiba muncul 2 buah kursi,Dan perlahan membentuk lantai kayu yang meluas.


“Sudah berkembang ya,sejak aku bertemu dengan kamu,”Tetua itu berjalan kedalam telaga roh Andang dan segera duduk.


“Bisa aja.”Andang tersenyum dengan matanya mengamati tetua malaikat pencabut nyawa tersebut.


“Apa harus seheboh itu kah?Karena setahu ku,Seorang tetua bisa mendarat di dunia ini langsung tanpa ada proses portal ribet tadi.”


“Jadi mau ngapain kesini?”Andang mengambil dua cangkir teh,dan satu teko,penuh dengan the daun,dengan portal mininya.Andang menuangnya,dan memberikan teh itu kepada tetua.


“Aku mau menjadikan kamu sebagai muridku.”Tetua itu segera


Mengisap teh yang dia terima dengan perlahan,


“Gak mau,”Andang langsung menjawab spontan.


Tetua malaikat itu menyemburkan teh yang dia minum tadi.Andang dengan sigap mengambil cangkir dari tangan tetua itu dan menampung semburan tetua malaikat pencabut nyawa.


“Ayolah,pikirkan lah,kamu akan mendapatkan banyak benefit!”Tetua itu berdiri sambil menggosok jari jempolnya dengan jari telunjuknya.


“Never Gonna Do It.”Andang menarik kerah baju nya dan mengelap sisa air semburan yang ada di bawah hidung nya.


“kamu pasti akan mengatakan ‘Kenapa aku?kan masih banyak peserta lain yang lebih layak untuk menjadi muridmu.’ Betulkan?Udahlah,jujur aja…”Tetua itu mulai berbicara dalam gaya Andang.


“Tidak ada gunanya aku ngomong seperti itu.Kalau seandainya kamu memilih yang lain,maka yang lain akan mengatakan ‘Kenapa aku?kan masih banyak peserta lain yang lebih layak untuk menjadi muridmu.’.Kalau kamu kembali memberikan kesempatan menjadi muridmu kepada yang lain lain lagi,maka yang lain lain lagi akan berkata ‘Kenapa harus aku yang menerima takdir itu?kan masih banyak peserta lain yang lebih layak untuk menjadi muridmu,atau bahkan lebih besar statusnya.’Begitulah seterusnya.”Andang bersandar dan meminum tehnya sedikit. “Dan ini akan selalu terjadi dengan inti yang sama,juga dengan jawaban yang sama, ‘Karena kamu layak untuk itu.’That’s what I call ‘pengulangan pertanyaan abadi inti sama dengan jawaban sama.’”


“Jika aku jelaskan secara rinci,pertanyaan dengan inti sama seperti yang tadi,akan dikatakan oleh setiap orang yang mau kau jadikan sebagai muridmu,dengan jawaban simpel kamu berikan.ini akan terjadi kepada setiap orang mau kau jadikan muridmu,dan itu akan terjadi tanpa ada akhir,dengan jawaban iya terus,atau nggak terus”Jelas Andang.


“Kucoba dulu ya,”Tatapan tetua itu segera menjadi kosong,putih.


Andang kembali meminum tehnya,lalu mengambil popcorn dengan portal mininya.


Setelah beberapa saat menunggu,


“Kamu betul!”Tetua itu segera berdiri,dan sekujur tubuhnya penuh akan keringat.


“Memang begitulah..”Andang dengan santai merespon.