Though Life

Though Life
pertemuan Andang dengan malaikat pencabutan nyawa



“Tapi memang aku harusnya tidak mengatakannya,karena setiap hal yang kuperbuat mungkin akan menghasilkan hasil yang negatif,atau hasil yang positif.”Kata Andang dalam hati.


Seketika,Sebuah aura yang lemah hadir dari kejauhan.Aura itu mulai terasa mendekati Andang,Ayah Andang dan Ibu Andang.Tapi,hanya Andang yang merasakan aura itu,Sedangkan Ayahnya dan ibu Andang masih sibuk bertengkar,adu mulut.


“Pa,Ma,”Andang menggenggam tangan kanan Shinu dan tangan kiri ibu Andang, “Gimana kalau kita pergi kearah sana?”Andang menunujuk kearah yang berlawanan dari aura yang dia rasakan.


“Tapi kan kita masih ada didalam ilusi kesunyian yang perpek.Perfek!”kata Shinu sambil menaruh Andang di hadapannya.


“Iya loh.bahkan ayahmu aja tidak bisa untuk keluar dari ilusi ini.”kata ibu Andang.


“Itu berarti kalian berdua selalu bergantung kepada kekuatan dan logika,padahal seharusnya kalian mengandalkan pikiran.Karena sebenarnya,Ilusi ini adalah ilusi dimana kita dituntut agar mempertahankan pikiran,betul ka-“Ketika Andang melihat kearah belakangnya,Ibunya dan ayahnya jatuh terbaring di tanah.


“A-n-Dang,Lari..”Tangan Shinu yang hendak untuk mendorong Andang,jatuh mengenai tanah.


“Kamu,adalah malaikat pencabut nyawa kan?”Kata Andang dengan tenang.Sebenarnya,dalam hati Andang tercampur berbagai perasaan.Perasaan panic karena kedua orangtua nya dibuat pingsan oleh si malaikat pencabut nyawa.marah,karena Malaikat pencabut nyawa tersebut membuat pingsan kedua orangtuanya.Takut dan kuatir lah perasaan yang paling mencolok didalam hati Andang,karena dari apa yang dia tahu,Kedua orang tuanya sudah pasti akan dibawa oleh malaikat pencabut nyawa.Namun,walupun kondisi hati Andang seperti itu,Andang tetap tenang dan mempertahankan rasa tenang dalam setiap kondisi.


“Iya,Dan aku disini ada,karena aku datang untuk mencabut jiwa kedua orang tuamu dari tubuhnya dan menidurkan mereka dengan tenang.”Kata si malaikat pencabut nyawa.


“Apa?”Andang lansung mendekati kedua orangtuanya dan mulai bertelut.


“Sedih juga ya,harus berpisah dari orang yang disayangi.Anggap ajalah ini sebagai pengabulan permintaan dari kedua jiwa ini.”kata si malaikat pencabut nyawa sambil menaruh sabit gelapnya kembali kedalam kantungnya.Dengan suara yang sangat rendah dan ngebass,dia bersiul sambil memandangi panyai yang beromak.


“kalau sudah berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa,itu sama aja dengan menjemput ajal.itulah kata banyak orang.mulai dari orang biasa,ahli ahli,dukun dukun,bahkan seniman dalam ilmu hitam mengatakan itu.”Andang mulai berbicara ,dengan kedua tangannya ditaruh di dada Shinu,dan dada ibunya.Si malaikat pencabut nyawa tersebutpun mulai menengok kearah Andang.


“Iya,itu betul.padahal-“


“Kamu adalah anak kecil yang jenius.Jenius sekali.baru pertama kali aku bertemu dengan anak kecil yang pintar sekali.”


“Iya,memang.”


‘Aku sengaja untuk mengajak bicara,dan untung nya di terpancing.untuk memancing seorang malaikat,akan sulit sekali karena sebagai malaikat,dia hanya akan memikirkan mengenai aturan malaikat,daripada keinginan pribadi.’kata Andang dalam hati.


FYI:Aturan Malaikat adalah aturan yang dibuat dengan isi 3 peraturan pokok.


-Melakukan pekerjaan dengan baik dan sampai tuntas


-Setia terhadap satu tuan.


-Tidak akan pernah menyimpang dan menyesali keputusan sebagai malaikat.


Peraturan malaikat juga memiliki aturan hak selain aturan pokok.Beberapa diantara nya sebagai berikut:


-Keinginan harus selaras dengan kehendak tuannya


-Untuk memenuhi hak,Hak akan diberikan oleh Tuan yang dilayani.


-Masing masing malaikat,memiliki hak yang berbeda,tergantung dari tuannya yang dilayani.