Though Life

Though Life
Perbincangan singkat di antara Catlin dan Andang



Di dekat warung langganan Andang,


“Hei,bisa lepasin aku gak?”Catlin semakin memeluk Andang.


“Kenapa?Apa kau ketakutan?Pantas,badan besar tapi takut sama ketinggiaaaannn..”Andang dicubit oleh Catlin.


“Diam!!!!”


“Iya,Iya,Iya…”


Andang turun di bwah satu gang yang tadi pagi ia lewati,dan berlari keluar dari gang.


“Andanggg.”


“Hei,kita udah sampai.”Andang menatapnya dan menunjuk ke tempat yang Andang maksud.


“Ohh,udah sampai.”Catlin mengibas tangannya.


“Haa,akhirnya.seorang wanita kekar yang takut ketinggian.”


“Shut up.”Catlin memukul Andang dengan pipi memerah.


“Iya,Iya.”Andang berjalan ke tempat dimana nenek pemilik dari warung duduk. “bu,apa kabar?” “Baik Cu.Kamu udah lama juga gak kesini.”


“Iya bu.Kayak biasa.susah untuk keluar dari rumah.”Andang menggaruk kepalanya.


“Gimana kabar ibu?”Tanya nenek pemilik warung.


“Baik.Sehat sekali.”


“Ohh,Jangan lupa bilang sama ibumu untuk kunjungi nenekmu ini.”


“Baik Bu.”


“Kamu ini panggil ibu mulu, emang semuda itu.”


Dari dalam warung,keluar seorang pria tua dengan tongkat di tangannya.


“Kamu itu emang muda sayang.”Pria itu berkata.


“Ah bisa aja,kamu Kek.”Nenek Andang melambaikan tangannya ke bawah.Ia mengambil 4 bakwan dan segelas air putih,menaruhnya di nampan dan memberikannya kepada Andang dengan bantuan sihirnya.


“Ini cu..”Ketika Nenek Andang hendak memberikan nampan tersebut,tanpa sengaja sihir nenek Andang terputus dan menyebabkan nampan itu jatuh dari tangan Andang.


Dalam sekejap mata,Andang sudah memasang ancang ancang.Pertama,Andang memegang Nampannya,Dan memutar 180 derajat dan mengarahkan nampannya agar dapat menahan bakwan.Setelah itu,Andang mengambil gelas dan menampung seluruh air yang jatuh dan menaruhnya diatas nampan.


Semuanya terjadi dalam sekejap,dan Andang kembali berdiri.


“Kami duduk untuk makan dulu ya,Nek.”Andang membungkuk hormat.


“Iya cu..”


Andang menarik tangan Catlin dan membawa ke meja dekat jendela warung.


“Hei,aku bisa jalan sendiri.”Catlin melepaskan tangan dari cengkraman tangan Andang.


“Ohh,tak masalah.”


Ketika Andang dan Catlin sampai kedepan dari meja yang ada didekat jendela warung,Andang berkata,


“Hei,hari ini kamu harus hati hati.aku punya firasat yang buruk.”


“Ahh,gak apa kok.”Andang duduk dan tersenyum sambil makan bakwan.


“Ayo,duduk dulu.”Andang melempar serpihan dari bakwan dan melempar ke atas lampu.


“Hei,gak boleh kayak gitu.nanti kena o…”


Seketika ada 5 kantong saus kecil yang mengenai Catlin.


“Tuhkan,jadi kena o..”


“Kan kamu ada disitu.harusnya dari tadi kamu sudah duduk disini.”Andang mengambil saus cabe tersebut dan merobek bagian ujung dari saus tersebut dengan mulut nya.


“ga boleh pakai mulut.gak berkelas.”


“Tak berkelas atau berkelas tidak ada hubungannya dengan aku,karena yang ada hubungannya dengan aku adalah perut kenyang dan ramah akan dompet.”Kata Andang sambil memakan bakwannya.


“Tap..”


Catlin langsung dikasih bakwan denga nada saus dibawah dimana Catlin tak dapat melihat nya.


“Hmm.Iya.”Catlin memakan bakwan yang diberikan oleh Andang.Ketika Catlin memakan bakwannya,seketika Catlin kepedasan karena Andang menaruh sausnya terlalu banyak.


“Berhasil.”Andang tertawa sendiri.


“Andanggg.!!!!”Catlin mengepal tangannya dengan wajah kesal.


“Upss…Aku pergi dulu.”Andang menunjuk kearah jendela dan menghilang.


“Awas kamu.”Catlin mengejar Andang,dan lompat dari jendela.


Warung yang tadinya ramai,mendadak hening ketika Catlin lompat dari jendela.


“Dia bukan mau bunuh diri kan?” “Bukan ya?takutnya kita bakal jadi orang yang tersangka membunuh anak rema…”


Andang kembali dan jongkok di ambang jendela. “Upss lagi,minum nya belum dihabiskan.”Andang meminum air putih yang ada di nampan.


“Bakwan nya juga sayang gak dihabiskan.”Andang lompat dari ambang jendela dan berdiri di depan kursi yang tadi dia duduki.


Beberapa saat kemudian,Catlin datang dan mulai mengejar Andang.


“Ohhh,kamu masih sempat makan bakwan?”Catlin hendak menangkap kerah Andang.


“Makan dulu biar kuat dan sehat.”Andang menepis pergelangan tang Catlin dari belakang dengan tangan kanannya.


Catlin kembali mendarat dengan kakinya,dan mendorong kearah Andang untuk meninju Andang.


“Badan kecil mana sanggup menahan tinju aku.”Catlin berkata ketika dia mengira sudah melancarkan tinju berat miliknya.Asap mulai keluar dan Andang sendawa.


“Bada emang kecil,tetapi untuk apa badan kuat,kekar tapi tak mampu untuk meninju dengan benar.”Dari balik tinju Catlin,Andang menahannya dengan satu jari,yaitu jari telunjuknya.


“What???!!!” Catlin terkejut karena Andang menahan tinjunya yang dia rasa tidak ada yang mampu menahannya.


“Kalau kamu mau menjadi kuat,bukan seperti ini.”Andang menyentil pergelangan tangan Catlin dan memegang tangan Catlin dengan kedua jarinya.


“jika ingin menjadi kuat,pelajarilah dan perkokohkanlah yang paling dasar.”Andang melempar Catlin ke luar jendela.


“Akhirnya,kedamaian datang.”Andang berkata sambil meminum air putih yang dia sisakan.