
Andang berjalan,hingga dia tepat disamping toko baju yang rame akan baju.Pemilik nya berutang pada Andang,karena beberapa bulan yang lalu,pemilik toko meminjam uang pada Andang untuk melengkapi uang buat renovasi.
Andang menghelakan napas,melihat hp nya.sederhana,dan tidak canggih amat.
Nampak notifikasi misscall.
Sambil melihat hp,Andang menyelinap di antara kerumunan,mulai memilih hoodie di sebelah kiri toko.
Hoddie yang memiliki warna masing masing,ditata dengan rapi.
Dari warna hijau di ujung,ke warna merah di ujung yang berlawanan.
Andang bingung memilihnya.
“Yang mana ya…”sambil Andang telepon ibu nya…
Telepon ibu nya berdering,tapi tidak diangkat…
“Aneh,gak biasanya..”Seketika,Andang,mulai merasakan firasat yang baik..
“Postif,{positif thinking}lagi yoga..”Andang menelepon pak satpam
Hp nya berdering…
“halo nak Andang..”Telepon nya diangkat sama pak satpam.
“Mami dimana?”
“Pergi ,kayaknya mau belanja,nak..eh,heh..”didepan pak satpam,baru aja maminya Andang disenggol dua orang ,yang naik kendaraan.
“Kenapa pak e..”Andang mulai panik..
“Ini nak,eh nani duu,baha awa bu e uma sait{nanti dulu,bapak bawa ibu ke rumah sakit}[ini biasanya orang kalau ngomong cepat,pasti disingkatin..]”Telepon langsung ditutup.
“(Andang menghelakan napasnya)hitam cocok”Andang mengambil hoodie hitam,yang ada di tengah.
Andang menaruh hoodie yang diambil di tangan nya,lalu menyelinap ke arah kasir,melalui kerumunan yang rebutan baju limited edition.
“Pak Li,”Andang melambai lambai kan hoodie nya di atas.
Si penjaga kasir yang tua,duduk di kursi sandar,dengan kacamata di kepala nya,melihat nya.
Pak Li mengacungkan jempol pada arah Andang.
Andang keluar dari kerumunan yang memenuhi toko Pak Li.
Berjalan lurus,lalu belok ke kiri,hingga Andang ketemu dengan gang yang sempit.
Melihat hp nya,dia mulai bergegas.
Jalan lurus,dan akhirnya didepan nya,terdapat besi penopang berwarna merah,lurus ke arah seberang.
Di bawah nya,pesta klub digelar.
“Enak banget,anak anak sultan.”Andang jatuh ke bawah,dengan santai.
Mendarat di tanah beton,Andang menyelinap diantara kerumunan.
Tangan yang begitu rindu mencuri,mulai beraksi.
Satu per satu,kantong orang disikat habis.
Seiring waktu berjalan,dompet yang berhasi dicuri kian banyak.
‘Butuh tas nih…’Andang melihat ke kanan dan kiri,mencari anak sultan yang membawa tas yang medium.
“Bingo..”Sekitar 7 meter dari Andang,di arah jam 10,ada anak sultan yang mabuk,sambil membawa tas ransel.
Andang berjalan dengan lincah,diantara celah celah orang yang sedang ikut konser yang baru dimulai.
“Oi ,oi…”Anak remaja berambut pirang,mabuk,langsung berbalik badan ke arah Andang.
Segera,Andang menyelinapkan kedua jari telunjuk nya ke kedua tali ransel anak remaja itu.
“Ya sori sori.Coba pose Yesus di Rio..”Andang mulai menarik tali keluar dari kedua lengan anak itu.
Ank itu langsung berdiri tegak,walau agak loyo,
Kepala nya meleng(oleng)ke kanan,
Lalu dia bentangkan kedua lengan nya,secara horizontal,
Andang langsung menarik tali ransel nya keluar dari lengan nya,lalu mencampakkan tas ransel itu secara perlahan di tanah.
“Thanks,….”Andang membungkuk,mengambil tas,lalu jalan menghilang diantara kerumunan.
Andang memasukkan dompet dompet curian kedalam tas,Mencopot merk tas,lalu menjatuhkan tas itu,lalu mengotori nya dengan debu.
Sekilas,tas itu adalah tas yang tua,lusuh,dan old fashion.
Padahal aslinya,tas tersebut adalah tas mahal.
Andang keluar,melewati tangga yang terbuat dari tali menuju ke atas.
Setelah sampai di atas,Andang memakai tas ransel nya di depan,lalu naik ke besi penopang.
Andang berjalan lurus,hingga di kembali ke jalan yang dihimpit akan dua dinding beton.
Andang memandangi dinding itu,sambil berjalan.
Penuh akan grafiti yang indah dan estetik.
Hingga dia melihat karya grafitti yang dia sendiri buat.
Lukisan tulisan,Dirt Town.
Masing masing tulisan,diduduki dengan lukisan gambar mafia badass.
Andang berjalan ,lalu jatuh,mendarat di atap salah satu rumah sederhana.
Berjalan,melewati atap,lalu manjat,memasuki jendela suatu bangunan tua,yang dulu nya adalah mall.
Bangkrut karena korupsi para pemegang saham.
Berjalan,lurus,menembusi lorong yang seram,penuh dengan jaring jaring laba laba.
Lalu keluar,jatuh lalu mendarat di tempat yang penuh dengan tumpukan sampah.
Keluar dari tempat sampah,yang berwarna hijau,Andang berjalan dengan santai.
Maju,ke depan hotel,lalu jalan masuk ke gang yang ada di samping hotel itu.
Melihat ke atas,ada ganjalan batu bata di dinding,yang Andang buat sendiri.
Andang naik,menggunakan batu bata tersebut sebagai tumpuan,lalu masuk ke dalam kamar,melalui jendela.
“Yo…”Andang masuk lalu duduk di tempat tidur putih.
Daxt,masih duduk santai,mulut nya mengunyah kerupk singkong rasa balado,menatap layar hp nya.
Nampak nya,Daxt melihat argumentasi dimensi di antara kedua lara yang dramatis.
Andang menghitung uang,lalu menggletakkan uang di tanah.
“Berapa?”
“50 juta..kalau sama dompet nya,dijual dapat 120 juta.”