
Di belakang sekolah,tepatnya dibelakang ruangan anggota Kedisiplinan,
“Gara gara pak tua itu,aku jadi basah kuyup.”Kata Andang dalam hati.Andang menghelakan napasanya,
“Tapi,mengingat akan hal itu,kok aku jadi keingat sama kematian orang tuaku ya,padahal waktu itu,” Beberapa kejadian pun melintasi pikiran Andang.
...10 tahun yang lalu,...
...Tepatnya ketika Andang berumur 2 tahun,...
Di suatu pantai,terdapat banyak orang yang berkunjung,Salh satunya merupakan keluarga Andang. “Eh,kamu tidak apa bolos kerja?”Tanya ibu Andang kepada Ayah Andang.
“Gak papa kok.Kan gak ada kerjaan kalau aku datang.Semua udah kuselesaikan kemarin.”Kata Ayah Andang,Shinu.
“Pantas mukamu seperti panda.”Kata Andang yang berada dalam pelukan tangan Shinu.
“Diam kau Anak nakal.Bicara sopan kenap-“
“Start kerja dari jam 6 pagi.Mengerjakan proyek pembangunan tugu dari temple of dragon,memeriksa setiap laporan dari setiap departemen.kalau tidak salah,ada 18 departemen.Tapi kenapa ada 20 disini?”Andang mencuri Hp Shinu dari kantung celana Shinu.
“Anak ini kok bisa tahu setiap kerjaanku?”
“Oh iya,baru ingat,Satu departemen makanan dan satu lagi departemen pembangunan yang baru diadakan dalam bagian departemen.Lanjut,jam 2,membantu semua guru dari kelas pemula hingga kelas pro,Dengan memeriksa kertas ujian semester akhir.Sehingga Bapak menerima rasa saying dari bawahan dan disayangi.”Andang berhenti sejenak dan menarik napasnya.
“Eleh,bapak ini terlalu lunak ya sama bawahan.”Andang menoleh kearah ayahnya.
“Jam 5,pergi membeli makanan dan nongkrong di tempat….nenek?!”Andang mempelototi layar hp milik Shinu.
Ibu Andang memegang pundak Shinu. “Sempat sempatnya kamu nongkrong ya,padahal kamu bilangnya lagi lembur.”Tatapan tajam Ibu Andang mulai menakuti Ayahnya Shinu.
“heheheh.”Ayah Andang tertawa canggung.Mukany mulai dipenuhi oleh keringat dingin.Sambil mengambil kain lap dari kantong celananya,
“Lanjut Andang.Kita lihat lagi kelakuan apa yang kamu lakukan.”Ibu Andang mulai mengeluarkan aura yang gelap.
“Jam 6,” “Stop dulu Andang.Kamu nongkrong selama 1 jam ya.Betul betul orang yang sibuk.”Ibu Andng mulai mengepal tangannya,sehingga mulai menyebabkan bahu Ayah Andang sakit.
‘Hei,Bisa bantu tidak?’Kata Shinu lewat telepati.
‘Nggak.’Kata Andang lewat telepati,dan langsung mematikan jaringan telepatinya.
‘Anak ini memang…’
Telepati antar keluarga berhasil dihubungkan..
Mengaktifkan telepati visual dan audia…sukses.
Dalam Telepati visual dan audio.
“Hei Andang,bantu dong.”Ayah Andang menampilkan wajah kasihan.
“Aku bisa bantu,tapi aku dapat apa?Aku bukan orang yang baik hati loh…”Andang menggosok jari jempolnya dengan jari telunjuknya.
“Ok,kuota.”Andang masih duduk tidak merespon.
“headphone?”Andang masih tidak merespon/
“Uang???”Andang masih diam.
“Ok,ok.Akan kulakukan apa yang kau mau,asal kamu menyelamatkan aku dari ibumu.”
“Janji?”
“Ya.janji.”
“Betul betul janji?akan ada 3 kesempatan dimana aku akan meminta sesuatu dan kamu harus penuhi ya.”
“Iya.”
...Kembali ke dalam dunia nyata....
“Betul, Anak yang pintar ya.”Bapak Andang mengelus kepala Andang dengan aura yang mencekamkan.
“Iya ya,ayah.”Andang mengeluarkan aura gelap miliknya,sehingga aura Shinu tertahan.
“Udah,ayo jalan.”Ibu Andang mengambil Andang dari pelukan Ayah Andang dan berjalan sambil memegang tangan ayah Andang.
“Iya iya iya.yok jalan.”Ayah Andang mulai berjalan.
“Gimana?Sudah selesaikan.”
“Ok.Thanks.”kata Ayah Andang.
Ibu Andang melihat kearah laut,dimana ombak bergelombang.
“Hei,kalian berdua,nikmatilah pemandangan pantai ini selagi kit sekeluarga bersama.”
“Iya.”Andang dan Shinu berkata bersamaan.
Setelah beberapa saat,Matahari pun mulai bersembunyi di belakang laut.Para pengunjung mulai meninggalkan pantai,dan hanya ada para nelayan yang sedang bersiap siap untuk mengarungi laut.
“Baiklah,karena sudat gelap,ayo kita pulang.”kata Ibu Andang.
Andang dan Shinu masih melihat para nelayan yang mulai naik ke kapal,dan mulai meninggalkan pantai.
“Hei,kamu berpikir seperti apa yang kupikir kan?”
“Iya.Harusnya di daerah ini ada rumah rumah tak permanen.tetapi anehnya,semuanya menghilang seperti ditelan bumi.”Andang melipat tangannya dan menaruh dagunya di atas lipatan tangannya.
“Betul juga.Dan harusnya,sekarang,sudah ada nelayan yang tadi sore yang tiba.”
“Betul.”
“Kalian lagi bicarain apa sih?”Kata Ibu Andang sambil memegangi Kepala Shinu dan Andang.
“Kita sedang ada dalam,”
...“ILUSI KESUNYIAN”...
Kata Andang dan ayahnya bersamaan.
Maaf jika ada typo.Maaf juga jika ada kata kata yang menyinggung.Tolong dicomment kalau ada yang kurang.