Though Life

Though Life
Penjelasan pak guru di kelas.



“4.sihir berwarna merah.


Sihir jenis ini umum nya digunakan dalam bertarung.


5.Sihir berwarna biru.


Sihir jenis ini adalah sihir yang biasa nya digunakan untuk kedamaian dan juga digunakan untuk mengajar para penyihir yang masih pemula.


6.Sihir dengan lambang garpu.


Sihir jenis ini adalah sihir yang umumnya digunakan dalam kehidupan sehari hari,biasa nya digunakan untuk memasak.


7.Sihir dengan logo Tali.


Sihir jenis ini khusus digunakan untuk ritual saja.



Contoh penyihir ritual yang terkenal adalah Madame Garza.”


Marsial melihat kedepan kelas dan menantikan instruksi pak guru selanjutnyam


“Baik,seperti yang kalian baca,sihir adalah…..”


Brakkk…dorongan pintu kencang yang didorong oleh Lara,anggota kedisplinan.


“Daxter,mari ikut saya.”kata Lara.


“Ogah..”Daxter memalingkan pandangan nya kearah jendela.


“OOOhhh,kamu cepat sini.”Lara melompati bangku bangku dengan cepat dan menimbulkan kerusakan yang berupa meja meja hancur ketika Lara mendarat.


Ketika Lara melompati meja meja para murid penyihir,angina sepoi sepoi meniup rok Lara.


“Ternyata aku masih bisa menikmati masa tua ku ini.”Pak Guru mimisan.


Ketika Lara mendarat,dia langsung menjewer telinga Daxt dan berkata, “Mari kita pergi ke tempat favorit kita.”Daxt ditarik kea rah pintu dan pintu didorong kembali dengan kuat oleh Lara.


“Baiklah anak anak,hiraukan saja yang terjadi,mari saya lanjutkan.Sihir adalah…..”


Ketika Pak guru berbicara,pintu jendela pecah karena ada orang yang menendang nya agar bisa masuk.


“Siap lagi yang mengganggu pelajaran saya.”kata pak guru dengan kesal.


“Tidak ada masalah,Tidak ada masalah..silakan dilanjut saja Nyonya Catlin.”Pak Guru berkata sambil mengucurkan keringat di wajah nya.


Catlin melihat kearah Andang dengan pandangan yang mengerikan dan dengan aura yang gelap.”Andang,seperti nya kita memiliki masalah yang harus kita perbincangkan.”Catlin merenggang kan jarinya satu per satu.


“Oh ya?Emang kita ada masalah yang diperbincangkan?Bagaimana jika kita sebaiknya minum air putih dan bakwan untuk menenangkan pikiran?”Andang dengan aura yang cerah menghempaskan aura gelap Catlin sambil melipat tangan nya.


“hah?!apa aku gak salah dengar,masa seorang laki laki mengajak seorang cewek untuk makan bakwan dan minum air putih? Terakhir kali aku menolak seseorang yang mengajak aku untuk makan spagethi dan kopi.”Catlin memangku tangan nya sambil menyandarkan punggung nya di dinding.


“Hei,”Andang dalam sekejap berada di belakang Catlin dan menahan punggung Catlin,


“minum air putih itu penting,karena kamu akan mati jika tidak minum air putih.”


“Lagipula,air putoh gratis dan ngomong ngomong,”Andang mendekatkan mulut nya ke telinga Catlin dan meniup pelan telinga Catlin.


“Kita memiliki masalah yang harus diperbincangkan kan?”


Seketika telinga dan muka Catlin memerah dan mulai gugup.Catlin menghadap ke belakang dan mendorong Andang. “Aku … Akuuu…Aku…”


“Udah,Tidak masalah.Seakarang,mari kita berangkat.”Andang memeluk Catlin di pundak nya dan mengarahkan badannya kea rah Pak Lame.


“Ijin dulu ya,pak Lame,”Andang melambaikan tangan nya ke pak guru lame dan lompat melewati jendela.Peristiwa yang dilihat oleh pak Lame mengingatkan akan masa muda nya,sehingga Pak Lame berkata “Baik nak.Pergilah.”


“Baik Anak Anak,mari kita lanjutka….”


Pintu kembali didobrak dan kaki tampak menendang pintu ketika pintu terbuka.


“Siapa lagi yang mendobrak pintu?!!!”Kata Pak Lame dengan marah.


“OOHHH,terakhir kali kamu membentak baru kemarin loh.dan sekarang kamu sudah membentak aku balik?Kurang ajar juga ya..”Seorang wanita yang memakai baju hijau,jongkok di atas pintu yang di dobrak.wanita itu tak lain adalah Bu Ajisai,yang merupakan istri dari Pak Lame. “Bagaimana jika mengulangi lagi proses nya.”Bu Ajisai menarik pisau bedah dari kantong nya dan menjilat nya.


“Ahhh… Ahhhh..Tunggu dulu.”Pak Lame berlari ke jendela dan berusaha untuk melarika diri. “OOhh,jangan khawatir.kali ini gak bakal menyakitkan.Hahahahahahahahahh….”Bu Ajisai tertawa sambil menarik kaki pak lame dan menyeret nya keluar kelas. “Tidaaaaakkkkkk….!!!”Suara Pak Lame menggema sampai di lorong sekolah pun terdengar.


Kelas menjadi hening.


“Sekarang kita ngapain?”tanya Marsial yang memecahkan keheningan.


“tak tahu.sebaiknya kita tunggu sampai pak gurunya kembali.”kata kiro,salah satu dari murid kelas yang duduk di kelas,sekaligus merupakan saudari dari koro.


“Setuju…..”Satu kelas mengatakannya dengan suara yang lemas.