Though Life

Though Life
Penjelasan simpel mengenai Dilatasi Waktu oleh Andang



Di tempat ruangan kedisiplinan,


“Yes,akhirnya kita bebas dari romusha.”koro gembira sambil berlompat lompat.


“Yoi,Anak gila itu akhirnya da…”


Suasana gembira meriang berubah menjadi hening ketika dinding seketika jebol dan Catlin menghantam beberapa meja dengan kepalanya dan mendarat diujung dari dinding ruangan kedisiplinan.


Setelah beberapa saat,Catlin mendongakkankan kepalanya dari semen yang dihantam.


“Grrrr..”Catlin menggeram.


Dalam hitungan detik,suasana ruangan yang hening berubah menjadi suasana yang mencekamkan.


Catlin yang masih berbaring dikelilingi oleh anggota anggota yang bergembira dan yang sedang berada di ruangan tadi.


“HHeeII..apa ,…kamu tak…apa?”Koro berbicara dengan gugup dan ketakutan.


“Annnnndddaaaaannnggg…”Ketika Catlin hendak berteriak,wajahnya kembali masuk kedalam lubang yang tadi dia nuat ketika mendarat.Andang rupanya berada di atas.


“Berisik sekali…”Andang mengupil dan membuang upilnya ke depan kepala Catlin.


“Hei,”Kata Catlin setelah dia berusaha untuk mendongakkan kepalanya. “Kamu tak tahu malu ya?gimana kalau kita di…”


Andang menyentuh bibir Catlin dengan jari telunjuknya.


“Diam.”Kata Andang dengan lembut.


“Sebenarnya sekarang waktu mereka berbeda dengan waktu kita.Atau gimana kalau aku menjelaskannya dengan simple.Bayangkan jika waktu mereka dan waktu kita berbeda,bayangkan apa yang akan terjadi.”


“Kalau waktu kita cepat,maka setiap pergerakan mereka akan melambat.Tapi jika milik kita yang lambat,maka pergerakan mereka akan menjadi cepat.”


“Bagus,bagus,bagus,”Andang mulai tepuk tangan.


“Menurutmu bagaimana aku melakukan nya?”


“Tak tahu.”Kata Catlin setelah berpikir beberapa saat.


“Apa kamu pernah berpikir bahwa kita sebenarnya sedang bergerak?”


“Karena kamu sudah terbiasa.”Andang menyandarkan diri dengan kedua tangannya. “Apa kamu pernah berpikir bahwa dari tadi kita hanya berputar?” ketika Catlin mendengar perkataan Andang,Dia terkejut.


“Berputar?”Catlin berkata sambil tertawa.


“Jangan tertawa.Kamu tidak akan percaya aku menerapkan pola infinity dalam perjalanan kita.Jadi kita hanya berjalan lurus,setelah itu berputar kearah kiri,terus dan berjalan lurus kembali,berjalan bersilang dengan berjalan lurus yang pertama,berputar kearah kanan,teruss dan kembali ke jalur berjalan yang pertama.”


Setelah beberapa saat Catlin berpikir,


“Iya juga,tapi apa hubungannya dengan sekarang?”


“bagaimana kalau kita berhenti?”Andang memberhentikan Semen yang digunakan untuk melayang dan untuk berputar lebih cepat. “Pusingkan?” “Iya,sedikit.tapi bukan kah ruangan tetap sama?” “coba lihat ke samping…”


Ketika Catlin melihat ke samping,pemandangan berubah menjadi lapangan sekolah.


“Jadi kita sebenarnya mengelilingi gedung sekolah?”


“Iya.”


“Apa ini adalah Indra ketujuh mu?”Catlin turun dari tempat duduknya semula.


“Tidak,tidak.aku mana mungkin memiliki indra ketujuh.jangankan indra ketujuh,indra keenam aja belum.kalau kamu kan memiliki indra keenam beruap sihir,dan indra ketujuh adalah tangan besi.”Andang melihat Catlin yang berdiri di lapangan sekolah.


“kok kamu tahu?”Catlin menutupi matanya karena kesilauan.


“Karena aku tahu apa yang orang tak ketahui.”kata Andang sambil meneduhkan kepala Catlin.


“Tapi kok panas sekali?Kita kan berangkat sore dari kelas.”


“Karena kita sebenarnya sudah melewati waktu sebenarnya.sekarang sudah jam 6 ,dan kita pergi tadi adalah 3 sore.maka kita sudah melewati sekitar 15 jam.”


“Oh,jadi begitu.terus yang tadi apa nama dari jurus yang kau jelaskan?”


“Ini bukan jurus,tapi merupakan satu bagian mengejutkan dari teori relativitas.Namanya Dilatasi Waktu,yang ditemukan oleh Albert Einstein.”


Maaf jika ada typo.Tolong dicomment kalau ada yang kurang.