Though Life

Though Life
(Bonus)Kisah Ayah Andang dengan Ibu Andang



Beberapa hari setelah hari pertama mereka,


Tepatnya Jam 5.


Tampak ada pria muda,Rambut berkilau di bawah sinar matahari yang sudah mau terbenam, berjalan melintasi deretan rumah yang ditutupi dengan pagar.


‘Apakah itu Shinu?’Apakah itu yang ada dalam pikiran kalian?


Tidak!


Yang namanya Shinu itu yang dibelakang pria muda itu.Badannya sedang,tidak kurus juga tidak gendut,tinggi badan bisa dibilang dibawah rata-rata,dan di kedua tangannya ada dua keranjang yang tampak besar dan dipaksa agar bisa muat hanya di dua keranjang.


“Hah..”Shinu menghelakan napasnya dan menatap ke rumahnya.


“Kuharap aku tidak salah kali ini..”Shinu membuka pintu pagarnya dan masuk.Berjalan lurus hingga mentok di dinding berwarna kuning,menghadap ke kanan,dimana ada pintu berkawat besi,berkarat,terpajang.


Shinu membuka pintu besi itu,dan masuk dengan badan tegap.


Di sebelah kiri,tampaklah seorang wanita cantik,elok rupanya.Tetapi itu hanyalah bagian yang tampak dari punggung wanita itu,pikir Shinu.


Wanita itu berbalik badan dengan pisau di tangan kanannya dan timun segar di tangan kirinya.


“Apa kamu sudah mendapatkan bahannya dengan benar,Shinu?” Wanita itu,yang merupakan ibunya Andang di masa yang akan mendatang,bertanya kepada Shinu.


Shinu menelan ludahnya sendiri. “Karena kalau kamu salah membeli bahan,berikutnya kamu yang akan masuk kedalam kompor ini..”Ibu Andang memotong timun segar itu di hadapan Shinu.


Ibunya Andang menaruh Timun segar itu di atas piring berwarna hijau.Setelah itu,Ia berbalik badan,tangan nya meminta catatan bahan bahan yang sudah dibeli oleh Shinu.


Shinu Menarik napasnya dalam dalam,dan menghembuskan nya dengan tenang.


“Cepat!”Teriak Ibunya Andang yang sedang jelek moodnya.


“Ini.”Shinu segera memberikan kertas yang dia tulis,Ke dalam tangan yang meminta itu.


Ibunya Andang melempar kertas itu ke atas,tepatnya seperti menembakkan kertas itu ke atas dengan tenaga yang tidak begitu kuat.


Kertas itu jatuh melingkar menjauhi Daerah Masak Ibu Andang.


Secara tiba tiba,Ibunya Andang mengambil parang,{Pisau yang ukurannya besar}lalu melemparnya ke samping.


Dengan kebiasaan melempar ibu Andang,Parang itu terlempar melingkari Ibu Andang dari belakang dan tertancap tepat di sebelah kiri atas ibu Andang,Sekaligus menancapkan kertas yang ibu Andang lempar ke dinding.


Shinu menelan ludahnya kembali.Keringat mulai membasahi tubuhnya dan juga membasahi bajunya.Bukan karena panasnya hari,tapi takutnya akan malapetaka yang akan terjadi kepadanya.


“Bagus..Kamu akhirnya menguasai satu ilmu untuk membantu istri di rumah.Gak hanya Good looking aja.”Kata ibu Andang yang masih mencincang ayam dari bagian kaki ke kepala.


Shinu Akhirnya bernapas lega,karena,jarang utuk mendengar pujian dari Ibu Andang.


Setelah keheningan meyelimuti situasi,


“Apa aku bisa ke kamar mandi sekarang?”Shinu bertanya.Karena Keringat dari badannya membasahi lantai.


Tapi bagi bagi Ibu Andang,ini seperti membiarkan seorang istri di dapur dan menjadikannya sebagai pembantu.


“Percuma aku tadi sudah memuji kamu..”


“Bukan begitu,tapi aku hanya mau-“


“Tentu untuk bersantai di tempat tidur,bukan?”


‘Apa aku harus menciumnya ya?YA..Aku harus membujuknya.Itu harus!’Shinu menarik napasnya dalam dalam,menghembuskannya,dan berjalan mendekati Ibu Andang.


“Apa?Karena aku marah jadinya kamu mau membujukku?Mau membujukku dengan cara apapun tidak akan bisa berha-“


Shinu langsung menempel ke Pundak Ibu Andang.Pipi ibu Andang memerah.’Apa yang sedang dia lakukan?apa dia mau melakukannya secara paksa?’


Shinu mulai mendekatkan mulutnya ke telinga Ibu Andang,Mulai menggigit dengan lembut.Lalu,Mulai membasahi telinga Ibu Andang dengan Air liurnya.Tangannya mulai memeluk perut Ibu Andang.


Kali ini,Perasaan ibu Andang mulai menjadi-jadi.Tangannya yang tadi mengepal,mulai melepaskan kepalannya.jari jari kakinya mulai menggaruki Lantai,Dan perasaan tegang dan menantikan kejutan bercampur aduk dalam hatinya.


“A-ah,kamu tidak akan bisa membujukku dengan cara i-“


“Sayang,Tadinya aku mau ke kamar mandi tapi tidak jadi.”Shinu menghembuskan napas nya dengan pelan,ke telinga Ibu Andang “Izinkan Aku Pingsa-“Shinu jatuh dari pundak Ibu Andang.Pada saat itu,Ibu Andang sedang mencincang bagian leher ayam.Dan ketika Shinu jatuh dari Pundak Ibu Andang,Tanpa sengaja menarik baju Ibu Andang,Juga Tangan ibu Andang ikut tertarik.dan ketika itu terjadi,Pisau yang Ibunya Andang pegang juga leher ayamnya jatuh.


Semuanya terjadi dalam hitungan detik.Ibu Andang melihat ke arah Shinu.


Pandangan Shinu semakin kabur.Secara samar-samar tampak ujung dari pisau sudah dalam jarak 2 cm dari hidung Shinu.


Dalam benak Shinu,Banyak sekali pembicaraan yang dibicarakannya sendiri,tapi satu pembicaraan singkat,yang paling terdengar di telinga Shinu,


‘Apakah aku akan mati?’ ‘Mungkin karena aku tadi merayu dia,dia jadi marah?’ ‘Mungkin ini adalah akhir hidupku.’


Perlahan-lahan,mata Shinu mulai tertutup,menerima kematiannya.


Dengan cepat,Ibu Andang mengambil parang lagi dari tempat cuci piring,dan dalam hitungan detik jongkok di samping Shinu,Menancapkan parang ia ambil di bagian kulit ayam yang lengket,Dan Satu tangannya memegang gagang dari parang yang terjatuh tadi.


‘Aku selamat..’ Kata Shinu dengan suara yang pelan.


Tapi itu bukanlah yang akhir.Karena kepanikan Ibu Andang,Seluruh Parang yang ditempeli di setiap langit rumah jatuh.


Shinu menghembuskan napasnya lagi,Mengambil Parang yang dipegang Ibu Andang,dan jongkok,dengan kaki kiri berlutut,Juga denganmata tertutup.


Dalam satu kedipan mata,Shinu Menghilang ke samping,Tepatnya ke ruang tamu.Dari sana,tangannya dengan cepat menangkis setiap parang ke atas kembali.Ketika sudah di ruang tengah,Ruang untuk menangkis semakin sempit.Kini,Shinu Hanya dapat menangkis parang yang ada dengan hanya membungkuk.Ketika dari ruang tengah ,masih menangkis,Shinu melihat Ibu Andang yang masih belum sempat bergerak,karena banyak dari teknik yang dia ciptakan hanya untuk memasak,juga untuk mempertahankan diri dari makhluk yang mau menyerang.


‘Lebih cepat,lebih cepat,lebih cepat!’ Dari belakang Shinu Mulai muncul percikan listrik berwarna merah.


...LANGKAH HALALINTAR...


Setiap langkah muncul percikan,dan setiap menangkis parang semakin berat,terkhususnya parang yang mulai jatuh di dapur.bagian ruang tamu,ruang tengah,dan ruang tidur sudah di tangkis,tinggal dapur.


Ketika sudah sampai di dapur,Shinu,Menghentikan langkahnya.Ia menaruh parang yang dia gunakan di pundaknya.Dan dengan cepat mengayunkan parangnya ke samping secara mendatar,yang menciptakan satu penghalang sementara.


‘1 detik cukup untuk menghalau ini.’


Shinu dengan cepat menangkis parang-parang itu dan mengarahkannya ke atas.Semua terjadi selama 1 detik,Tapi,Tampak ada satu parang yang mulai menembus penghalang yang dibuat oleh Shinu.Shinu yang dengan sigap melempar parang yang dia pegang ke atas dan memegang ujung dari parang yang hampir mengenai Ibu Andang.


Karena kecapean sekali,juga karena pandangan semakin kabur,Shinu berbaring sambil memegang ujung dari parang.Ibu Andang ikut berbaring di lantai.


Ibu Shinu menoleh kearah Shinu,Mengaguminya.Karena telah menangkis semua parang yang jatuh,karena kepanikannya sendiri.Ia sendiri tidak pernah melihat kekuatan Shinu,melihat Shinu sebagai suami yang gemes.Ia kembali berpikir,bahwa Shinu bisa aja berlutut ketakutan,tapi dia dengan sigap menangkis semua parang yang jatuh.


Setelah lama menatap Shinu,dan berpikir,Tak ada pemberitahuan,Shinu langsung melempar parang itu keatas.


“Setidaknya lantainya tidak rusak…”Kata Shinu dengan suara pelan,lalu tidak sadarkan diri,sambil memeluk Ibu Andang.


“Apa?jadi karena supaya lantainya tidak rusak dia menangkis semua parang itu sendiri?”


Tapi setelah ibu Andang pikir,Ia tertawa terbahak bahak,dalam pelukan Shinu yang tidak sadarkan diri.