
“Kamu betulan tak tahu kafe roh?”Roh rubah merah itu bertanya kembali.
“Iya,aku gak tahu.”
Roh rubah itu mondar mandir,sambil berpikir,dan akhirnya,muncul senyuman menyeringai di muka nya.
Andang menyadari senyuman itu,merasakan firasat yang buruk,tetapi ia mendiamkan saja.
“Seperti yang dibilang oleh pepatah,kalau tak kenal maka tak sayang”
“Bagaimana kalau-“
“SShhtttt..”Andang menutup mulut Roh rubah merah yang moncong.
“Aku pernah merasakan energi ini.”Muka Andang berkeringat dan tampak ketakutan.
“Energi ini,malaikat pencabut nyawa!”Andang menatap ke arah roh rubah merah.
“Malaikat?kau pikir aku takut?”Roh rubah merah itu mengangkat kedua bahunya,lalu menunjukkan otot tangan kanannya.
“Apa kamu tahu malaikat pencabut nyawa roh khusus?”Andang menyentuh pergelangan tangan kirinya.Muncul satu layar dan Andang mulai mengetik.
“Tahu.terakhir kali aku ketemu,mereka hampir menembaki ekorku.”Roh rubah itu mengangkat kedua ekornya.
“Haleluya,kamu bertemu kembali dengan mereka.”Andang menatap sinis sambil menganggukkan kepalanya,lalu kembali fokus ke layar kuning yang sedang dia amati.
Roh rubah itu tampak terkejut,tapi segera diganti dengan muka yang menantang.
“Terus kenapa? Kan tinggal tantang aja? Palingan bocah sd yang masih pakai popok.”Roh rubah merah itu bersandar di ekornya,dan menoleh kesamping sambil ketawa kecil.
“Ya udah aja sih,kuharap yang datang itu adalah anak remaja yang dikasih tugas untuk menangkap roh.Atau malah yang datang itu adalah tetua yang kutemui 10 tahun yang lalu.”
“Gila aja lu.masa udah ketemu?”
“Iya goblok.Jadi kamu harus sembunyi.”Andang menoleh ke belakang dan melihat roh rubah itu menyembunyikan mukanya dengan pot bunga yang datang entah darimana.
“Whe,kamu ngapain?”Andang tertawa kecil,tapi berhenti karena itu bukanlah hal yang harus ditertawai,tapi lebih ke arah malu.
“Sembunyi.Gimana,sempurna kan?”Kepala roh rubah merah itu muncul dari belakang pot itu.
“Ha,lupakanlah itu.Apa kamu tahu bahwa kita bisa berdiri di telaga kafe ini karena kita menyeimbangkan energi kita.Betul bukan?”
“Itu kan dasar dari kafe,kok kamu bisa tahu?bukannya kamu hanyalah seorang anak yang bahkan tak tahu apa itu kaf-“Mulut roh rubah disekap oleh jari telunjuk Andang.
“SStttt.betul kan?” Roh rubah merah itu menganggukkan kepalanya.
“Then,”Andang menusuk perut Roh rubah itu dengan sedikit energi,yang menyebabkan keseimbangan roh rubah itu terganggu.Yang menyebabkan roh rubah merah itu terjatuh dan hampir tenggalam.
Untungnya,Andang menusuk dengan jari telunjuk dan jari tengah,yang menyeimbangkan energi si rubah,sehingga badannya tenggelam dalam telaga,tetapi kepalanya ada diatas telaga.
“Ni baru perfect.”
Dalam telaga itu,tampak hanya ada pot bunga,yang menutupi kepala si rubah dari dalam.
“Tunggu ya.~”Andang menutup dan mengambil kendali tubuh.
“Sinting…”Dan si rubah merah itu terjebak disana sampai kiamat datang….{Author}
Kembali ke masa yang nyata….
Tampak di bawah Andang,di atas permukaan air parit,seekor monster naga kucing terambang.
note:ini kira kira bentuk dari monsternya.kalian bayangkan saja bentuk monster sesuai dengan kondisi yang ada dalam cerita. (author)
“Rubah itu sangat merepotkan.”Andang turun perlahan,memegang sisi dari belakang dari kepala monster kucing itu,lalu secara langsung mengganggu keseimbangan dari monster kucing itu,lalu menenggelamkannya.
Segera,tangan Andang menusuk perlahan{Bukan menusuk sih,lebih ke arah menyentuh}kepala dari si monster kucing itu,sehingga hanya ada kepala si monster itu yang tampak.
“Hei,bisa dengar aku?”Si roh rubah itu menyingkirkan pot bunga dari kepalanya.
“Rubah merah?kok bisa?”Monster kucing itu\naga kucing berwarna oren itu menoleh kearah rubah merah itu.
“Nyasar ke dalam kafe yang tak dikenal dan bertengkar dengan pemiliknya,juga sekarang di sembunyikan karena ada malaikat yang mau datang.”
Author's mau berbincang:
Yoo,semua readers,walaupun masih sepi,tapi untuk mencukupi sekitar 500 kata,ya udah, author bikin bincang ini.
**Pertanyaan pertanyaan umum:
1.Gimana sih awal mula dari mrmbuat novel Though Life?
Sedikit cerita,sebenarnya,author pernah bikin komik sebelum menulis novel ini,tepatnya,judulnya sama,Though Life,Tokoh utama nya sama,Andang,dan author bikin untuk ngisi waktu luang.
Lalu author berhenti gambar karena udah malem gitu,(gak sesuai selera seiring dengan waktu),jadi author mulai baca baca novel.setelah membaca sekian banyak novel,author kepengen membuat novel sendiri,dan novel ini lewat dan segera author buat.Pertama tama banget,Judulnya bukan Though Life,tapi Thug life,yaitu kehidupan susah.Takut ngutip judul sembarangan,author cari di google,rupanya ada,jadi author ganti jadi Though Life.
2.Terinspirasi darimana sih,thor,novel ini?
Kebanyakan,isi dari novel ini merupakan cerita dari kehidupan pribadi saya,dimana luka dari kesusahan hidup itu selalu terbendung,dan akhirnya untuk mencurahkan nya,author bikin novel ini.
3.Apa tujuan author membuat novel ini?
Selain untuk mencurahkan sakit batin saya(walaupun gak semua dari novel ini hanyalah fiksi,),Author juga sering baca-baca teori fisika,matematika,dll.Selain dipelajari,supaya mudah diingat,author ketik disini sesuai dengan pemahaman saya,jadi kalau baca ulang,author mudah ingat .
Sekian aja dulu,pertanyaan nya hanya ada 3,dan itu hanyalah umum,jika ada yang mau q n a,ketik aja di komentar,dan kalau cukup bahan(semoga lebih dari 500 kata)Author akan segera buat episode spesial "Q n A**"