The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Part 9



Acara pertunangan Diani dan Roy sangat istimewa , Jannah dan Sonia hadir mengisi acara tersebut dengan sebuah lagu yang tertuju untuk pasangan yang bertunangan itu.


Roy dan Diani tersipu malu mendengar lagu yang di bawakan oleh Jannah dan Sonia.


Beberapa bulan kemudian acara pernikahan dan akad nikah di langsungkan di kediaman Roy , tamu undangan berdatangan , para rekan bisnis , Relasi dan sahabat-sahabat Roy dan Diani mulai memberi selamat pada pasangan pengantin baru tersebut.


Alhamdulillah akad nikah dan resepsi pernikahan berjalan dengan lancar.


Melodi dan Akbar kini tumbuh menjadi dewasa mereka menyukai kegemaran masing-masing , melodi sangat menyukai musik dan Akbar sangat suka balap mobil , setiap ada kesempatan ia selalu mengikuti lomba balap mobil , setiap lomba ia selalu yang menjadi juara nomer satu..


Dua bulan berlalu , Alhamdulillah kini Diani hamil anak pertamanya , Roy sangat tekun menjaga dan merawat Diani , Diani sangat senang akan semua perhatian Roy kepadanya , Roy sangat bahagia telah mendapatkan Diani dalam hidupnya apalagi sekarang telah menjadi seorang ayah .


Alhamdulillah proses persalinan Diani berjalan lancar , Diani kini menjadi seorang Mama , dan Roy menjadi seorang Ayah , mereka memiliki buah hati yang tampan yang bernama Kriss. Kriss sangat di sayang mama dan ayahnya,


Kriss sangat senang setiap main kerumah Tante Jannah karena ada Melodi dan Akbar yang sangat menyukai Kriss , mama mereka memang berteman namun keakraban anak-anaknya selalu terjaga.


Sonia tanpa sengaja bertemu dengan Rio kembali di sebuah apartemen. Rio sudah lama tidak berjumpa dengan Sonia dan Rio menyapa Sonia.


Rio : Assalamualaikum dokter Sonia apa kabar?


Sonia : Waalaikumsalam wr wb. Alhamdulillah baik . gimana kabarnya sekeluarga?


Rio : Alhamdulila baik , Dokter Sonia sudah menikah?


Sonia : belum . kamu sudah ? punya anak berapa sekarang ?


Rio : tertawa sambil mengusap wajahnya . menikah saja belum Dok , gimana saya bisa punya anak ,


Rio : Dok , aku mau mengutarakan sesuatu bolehkah?


Sonia ; emang ada apa?


Rio : aku menyukai dokter Sonia sejak di rumah sakit dulu ?


Sonia : serius ? kenapa?


Rio : entahlah dok sepertinya ada getar-getar asmara dan tiap dokter di sisi saya ,saya merasa nyaman. kalau boleh apakah dokter mau menjadi kekasih saya?


Sonia ; aku nggak tau Rio , tapi aku juga memikirkan kamu , tiap tidak ada kabarmu hati selalu rindu , Alhamdulillah Allah mempertemukan kita kembali.


Rio ; Kalau begitu perasaanku dan perasaan kamu sama , Alhamdulillah cintaku tidak bertepuk sebelah tangan.


Sonia: Tapi aku minta kamu tidak menyuruhku berhenti menjadi seorang dokter , apakah kamu mau menuhin permintaan ku itu Rio?


Rio : dari pertemuan Jas putih yang menyelamatkanku dan mengoperasikan ku dengan penuh kasih sayang. lewat jas putih dan rumah sakit itu awal perjumpaan kita , tentu aku mau kamu menyelamatkan jiwa-jiwa yang membutuhkan pertolongan pertama mu.


Sonia : Alhamdulillah terima kasih ya ,atas pengertiannya.


Rio : iya sayang sama-sama


Rio mengajak Sonia ke pesisir pantai ,di sana ia menangkap kunang-kunang untuk Sonia ,dan merangkaikan bunga untuk mahkota kepala dan untuk kalung ,wah Sonia terlihat sangat anggun dengan bunga dan kerang tersebut. Rio dan Sonia sepasang kekasih yang selalu saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Rio berharap suatu saat nanti bisa bersanding dengan kekasihnya Sonia dan berharap hubungannya dengan Sonia selalu harmonis seperti saat ini.