The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Bab 37



Pesantren itu pun kini semakin terkenal dan banyak dari tempat kota lainnya untuk menyekolahkan dan mengikuti petunjuk peraturan pondok pesantren tersebut .


Amelia , Berlian ,Farid tampak bahagia bisa menolong sesama manusia yang lebih membutuhkan pertolongan.


Amelia sangat menyayangi dan mencintai anak-anak santriwan dan santriwati di pondok pesantren tersebut.


Banyak acara ulang tahun dan santunan yang di berikan di pesantren tersebut dan donatur tetap pun selalu berdatangan , ada beberapa santriwati yang sangat kreatif dan menarik donatur untuk membuat nya terkesima dan selalu datang berkunjung ke pesantren tersebut , Amelia sangat senang melihat kedekatan anak santriwati dengan donatur tetap tersebut, anak pesantren itu bernama Sita , Sita mahir mengolah bahan-bahan yang tidak terpakai ia olah menjadi bentuk yang kreatif seperti lemari kecil , meja lipat , kotak pensil , tempat celengan koin dan lain-lain.


Sita termasuk gadis yang pintar dan juga kreatif , semua santriwati lainnya sangat menyukai Sita , Sita mudah bergaul dan ramah terhadap siapa saja , dan sangat menyayangi Amelia , ia sudah menganggap Amelia sebagai kakak kandungnya sendiri , Sita suka menyapa semua yang ada di pesantren tersebut juga pandai menghibur semua orang dengan lagu yang di bawakan nya suara sangat merdu dan indah apalagi saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an semua terkesima di buatnya.


Aku Sita , aku adalah penghuni pondok pesantren milik kak Amelia , aku sangat menyayangi kak Amelia , dan semua keluarga besar di pesantren ini adalah keluarga, aku termasuk dari keluarga yang tidak mampu namun kini mereka mengangkat derajat ku dan aku di perbolehkan gratis untuk belajar di pesantren ini, jarang yang ada orang seperti mereka , kebanyakan orang tidak perduli pada orang kecil dan membiarkan nya , dan kluarga kak Amelia begitu baik dan banyak mengajarkan ku banyak hal, Dan yang aku tahu mereka adalah salah satu keluarga yang penuh kasih sayang ,tak ada pertengkaran di sana , selalu saling menyayangi satu sama lain, tak ada kecemburuan sosial juga di sana. sedangkan orang tuaku dan saudaraku dirumah sering terjadi perselisihan di sana ,akupun jenuh tapi mau gimanapun mereka , mereka tetap keluarga ku yang membesarkan ku hingga kini dan aku sangat menyayangi mereka , kini aku dekat dengan seorang Donatur ia tertarik dengan kreasi kerajinan tangan ku , aku sering membuat kerajinan tangan dari barang bekas yang tak terpakai , dan donatur bilang padaku kalau ia mau memesan sebuah rangkaian bunga dan Bros bunga , akupun membuatnya hingga semalam suntuk , dan Alhamdulillah hasilnya pun memuaskan dan Donatur itu cukup senang dengan hasil karya ku, dan ia selalu memesan lagi dan lagi karena kerajinan ku cukup maksimal dan memuaskan maka jadilah buah bibir dan karena buah bibir itu kerajinan ku cukup populer dan banyak dari kota lain yang ingin langsung lihat seperti apa hasil karya ku itu , satu persatu orang mulai tertarik dan berdatangan akhirnya aku di percaya untuk membuat kerajinan sesuai dengan permintaan mereka dan kini aku memiliki usaha sendiri namun pelajaranku di pesantren tak pernah aku tinggalkan.