The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Part 18



Assalamualaikum kerinduan


Assalamualaikum Cinta Kepadamu hati berlabuh di Singgasana waktu yang seperti simfoni putih dan biru bersatu, aku merindukanmu tiap bait dan waktu , aku seperti awan yang melangkahkan kakinya menuju waktu , waktu yang terus menerus menggoda relung hatiku , namun kamu semakin jauh mengitari waktu , aku rindu sosokmu seperti mutiara cinta terindah saat itu aku sangat bahagia bersamamu.


...Dear Jannah...


Jannah istriku Kerinduan padamu takkan pernah pupus.


Aku dan harapanku seperti terkikis oleh waktu


Ruang dan waktu kini terhenti karena kau auraku telah meninggalkanku


Aku rindu padamu sayang


Namun cintaku selalu bersinar seperti tetesan embun pagi


Sayang , apa kabarmu di sana ??


Hari-hari ku di sini hampa tanpamu


Putra-putri kita sudah dewasa , sudah memiliki keluarga


Cucu kita pun lahir mereka sangat terampil dan cerdas


Malik sangat menyayangi Istrinya , setiap hari ia menjenguk makam istrinya . Malik sangat merindukannya , walau sekarang ia sudah memiliki cucu namun rasa cintanya kepada Jannah tak pernah surut.


Laras dan Dina kini memiliki sanggar seni tari dan galery seni lukis. banyak yang belajar di sanggar seni tari Laras dan Dina dan Dina sangat antusias memperhatikan tiap perkembangan mereka yang berlatih seni tari kepadanya. Teknik dasar dalam seni tari selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta tari. ketekunan dan kesabaran dalam melatih mereka membuat para pelatih semakin semangat dalam belajar seni tari. banyak diantaranya yang menyukai teknik dasar seni tari tersebut , ketekunan itu membuat mereka terampil dan terarah dalam memperagakan seni tari dalam pentas seni budaya tari. Tari Reog, tari jaipong, tari piring ,tari Bali semua diajarkan oleh Laras dan Dina. Galery seni lukis mereka terpajang di pameran seni lukis. Alhamdulillah mendapat perhatian banyak orang dan sorotan fotografer profesional . mereka memperlihatkan hasil karya lukis terbaik.


Ada pecinta seni lukis yang sangat suka dengan lukisan Dina dan Laras ,lukisan itu adalah gambar nenek mereka Jannah. pecinta seni lukis tersebut meminta Dina dan Laras untuk menjualnya ,namun Dina dan Laras sangat minta maaf karena itu lukisan almarhumah nenek nya jadi mereka tak bisa melepaskan nya.


Pecinta lukis tersebut kemudian minta di buatkan lukisan yang sama persis dengan lukisan itu dan sanggup membayar dengan harga tinggi , Laras dan Dina kemudian mengiyakan nya, pecinta lukis tersebut bernama Wulan dan ia menceritakan kalau yang di dalam lukisan tersebut adalah sahabat karib nya sewaktu di pondok pesantren.


Wulan : aku mengenalnya ,ia adalah Jannah sahabatku yang baik sewaktu di pondok pesantren dulu , kami sering bersama dan aku sangat menyayangi nya , setelah lulus dari pesantren ,aku tidak mendengar kabarnya lagi.


Dina : itu lukisan sosok nenek kami , nenek yang tegar ,nenek yang penuh kasih dan sayang , yang rela berkorban apapun demi keluarga kecilnya, walau kami tak pernah mengenalnya tapi bunda kami selalu menceritakan tentang hidupnya , kami sangat senang memiliki nenek sepertinya.


Wulan :Jadi Jannah nenek kalian , berarti kalian cucunya Jannah , Masya Allah Jannah pasti bangga memiliki kedua cucu yang pintar dan Sholehah seperti kalian apalagi sekarang kalian sudah mapan.


Laras : Terima kasih banyak , kami akan segera menyelesaikan pesanan Bu Wulan secepatnya.


Wulan : terima kasih banyak ya nak , semoga bisnis kalian ini semakin maju dan berkembang ya. semangat ya nak Laras dan nak Dina


Laras : terima kasih Bu Wulan.