
Cahaya dan Fadhil mulai saling menyayangi dan mencintai satu sama lain. Sejak awal pertemuan mereka di satukan dalam sebuah film layar lebar bernuansa islami dan romantis. Cinta lokasi itu tumbuh dengan sendirinya dan merawat dan memupuk ya dengan sejuta sayang dan rindu.
Fadhil selalu menjemput dan mengantar Cahaya selepas mereka shooting film bersama. Ada rasa terharu juga bahagia yang di rasakan Cahaya.
Fadhil mengajaknya ke pantai saat mereka liburan di situ Cahaya melamar Fadhil dan Cahaya terkejut juga bahagia sudah dua tahun mereka menjalin kasih dan akhirnya berakhir di pelaminan . saat-saat itu yang sangat di tunggu Cahaya selama ini .
Detik , menit pun berlalu , acara demi acara terlaksana dengan lancar dan meriah .kini Cahaya dan Fadhil telah resmi menjadi pasangan suami istri.
...Samudra cinta...
Layar Cinta berlabuh di dermaga
Saksi ombak laut samudera
Bulan bintang mendengar janji cintamu
Namun sayang tak dapat ku ucap
Pantaskah aku mendampingi dirimu
Antara kita jelas jauh berbeda
Aku takut kau hanya bersandiwara
Tuk melepas emosi jiwa
Ku tak mau seperti kapal itu
Bersandar lalu pergi lagi
Jangan samakan aku dengan yang lain
Kalau kau cinta jangan berdusta
Ku terima cintamu tulus dan suci
Dari hati kecilku bukan karena hartamu
Bukan karena itu aku jatuh cinta
Ku percaya segalanya padamu
Jangan kau duakan cintaku
...Cinta...
Tentukan arah yang ku mau
Tempatkan aku pada satu peristiwa yang membuat hati lara
Di dekat engkau aku tenang
Sendu matamu penuh tanya
Misteri hidup akankah menghilang
Dan bahagia di akhir cerita
Cinta tegarkan hatiku
Tak mau sesuatu merenggut engkau
Naluriku berkata tak ingin terulang lagi
Kehilangan cinta hati bagai raga tak bernyawa
Aku junjung petuahmu
Cintai dia yang mencintaiku
Hatinya dulu berlayar
Kini telah menepi
Bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia
Bagaimanapun hidup hanya sebuah cerita
cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkannya
Ibrahim kini beranjak dewasa ia saat ini sudah di kampus , ia senang saat mempresentasikan hasil diskusinya bersama teman , kelompoknya sangat kompak dan bersemangat setiap menjalankan tugas dari dosennya , nilai-nilai Ibrahim selalu di peringkat pertama kedua orang tuanya sangat senang dan bangga namun orang tuanya tak pernah memanjakan Ibrahim berlebihan.
Ibrahim kini sudah duduk di bangku kuliah namun prestasinya selalu di atas peringkat terunggul dan ia juga selalu mengikuti serangkaian seminar dan lomba yang diselenggarakan oleh kampus.
Ibrahim juga jadi asisten dosen jadi dia selalu membantu dosennya dan jika ada hal mata kuliah yang belum ia mengerti ia selalu menyempatkan untuk bertanya pada dosennya tanpa rasa canggung.
Kepintaran dan keunggulan Ibrahim dalam dunia kampus membuat para kaum hawa jatuh hati terhadap nya sehingga membuat salah satu temannya bernama Farid itu iri dan ingin menjatuhkan Ibrahim. namun rencana licik Farid selalu gagal karena teman baik Ibrahim selalu tahu lebih dulu siapapun yang ingin mencelakakan Ibrahim karena ia memiliki indera penglihatan mata batin ia bernama Handoko. Handoko adalah teman satu kampus dan satu desa Ibrahim dan Handoko selalu menolong Ibrahim ketika Farid ingin berbuat licik terhadap Ibrahim , makanya aksi Farid gagal karena Handoko yang menolong Ibrahim.
Farid mulai kesal karena semua aksinya selalu gagal ,tapi ia tidak tau siapa yang menghalanginya itu.