The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Bab 38



Aku Sultan , aku memiliki putri yang sangat menawan Amelia dan istriku yang sangat cantik dan kusayang pandai merawatku dan juga putriku ia adalah Berlian.


Kini Amelia sudah lulus dari university college Australia dan kini Amelia memiliki pesantren yang cukup besar dan populer dan aku ,istriku dan putriku yang mengolah sendiri pesantren tersebut , Alhamdulila banyak anak yang mengikuti belajar bersama dalam pesantren kami.


Aku sangat bangga kepada putriku Amelia yang memiliki kepedulian terhadap sesama yang tinggi , dan rendah hati juga ramah kepada siapapun. Kini ia beranjak dewasa dan sudah selayaknya menikah namun ia selalu berkarir dan mengurus pesantren tanpa memikirkan siapa calon pasangan nya , sampai suatu hari ada yang datang melamarnya namun ia menolaknya alasannya cukup singkat ia ingin membahagiakan orang tua nya dahulu. aku tegur dia dan aku mengatakan ,kami berdua sudah sangat bahagia memiliki putri sepertimu nak , kamu adalah buah hati tercinta kami , kamu sudah melakukan banyak hal untuk semua orang , itu sudah membuat kami bangga terhadap mu dan kini lanjutkan lah kebahagiaan mu dengan mencari tambatan hatimu , kamu tidak mungkin selamanya sendiri dan tidak mungkin hanya memikirkan karirmu dan pesantren ini kamu harus melanjutkan kehidupan mu dengan mencari pasangan yang kamu cintai, dengarkanlah putriku kini usiamu sudah cukup matang dan dewasa segeralah menikah dan kenalkan calon mu itu pada kami.


Aku Amelia , putri dari kedua pasangan Berlian dan Sultan , dan aku memiliki kecerdasan yang luar biasa hingga kekayaan ku berlimpah dan Bisnisku ada di kota mana saja sampai keluar negeri juga , namun pada suatu hari papa berpesan agar aku mencari pasangan namun saat ini aku ingin membahagiakan orang tua ku terlebih dahulu namun untuk masalah percintaan tak usahlah di risaukan suatu hari nanti jika ia memang berjodoh denganku pasti kita bertemu juga sesuai izin Allah SWT.


Suatu hari Aku dan papa mamaku berjogging menikmati udara pagi yang cerah hingga ada anak kecil yang meminta-minta di jalan dan hatiku miris anak sekecil itu di suruh bekerja dengan mengemis di jalan ,aku hentikan langkahku dan aku menghampiri anak kecil tersebut .


Amelia : Dik dimana orang tuamu?


Anak kecil : bapakku sudah meninggal , aku juga saudaraku dan ibuku tinggal di sebuah rumah kardus dan ibuku saat ini tidak bisa bekerja lagi karena ia sudah lumpuh akibat kecelakaan tempo dulu dan orang yang menabrak ibuku lari begitu saja dan kini ibuku hanya duduk di kursi roda dan aku yang bekerja di pinggir jalan dengan mengemis , aku tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolah dan akhirnya aku putus sekolah.


Amelia : baiklah dik , kamu sekarang pulang ya dan ajaklah ibu dan saudaramu untuk tinggal di rumah kakak , di sebrang jalan itu kelihatan itu rumah kakak , nanti sesampainya kamu dan keluarga mu tiba ,kakak akan menjelaskan bagaimana dik ?


Amelia : kalau berbuat baik kepada orang yang benar-benar membutuhkan apa harus diperhatikan sampai sedetail itu dik ?? ini semua adalah ujian dan amanah dan berbagi pada sesama yang lebih membutuhkan pertolongan kita itu penting dik


Anak kecil : Masya Allah kak , takjub aku mendengar penuturan kakak ,kak seorang ustadzah kah?


Amelia : ya kakak memiliki pesantren dan adik dan juga saudaranya bisa belajar di sana ,dan di sana itu orang tua kakak .


Anak kecil : oh yang tadi bersama kakak itu orang tuanya kakak ya , mereka pasti sangat bangga memiliki putri seperti kakak. sekarang aku tidak memiliki sosok bapak lagi , kak lebih beruntung masih memiliki keluarga lengkap


Amelia : sudahlah dik yang sabar semua yang terjadi tak perlu di tangisi dan diungkit kembali ,sekarang kamu harus pulang dan beri kabar gembira ini pada ibu dan saudaramu ,aku menunggumu dirumahku,sampai jumpa ya.


Anak kecil : ya kak sampai jumpa.