
Ibrahim kini beranjak remaja ia sudah SMP, hari-harinya di sekolah sangat indah. ia seorang anak yang kreatif , mudah bergaul ,pandai dalam semua mata pelajaran.
Ibrahim di sukai banyak temannya karena kepandaian nya ,ia juga kreatif dalam mengolah barang bekas menjadi sebuah kerajinan tangan , hasil karya kerajinan tangannya banyak yang menyukainya dan kedua orang tua Ibrahim mendirikan sebuah toko yang luas dan megah untuk setiap hasil karya putra nya tersebut, Ibrahim sangat senang dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya.
Laras kini sudah menikah dan memiliki putri bernama Vierra , dan suaminya bernama Ferdy. Vierra tumbuh kembang dengan sehat dan saat ini ia berusia satu tahun , Alhamdulillah semakin hari semakin lincah dan ingin bermanja-manja terus dengan Laras.
Awal pertemuan Laras dan Ferdy , waktu itu Laras diundang Ferdy untuk menampilkan hasil karya lukisnya dan dari situ awal pertemuan mereka , Ferdy sering order lukisan pada Laras dan Laras menyanggupi permintaan Ferdy , Ferdy terkagum akan hasil karya lukis terbaik Laras dan sejak saat itu ia mulai jatuh hati pada Laras.
Tidak mudah untuk meluluhkan hati Laras karena dia lebih memilih berkarir dahulu dan membahagiakan kedua orang tuanya , namun Ferdy tak pernah menyerah selalu berusaha meyakinkan hati Laras bahwa Ferdy sangat mencintai dan menyayangi Laras.
Ferdy mengajak Laras kesebuah pesantren di sana Ferdy menyumbangkan uang dan keperluan sembako juga sekolah , pihak pesantren sangat berterima kasih kepada Ferdy. Dan Ferdy dan Laras juga ikut dalam aktifitas pesantren , mereka sangat senang melihat anak-anak pesantren itu yang tertawa bahagia tanpa beban.
Sepulang dari pesantren ,Ferdy mengajak Laras ke Taman kota dan Di sana Ferdy telah menyiapkan Lamaran khusus di tujukan untuk dirinya , betapa bahagianya hati Laras saat itu ,Ferdy begitu romantis dan perhatian padanya. Laras menerima pinangan Ferdy dan mereka pun menikah dan memiliki putri cantik bernama Vierra.
Cahaya di sandingkan dengan aktor tampan yang bernama Fadhil , Cahaya sangat terpesona akan ketampanan dan keramahan Fadhil terhadapnya. Tak di sangka ternyata Fadhil menyimpan hati terhadap Cahaya. seringnya mereka di satukan bersama dalam syuting layar lebar bernuansa islami dan romantis dan seringnya mereka bertemu di lokasi syuting film layar lebar , membuat mereka sering menghabiskan waktu untuk bersama , Fadhil dan Cahaya jadi tau karakter mereka masing-masing dan mulai belajar untuk memahami satu sama lain.
Seiring berjalannya waktu rasa cinta itu semakin tumbuh subur dan merekah , ingin rasanya Fadhil menyatakan perasaan nya itu pada Cahaya.
Fadhil : Cahaya , sejak awal pertemuan kita dan aku mulai mengagumi setiap kamu syuting bersamaku , aku mengagumi setiap kamu bernyanyi sambil memainkan biolanya
dan aku mulai jatuh cinta padamu, apakah kamu mau menjadi kekasih ku.
Cahaya : iya aku juga sangat sayang padamu sejak awal bertemu dengan mu semakin lama semakin dalam rasa cinta itu. Alhamdulillah perasaan ku terhadapmu tidak bertepuk sebelah tangan, ternyata kamu juga mencintaiku , aku sangat bahagia dan aku mau menjadi kekasih mu.