The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Part 21



Cinta adalah kesenian .Kesenian yang merajut dan mempersingkat waktu dengan sulapan-sulapan waktu dengan ketelatenan tangan yang menghias .


Barokallah seni lukis dan seni tari yang diadakan di sebuah pagelaran dunia berjalan dengan baik dan lancar. Dina dan Laras sangat terampil dalam melatih para muridnya untuk menampilkan seni tari yang terbaik ,akhirnya kelompok grup Dina dan Laras yang menjadi pemenangnya ,kedua saudara sepupu itu sangat senang begitupun kakek dan kedua orang tua mereka , mereka semua berhamburan memeluk dan memberikan selamat pada Dina dan Laras atas keberhasilan dan kesuksesan yang diraih oleh mereka.


Dina : terima kasih kalian semua bersedia mensupport dan mendoakan kami agar kami bisa mencapai tingkatan yang lebih besar lagi dari ini


Laras : ma ,pa ,kakek , Tante ,om terima kasih banyak semua aku sayang kalian


Malik : begitupun dengan kakek cucuku , kakek sangat sayang pada kalian , Almarhumah nenek kalian pasti bangga melihat kalian berdua sekarang sukses


Laras : iya kek makasih.


Laras dan Dina sangat bersyukur atas penghargaan dan kesuksesan yang diraih nya dan siap berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan pertolongan mereka . Laras dan Dina mampir di sebuah pondok pesantren yang lumayan besar namun nyaman , para santri berhamburan keluar menuju Laras dan Dina , seakan mereka sudah sangat dekat . ya mereka dekat sekali karena Laras dan Dina sering kali berkunjung ke pondok pesantren tersebut karena ingin bertemu dengan penghuni santri dan ingin berbagi dengan mereka tiap Rizki yang mereka dapatkan.


Dina dan Laras senang dapat mengajari mereka seni tari dan seni lukis juga , mereka sangat cermat dan telaten dalam mempelajari ilmu-ilmu tekniknya. Dina dan Laras juga ikut belajar bersama di pondok pesantren tersebut mereka sangat senang mempelajari ilmu-ilmu agama.


Sore sudah mulai berganti Maghrib , selepas sholat jamaah Maghrib bersama Laras dan Dina mulai izin pamit pulang dan berterima kasih atas waktu yang di berikan , mereka cukup nyaman atas sambutannya yang di berikan penghuni santri kepadanya


Dina mengantarnya Laras pulang kerumahnya dan mama Laras membukakan pintu , mempersilahkan masuk , namun Dina langsung pamit pulang karena papanya menelepon dan menyuruhnya pulang. Laras dan mama papanya mengantar Dina di daun pintu dan Dina memberi salam dan Laras dan orang tua nya pun menjawab salam dari Dina.


Dina : ma, mama sakit apa ? ada yang sakit sekarang?


mama Dina : putriku cantik nggak ada nak , mama udah agak mendingan ,tadi dokter keluarga sudah memeriksa mama dan mama sudah membaik.


Dina : mama jangan bohong ? tuh muka mama pucat , mama sudah makan ,Dina suapin ya ma?


Mama Dina: mama sudah makan tadi tapi untuk makan malam belum.


Dina : Dina ambil makanan dulu dan menyuapi mama ya?


Mama Dina : ya sayang , terima kasih banyak ya


Dina : oke mama , sebentar Dina ambilkan dulu ya


Mama Dina : iya sayang


Dina pun beranjak ke dapur dan kebetulan bibi selesai masak dan makanannya masih terasa lezat , dan Dina membawakan makanan itu ke kamar mamanya.dan dengan penuh kasih sayang Dina menyuapinya berharap mamanya lekas sembuh , setelah makan ,ia menyuapi obat ke mamanya dan setelah selesai minum obat ,Dina memijat kaki mamanya , Alhamdulillah begitu berbaktinya ia pada ibu kandungnya. ibunya sangat terharu mendapatkan perhatian dari putri tunggalnya.