
Aku pulang kerumah bersama dengan papa mama , selesai pulang dari jogging aku segera mandi dan mama masak menyiapkan menu sarapan pagi ,selesai mandi aku segera mengambil air wudhu bergegas untuk sholat Dhuha selesai sholat aku langsung menghampiri mama dan ikut membantu mama menyiapkan menu sarapan pagi. selesai sarapan pagi bersama, mama dan papa mengajakku untuk mengobrol.
Papa : " nak tadi sewaktu kita dalam perjalanan jogging itu kamu bertemu siapa?".
Amelia : " aku tak mengenal anak itu pa , tapi tadi aku merasa kasihan terhadap nya sehingga aku menghampiri nya dan menanyakan langsung kepada nya ?".
mama :" memang apa yang kamu risaukan putriku?".
Amelia : "ma ,pa dia tuh tadi mengemis di jalan dan ia bercerita kalau bapaknya sudah lama meninggal dan saudaranya dan ibunya kini tinggal di rumah kardus dan saat ini ibunya lumpuh hanya berada duduk di kursi roda dan anak kecil itu yang bekerja sebagai seorang pengemis di jalan. oleh karena itu tadi aku meminta ia pulang dan memberitahukan kepada saudara dan ibunya untuk datang ke rumah dan tinggal bersama kita dan anak kecil tersebut dan juga saudara nya ikut belajar di pondok pesantren milik kita . apa papa mama keberatan?".
papa : "tentu tidak putriku , papa dan mama bangga kepadamu , rasa sosialmu cukup tinggi , tekadmu untuk menolong sesama itu membuat kagum mama dan papa. baiklah kita akan menunggu mereka tiba."
Pintu pun di ketuk dan terdengar salam di sana. ternyata anak kecil tersebut sudah tiba bersama ibu dan saudaranya. ibunya bernama Fatmah dan anak kecil itu bernama Didit dan saudaranya bernama Tio.
Didit : "Assalamualaikum kak , ".
Amelia : "waalaikumsalam wr wb dik , mari masuk bawa keluargamu masuk dik ,ada ke dua orang tuaku juga yang ingin berbincang denganmu dan keluarga mu".
Didit : "iya kak , mari ibu dan adik masuk dulu".
Didit : " ini rumah kak Amelia dan kluarga nya ibu". ini kak Amelia dan kedua orang tuanya yang akan memperbolehkan kita untuk tinggal bersama mereka dirumah ini dan aku juga adik di perbolehkan untuk ikut pelajaran di pondok pesantren milik mereka".
Fatmah : " Masya Allah terima kasih nak Amelia dan bapak ibu sudah berkenan menolong saya dan anak saya ".
Amelia : " kamar untuk ibu sudah saya siapkan dan semua sudah tersedia di sana begitupun dengan kedua putra ibu ".
Fatmah : Masya Allah nak , apa tidak berlebihan . dan saya masih belum bisa mengurus diri sendiri karna saya masih duduk di atas kursi roda ini".
Berlian : " ibu tidak perlu khawatir soal itu , saya sudah menyiapkan perawat wanita yang sudah berkompeten dalam bidangnya dan ia yang akan merawat ibu sampai ibu benar-benar mampu untuk berjalan kembali seperti sedia kala".
Fatmah :" saya tidak bisa berkata apa-apa lagi ,hanya bisa berucap terima kasih atas kebaikan nak Amelia dan juga ibu bapak ini".
Sultan : " berterima kasih lah hanya pada Allah SWT ,kami hanya perantara saja".
Berlian : " mari saya antar ke kamar ibu dan biarkanlah kedua anak ibu untuk melanjutkan sekolah dan kami yang akan menanggung semua biayanya dan izinkan mereka untuk ikut bersama santri lainnya untuk belajar di pesantren kami bagaimana Bu"?.
Fatmah : " iya Bu terima kasih banyak atas pertolongan nya , saya sangat bersyukur putra saya Didit bisa bertemu dengan ibu dan sekeluarga , sungguh anda dan keluarga sangat baik dan dermawan sekali".