
Kriss kini sudah beranjak remaja sudah SMP tapi Diani selalu sama tetap sayang dan memperhatikan Kriss.
Kriss termasuk murid yang pintar di sekolah nya . Banyak sahabat dan gurunya yang menyukainya ,ia termasuk murid teladan dan prestasi nya selalu mendapatkan peringkat pertama.
Melodi dan Akbar sudah beranjak dewasa dan pemikiran mereka mulai matang dan Akbar kini sudah mendirikan perusahaan bonafid di seluruh kota dan negara , Alhamdulillah perkembangan teknologi perusahaan Akbar terbilang cukup pesat dan Rating selalu melonjak , sementara melodi menjadi penyanyi terkenal dan desainer terkenal , setiap ada pameran desain terkenal ,ia selalu mendapat peringkat teratas dan konser-konser nya selalu berlabuh hingga ke mancanegara.
Jannah sangat bangga memiliki kedua buah hati yang pintar juga hebat , apalagi papanya Malik sangat bahagia dan sangat sayang pada putra dan putrinya.
tapi Jannah sakit keras , tapi Jannah tak pernah memberitahukan penyakit tersebut pada suami juga anak-anak nya.
Di suatu hari penyakit itu bertambah parah dan Jannah kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan di dapur , suaminya Malik memanggil istrinya tapi tak menyahut dan tak menghampirinya dan Malik mulai mencari Jannah , di lihatnya Jannah pingsan di dapur di bangunkan nya Jannah ,namun Jannah tetap diam , Dan Malik pun panik dan melarikannya kerumah sakit terdekat dan di telponnya sahabat Jannah dan kedua anaknya itu melodi dan Akbar .
Diani dan Sonia langsung menuju ke rumah sakit dan bertanya pada Malik.
Diani : Malik ada apa sebenarnya? setahuku Jannah tak pernah sakit ,dan ia akhir-akhir ini sehat kok.
Sonia : ceritakan lah Malik ,kamu suaminya kamu pasti tau apa yang menimpa istrimu itu , ?
Malik : tenang kan diri kalian , aku juga syok dan terpukul ,namun dokter berusaha menyelamatkan nyawa Jannah , Dokter bilang Jannah sudah lama mengidap kanker rahim namun ia minta tolong pada tim medis untuk merahasiakan nya dari keluarganya Krn ia tidak ingin keluarga khawatir dan sedih.
aku juga terpukul mendengar kabar itu , namun istriku juga tak pernah menunjukkan sakitnya kepadaku apalagi terhadap kedua anak kami , ia selalu melayani kami dan memberi senyuman terindahnya saat bersama ku dan kedua anak kami.
jadi selama ini Jannah memikul sakitnya sendirian dan mencoba tetap tersenyum untukku dan kedua anak kami.
Sonia : iya Diani , kalau aku berada di posisi Jannah mungkin enggak bisa setegar dan sekuat Jannah.
Tiba-tiba datanglah Melodi dan Akbar menghampirinya Malik, Diani dan Sonia.
Melodi : papa ada apa dengan mama?
apa yang terjadi pada mama?
Akbar : tolong bicara jujur pa , apa yang terjadi sebenarnya , kenapa mama bisa jadi seperti ini , tadi pagi mama nampak sehat dan masih bersama kita .
Malik : Melodi dan Akbar tenang ya sayang , mama kalian masih di tangani tim medis. kalian berdoa kepada Allah SWT semoga mama sembuh ya.
Akbar : mama sakit pa , sakit apa?
Malik : mama enggak pernah cerita apapun pada papa dan tak pernah menunjukkan sakitnya pada kita , mama selama ini merahasiakannya dan papa baru tau dari tim medis. mama terkena kanker rahim .
Melodi : Astaghfirullah, kanker rahim..
Melodi langsung pingsan seketika ,dan Malik pun panik dan segera memanggil suster dan Melodi dirujuk di rumah sakit untuk mendapat perawatan selanjutnya.