
Saat itu di kampus universitas Sejahtera aku mengenalmu Dewi dan setiap pertemuan demi pertemuan selalu menjadi agenda baru dalam hidupku karena tiap pertemuan itu awal perjumpaan kita itu aku mulai merasakan indahnya jatuh cinta.
Aku Farid teman sekampus Dewi , ya dia Dewi dan ia seorang mahasiswi yang berprestasi dan seorang muslimah yang taat , banyak yang jatuh hati padanya namun ia tak pernah menghiraukan nya , dan ia sahabat karib ku
Aku berjuang untuk mendapatkan hatinya ,namun sampai saat ini belum diketahui apakah ia ada perasaan terhadapku atau tidak ? .
...Ketika Cinta Mulai Bersemi ...
Kemana ku cari saat cinta mulai mekar bersemi
Haruskah ku tahu asam garam awal dari sebuah cinta
Bukan hanya mimpi jadi khayalan di dalam hidupku
Tujuh malam sunyi ku terbayang kasih pujaan hatiku
Darahku berdesir bergejolak aku mulai jatuh cinta
Tidur ku tak nyenyak hati merindu wajahmu terbayang
Bunga-bunga cinta kian bernyanyi
Bernyanyi di dalam hatiku
mimpi-mimpi indah bersamamu
Jadi kenyataan hidup ini
Kita manusia sudah di tuliskan hidup berpasang-pasangan.
...Dewi ...
Dewi ku sebut namamu
Terpaut hatiku oleh senyummu
Dewi lembutnya suaramu memanggil namaku dalam mimpimu
Jiwa jadi bergelora bila sesaat tidak berjumpa
Takkan aku hiraukan walau ku tahu penuh rintangan
Cinta pun terhalang oleh kedua orang tua
Puas ku coba menghindari
puas ku paksa melupakan
Namun wajahmu tak dapat luput
Tetap subur di sanubari
Kuinginkan belaian kasih sayang
Hari-hari dirimu aku rindukan
Ku dambakan sentuhan kasih suci
Gurauan mu yang manja
Aku tergoda
Pahamilah wahai kasih
mengertilah wahai sayang
Mahligai cinta kita
Takkan ada sepadanya.
Benih-benih cinta terindah mulai bersemi diantara mereka berdua , jalinan cinta pun terjalin dengan begitu indah dan pernikahan mereka pun di langsungkan dengan meriah dan merekapun tampak saling menyayangi satu sama lain , hingga cobaan demi cobaan mereka lalui dengan sabar dan ikhlas ,sampai dimana Dewi mengandung dan ia melahirkan dan ia meninggal dunia karena melahirkan Berlian putri kami pertama dan karena penyakit tumor rahim tersebut.
Aku sangat terkejut ketika dokter memberitahukan tentang penyakit yang di derita istriku karena sejauh ini ia nampak sehat-sehat saja namun ternyata ia hanya berusaha untuk kuat di depanku dengan meminum obat penahan rasa sakit yang hanya berlangsung sementara waktu.
Hatiku hancur seketika saat harus di paksa memilih antara putriku dan istriku namun istriku bersikeras untuk melahirkan Berlian dan resikonya adalah nyawanya sendiri, aku sangat mencintai istriku lebih dari apapun itu namun pengorbanan nya sangat luar biasa pada keluarga kecil kami.
Saat di mana harus melepas kepergiannya adalah saat-saat terberat dalam hidupku , bayangkan saja sudah lima tahun lamanya aku bersamanya dan mendambakan memiliki buah hati kami sendiri dan sejak ia hamil dan melahirkan dan aku harus kuat untuk menahan air mata ini tumpah , aku tak kuasa menahan air mata ini menetes . aku berteriak dan menangis sedalam-dalamnya. betapa hancur hatiku saat aku melihat pasangan jiwaku terbaring tak berdaya dan harus meninggalkanku pergi ke Rahmatullah.
Aku selalu mengingat pesan darinya yang harus menjaga dan mendidik putri kamu dengan sebaik-baiknya. dan sejak ia pergi tak pernah terlintas di fikirku untuk menggantikan posisi nya karena ia adalah cinta sejati ku dan aku berusaha untuk bangkit dan merawat putri kami sebaik mungkin, hingga ia mampu untuk dapat menjadi seorang muslimah yang tangguh dan taat kepada Allah SWT.