The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Bab 31



Saat itu di kampus universitas Sejahtera aku mengenalmu Dewi dan setiap pertemuan demi pertemuan selalu menjadi agenda baru dalam hidupku karena tiap pertemuan itu awal perjumpaan kita itu aku mulai merasakan indahnya jatuh cinta.


Aku Farid teman sekampus Dewi , ya dia Dewi dan ia seorang mahasiswi yang berprestasi dan seorang muslimah yang taat , banyak yang jatuh hati padanya namun ia tak pernah menghiraukan nya , dan ia sahabat karib ku


Aku berjuang untuk mendapatkan hatinya ,namun sampai saat ini belum diketahui apakah ia ada perasaan terhadapku atau tidak ? .


...Ketika Cinta Mulai Bersemi ...


Kemana ku cari saat cinta mulai mekar bersemi


Haruskah ku tahu asam garam awal dari sebuah cinta


Bukan hanya mimpi jadi khayalan di dalam hidupku


Tujuh malam sunyi ku terbayang kasih pujaan hatiku


Darahku berdesir bergejolak aku mulai jatuh cinta


Tidur ku tak nyenyak hati merindu wajahmu terbayang


Bunga-bunga cinta kian bernyanyi


Bernyanyi di dalam hatiku


mimpi-mimpi indah bersamamu


Jadi kenyataan hidup ini


Kita manusia sudah di tuliskan hidup berpasang-pasangan.


...Dewi ...


Dewi ku sebut namamu


Terpaut hatiku oleh senyummu


Dewi lembutnya suaramu memanggil namaku dalam mimpimu


Jiwa jadi bergelora bila sesaat tidak berjumpa


Takkan aku hiraukan walau ku tahu penuh rintangan


Cinta pun terhalang oleh kedua orang tua


Puas ku coba menghindari


puas ku paksa melupakan


Namun wajahmu tak dapat luput


Tetap subur di sanubari


Kuinginkan belaian kasih sayang


Hari-hari dirimu aku rindukan


Ku dambakan sentuhan kasih suci


Gurauan mu yang manja


Aku tergoda


Pahamilah wahai kasih


mengertilah wahai sayang


Mahligai cinta kita


Takkan ada sepadanya.


Benih-benih cinta terindah mulai bersemi diantara mereka berdua , jalinan cinta pun terjalin dengan begitu indah dan pernikahan mereka pun di langsungkan dengan meriah dan merekapun tampak saling menyayangi satu sama lain , hingga cobaan demi cobaan mereka lalui dengan sabar dan ikhlas ,sampai dimana Dewi mengandung dan ia melahirkan dan ia meninggal dunia karena melahirkan Berlian putri kami pertama dan karena penyakit tumor rahim tersebut.


Aku sangat terkejut ketika dokter memberitahukan tentang penyakit yang di derita istriku karena sejauh ini ia nampak sehat-sehat saja namun ternyata ia hanya berusaha untuk kuat di depanku dengan meminum obat penahan rasa sakit yang hanya berlangsung sementara waktu.


Hatiku hancur seketika saat harus di paksa memilih antara putriku dan istriku namun istriku bersikeras untuk melahirkan Berlian dan resikonya adalah nyawanya sendiri, aku sangat mencintai istriku lebih dari apapun itu namun pengorbanan nya sangat luar biasa pada keluarga kecil kami.


Saat di mana harus melepas kepergiannya adalah saat-saat terberat dalam hidupku , bayangkan saja sudah lima tahun lamanya aku bersamanya dan mendambakan memiliki buah hati kami sendiri dan sejak ia hamil dan melahirkan dan aku harus kuat untuk menahan air mata ini tumpah , aku tak kuasa menahan air mata ini menetes . aku berteriak dan menangis sedalam-dalamnya. betapa hancur hatiku saat aku melihat pasangan jiwaku terbaring tak berdaya dan harus meninggalkanku pergi ke Rahmatullah.


Aku selalu mengingat pesan darinya yang harus menjaga dan mendidik putri kamu dengan sebaik-baiknya. dan sejak ia pergi tak pernah terlintas di fikirku untuk menggantikan posisi nya karena ia adalah cinta sejati ku dan aku berusaha untuk bangkit dan merawat putri kami sebaik mungkin, hingga ia mampu untuk dapat menjadi seorang muslimah yang tangguh dan taat kepada Allah SWT.