
ini adalah kisah lain , kisahku dalam detik biru panggil saja aku Berlian aku di lahirkan pada Lautan kastil di Indonesia yakni sebuah Pantai yang sangat aku favorit kan.
Nama ibuku Dewi dan ayahku seorang nelayan bernama Farid
Ibuku seorang ibu yang penuh kasih sayang.
Pernah ya suatu hari Ibu bilang pada ayah.
Ayah Farid : " yank kamu bahagia nggak menikah denganku ?".
Ibu Dewi : " Tentu aku bahagia sekali , emang kenapa yank ?".
Ayah Farid : " kalau aku meninggal dunia lebih dulu ,apa kamu akan menikah lagi ".?
Ayah Farid : " yank dalam perjalanan cinta kita itu pasti banyak sekali ujiannya , apapun ujian yang akan kita hadapi nanti , kita harus tetap bersyukur kepada Allah SWT yakin akan keagungan Allah SWT.
Aku tuh bersyukur banget memiliki kedua orang tua seperti mereka karena tuh jarang yang ada pada dirinya tingkatkan kualitas iman kepada Allah SWT yang sangat bertaqwa kepada Allah SWT.
sewaktu mama di kabarkan kalau papa terkena musibah kecelakaan di lokasi kerjanya dan mengalami kritis dan kelumpuhan tapi dengan penuh setia ,ia jaga papa dengan penuh pengabdian dan rasa hormat serta kasih sayang. mama tuh luar biasa sekali tingkat kesabaran nya ,aku salut banget pada mama.
Dan saat di mana mama mengandung ku tapi ada tumor di rahimnya sehingga dokter mengatakan pada mama , mama memilih menggugurkan janin agar tetap hidup atau membiarkan janin itu tumbuh kembang dan lahir tapi ia harus meninggal , tapi apa coba jawaban mama ? mama bilang " Janin ini tidak bersalah dan aku sangat menyayangi nya , dia harus tetap hidup ,walau aku harus tiada nantinya , tapi aku telah lama menantinya , walau aku juga ga bisa menemani setiap ia tumbuh kembang tapi doaku tetap bersamanya".
Masya Allah menetes air mata ku ketika aku mendengar kan penuturan dari papaku. papa bercerita seperti itu sambil meneteskan air mata juga , cinta mamaku itu kepada ku dan pada papaku itu luar biasa , aku sangat bahagia berada dalam kandungan mama yang hebat ,sosok bidadari surga dan mama terbaikku.
Lewat cerita dari papa aku mengenal sosok mama , aku tak pernah tau dia , memeluknya pun tidak pernah karena setelah melahirkan ku ke dunia ini , dia memberiku Asi dan berpesan kepada papa agar menjagaku mendidik ku supaya jadi muslimah yang taat .dan Allah berkehendak lain dan tumor itu sudah menggerogoti tubuhnya hingga dia tidak di perbolehkan untuk hamil dan jika ia hamil resiko nyawanya yang jadi taruhannya.Dan dia lebih memilih untuk menyelamatkan diriku dan rela tiada demi mengandung dan melahirkan ku. Masya Allah mama engkau sosok ibu yang penuh kasih sayang ,sosok ibu yang hebat. Dan di tengah papa terkena musibah pun dan di saat papa merasa tiada berguna karena tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya merepotkan istrinya saja , namun mama bilang " biarkan aku yang menjagamu untuk saat ini , tunggulah sampai engkau sembuh dulu , kamu harus yakin bahwa Allah akan memberikan kesembuhan dan aku akan menjaga merawatmu hingga kamu benar-benar mampu untuk mengawali bangkit dari kesedihan itu sendiri.