
Aku Berlian anak dari mama Dewi dan papa Farid. papa Farid dan mama Dewi adalah sosok pasangan yang serasi dan mereka berjanji untuk bertemu di surga Allah. Sebelum kepergiannya ,mama menulis sebuah surat .
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh papa.
Aku bahagia sekali di pertemukan denganmu sayang . Aku sangat mengagumi kamu untuk semua cinta sepanjang masa yang telah kamu berikan , dan aku bahagia sekali bisa mengabdikan diriku di saat kamu sakit dan aku bersyukur aku bisa memberikan motivasi kepada mu agar kamu semakin jauh lebih baik. Tapi aku tak kuasa kalau harus berpisah denganmu , detik-detik terakhir bersamamu aku sangat takut menantikan hal itu , namun aku percaya penuh kepada Allah SWT yang telah menjanjikan sebuah surga bagi mereka yang taat kepada Allah SWT.
Dan maaf aku tidak pernah memberitahukan bahwa aku terkena tumor rahim dan dokter sudah menyarankan agar aku tidak boleh hamil, akan tetapi aku sangat mendambakan menjadi seorang ibu , karena bagi istri , ia akan merasa sempurna jika sudah memberikan keturunan pada suaminya. Tapi aku merahasiakan tentang penyakitku ini namun aku sangat menyayangi anak yang ada dalam rahimku ini , pertama mengandung nya aku pun sangat bahagia ,namun rasa sakit itu kian mendera namun aku selalu berusaha melawan sakitku demi kesehatan bayiku , hingga tiba harinya aku melahirkan nya , dan aku mulai mendekap dan menciumnya, memberi ia Asi dan berpesan kepada mu suamiku agar merawat membimbing nya menjadi seorang wanita yang tangguh dan taat kepada Allah SWT. Selepas itu aku pergi ,
putriku , maaf mama ga bisa menemani setiap hari-hari mu
maaf mama ga bisa membesar kanmu
maaf mama ga bisa membantu kamu dalam berlatih
namun doa-doa mama selalu abadi
mama akan menanti kalian di pintu surganya Allah SWT.
Seketika itu air mata ku mengalir sangat deras ketika membaca surat pendek yang mama tulis sebelum ia meninggal , ya Allah begitu cepat engkau memanggil mama.
Dan sejak itu papa tetap setia pada mama , setelah mama tiada , papa yang merawatku sendiri , menjagaku ,melatihku sendiri dan tetap setia pada mama , dan sampai saat ini surat terakhir dari mama selalu papa baca .
air mata ku menetes ketika aku melihat papa seperti itu namun aku sangat mengerti karena cinta mereka begitu sangat dalam dan saling berjanji bertemu di pintu surga Allah SWT.
...Bunda...
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat tubuh ini jiwa raga dan seluruh hidup telah ia berikan
Dahulu penuh kasih
Dahulu penuh sayang
Teringat semua cerita orang
tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu di timang
oh bunda ada dan tiada dirimu
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi Deritamu
Tangan halus dan suci
Telah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup telah ia berikan
Kasih sayang Allah pasti bertausiyah tentang dirimu.
Bunda ... engkau seperti Cahaya melodiku yang senantiasa menjaga ku
Aku dan dirimu seperti eksistensi tunggal
Karena aku berada dalam rahimmu , aku bahagia memiliki bunda sepertimu
Engkau lebih perduli dengan keluarga mu tanpa engkau memperdulikan dirimu sendiri.
Namun doa-doa kita di sini selalu bersamamu bunda.
Bunda aku merindukanmu
Walau aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang bunda
Namun lewat cerita dari papa aku mengenal sosok mu .
terima kasih bunda telah memberikan sebuah kehidupan dan melahirkan ku ke dunia ini