The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Bab 30



Aku Berlian anak dari mama Dewi dan papa Farid. papa Farid dan mama Dewi adalah sosok pasangan yang serasi dan mereka berjanji untuk bertemu di surga Allah. Sebelum kepergiannya ,mama menulis sebuah surat .


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh papa.


Aku bahagia sekali di pertemukan denganmu sayang . Aku sangat mengagumi kamu untuk semua cinta sepanjang masa yang telah kamu berikan , dan aku bahagia sekali bisa mengabdikan diriku di saat kamu sakit dan aku bersyukur aku bisa memberikan motivasi kepada mu agar kamu semakin jauh lebih baik. Tapi aku tak kuasa kalau harus berpisah denganmu , detik-detik terakhir bersamamu aku sangat takut menantikan hal itu , namun aku percaya penuh kepada Allah SWT yang telah menjanjikan sebuah surga bagi mereka yang taat kepada Allah SWT.


Dan maaf aku tidak pernah memberitahukan bahwa aku terkena tumor rahim dan dokter sudah menyarankan agar aku tidak boleh hamil, akan tetapi aku sangat mendambakan menjadi seorang ibu , karena bagi istri , ia akan merasa sempurna jika sudah memberikan keturunan pada suaminya. Tapi aku merahasiakan tentang penyakitku ini namun aku sangat menyayangi anak yang ada dalam rahimku ini , pertama mengandung nya aku pun sangat bahagia ,namun rasa sakit itu kian mendera namun aku selalu berusaha melawan sakitku demi kesehatan bayiku , hingga tiba harinya aku melahirkan nya , dan aku mulai mendekap dan menciumnya, memberi ia Asi dan berpesan kepada mu suamiku agar merawat membimbing nya menjadi seorang wanita yang tangguh dan taat kepada Allah SWT. Selepas itu aku pergi ,


putriku , maaf mama ga bisa menemani setiap hari-hari mu


maaf mama ga bisa membesar kanmu


maaf mama ga bisa membantu kamu dalam berlatih


namun doa-doa mama selalu abadi


mama akan menanti kalian di pintu surganya Allah SWT.


Seketika itu air mata ku mengalir sangat deras ketika membaca surat pendek yang mama tulis sebelum ia meninggal , ya Allah begitu cepat engkau memanggil mama.


Dan sejak itu papa tetap setia pada mama , setelah mama tiada , papa yang merawatku sendiri , menjagaku ,melatihku sendiri dan tetap setia pada mama , dan sampai saat ini surat terakhir dari mama selalu papa baca .


air mata ku menetes ketika aku melihat papa seperti itu namun aku sangat mengerti karena cinta mereka begitu sangat dalam dan saling berjanji bertemu di pintu surga Allah SWT.


...Bunda...


Tangan halus dan suci


Tlah mengangkat tubuh ini jiwa raga dan seluruh hidup telah ia berikan


Dahulu penuh kasih


Dahulu penuh sayang


Teringat semua cerita orang


tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu di timang


oh bunda ada dan tiada dirimu


Kau selalu ada di dalam hatiku


Tangisan nakal dari bibirku


Takkan jadi Deritamu


Tangan halus dan suci


Telah mengangkat tubuh ini


Jiwa raga dan seluruh hidup telah ia berikan


Kasih sayang Allah pasti bertausiyah tentang dirimu.


Bunda ... engkau seperti Cahaya melodiku yang senantiasa menjaga ku


Aku dan dirimu seperti eksistensi tunggal


Karena aku berada dalam rahimmu , aku bahagia memiliki bunda sepertimu


Engkau lebih perduli dengan keluarga mu tanpa engkau memperdulikan dirimu sendiri.


Namun doa-doa kita di sini selalu bersamamu bunda.


Bunda aku merindukanmu


Walau aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang bunda


Namun lewat cerita dari papa aku mengenal sosok mu .


terima kasih bunda telah memberikan sebuah kehidupan dan melahirkan ku ke dunia ini