The Wedding Of Course Always Happy

The Wedding Of Course Always Happy
Part 28



Aku Dina , sebulan yang lalu dokter menvonis ku menderita kanker otak. di sela-sela aku melukis ataupun menari sering aku kesakitan . Kini Laras sudah memiliki suami sehingga aku tidak bersamanya lagi , suami Laras telah mendirikan sebuah sanggar tari dan galery lukisan yang cukup nyaman , elegan dan mewah untuk Laras dan di sini aku di temani mamaku Kemala dan papaku Akbar dan juga kekasihku Amri.


Amri , terpukul saat mengetahui penyakitku begitupun mama papa , mereka begitu setia menjagaku , apalagi Amri kulihat dia selalu menitikkan air mata selepas ia sholat dan berdoa untukku ,sering aku keluar masuk rumah sakit dan berulang kali opname di sana , jenuh dan sakit yang melandaku namun aku sabar dan tabah menghadapi semua karna ada orang tua dan juga kekasihku yang menyemangati ku.


mama papa membawaku melakukan pengobatan ke Singapura juga dan disana secara menyeluruh tubuhku di periksa secara detail dan mereka bilang "kanker sudah menyebar dan ini sudah stadium akhir , banyak-banyak berdoa semoga Dina selamat dan sembuh".


orang tuaku sudah pasrah pada kehendak Allah namun mereka ingin kesembuhan ku juga ,berbagai macam cara pengobatan medis , tradisional pun telah di lakukan sampai pengobatan di Singapura juga tapi belum ada tanda-tanda kesembuhan dalam diriku.


Dan saat itu aku kejang-kejang ,seluruh tubuhku mendadak gemetar dan panas ,orang tuaku panik dan segera membawaku ke rumah sakit dan di situ aku langsung di operasi untuk mengangkat sel kanker yang sudah menyebar di otakku. sebelum di operasi rambutku mulai di cukur habis dan kini aku tak secantik dulu ,tak memiliki rambut lagi , aku mulai meneteskan air mata dan operasipun di jalankan ,dan pada saat operasi tersebut tiba-tiba nafasku terhenti dan aku meninggal saat itu juga.


Mama , papa ,Amri , Laras dan kedua orang tuanya berhamburan memeluk jasadku dan tanpa pesan apapun aku meninggalkan mereka.


Acara pemakaman ku dan acara tahlil pun diadakan di kediaman keluarga ku dan aku selalu sayang mereka , aku selalu bersama mereka ,walau ragaku sekarang tak lagi bersama mereka lagi tapi doaku tetap untuk mereka .


Aku memiliki kekasih bernama Amri , dia adalah malaikat yang turun yang di kirimkan Allah untukku , di sela-sela sakitku ia begitu perhatian dan penuh kasih sayang menjagaku ,merawatku , hingga air mataku menetes karena aku tak punya banyak waktu untuk menemaninya lagi tapi ia begitu perduli dan sayang kepadaku.


Mama selalu bilang" bahwa Amri adalah pemuda yang baik ,yang lembut ,penuh kasih sayang ,dia tidak tanggung-tanggung untuk merawat dan menjagamu selagi kamu sakit seperti ini , dia mencintai mu lahir dan batin karena Allah SWT.


Dan aku tertegun mendengar ucapan mama , dan yang di katakan mama memang benar , Amri pemuda santun, baik , penyayang dan jika ia mencintai seseorang ,ia menjaganya dengan sabar , telaten penuh kasih sayang.


"terima kasih banyak cinta terindah ku untuk seluruh waktu dan kasih tulusmu terhadapku, maafkan aku tak bisa menemanimu lebih lama karena Allah lebih mencintaiku , dan aku selalu mencintaimu Amri ku".


THE END.