THE SECRET IN MARRIAGE

THE SECRET IN MARRIAGE
CH 8



Hari sudah malam angel seperti biasa selalu mampir ke minimarket untuk membeli mie instan, saat sedang memilih mie instan angel bertemu nicolas


"Hai!" sapa nicolas


"Hallo"


"Sedang apa? Kalau dilihat lagi kamu pulang kerja ya?" melihat angel dari atas kebawah


"Sedang beli mie instan, iya aku habis pulang kerja" menjawab tanpa beban


"Hahahah.. Jujur sekali kamu ini" tertawa terbahak bahak


"Itu pujiankah? " merasa diejek


"Tentu saja... " dengan senyum kecil


Mereka keluar minimarket bersama, dijalan nicolas membahas pertunangan angel dengan lucian


"Apa kamu yakin ingin hidup bersama lucian?" tanya nicolas menaikkan sebelah alisnya


"Memangnya kenapa?"


"Aku hanya ingin memastikan kalau calon adik ipar ku adalah perempuan yang kuat"


"Entah kenapa mendengar perkataanmu seperti akan terjadi sesuatu yang buruk" dengan suara pelan


"Tenang saja! Aku akan melindungimu adik ipar ku tersayang!" merayu angel


"Jangan merayu ku! Aku belum menjadi adik iparmu" ketus angel


Dipersimpangan mereka berpisah


"Sampai jumpa!" melambai


"Bukannya seharusnya selamat tinggal!" ketus angel


"Bye... Bye" berjalan menjauh


"Mencurigakan sekali.. "


Angel berjalan pulang, bersih-bersih dan stand by didepan laptop dia menelpon lisa untuk curhat karena saat sedang banyak masalah dan tidak tau ingin berbagi cerita dengan siapa?, berbagi cerita dengan sahabat adalah Pilihan yang tepat


Memanggil...


{Halo!, ada apa angel?}


{Aku ingin curhat nih!}


{Tidak seperti biasanya kamu


Ingin curhat angel?}


{Sudahlah, jadi kamu ingin


Mendengarnya tidak?}


{Kamu sangat sensitif sekali-_-


Baiklah akan ku dengarkan}


{Jadi lelaki yang kemarinku


Ceritakan memiliki kakak


Laki-laki dia mengatakan


Sesuatu yang membuatku penasaran


"Aku hanya ingin memastikan kalau


Calon adik iparku adalah perempuan


Yang kuat" begitu katanya, menurut


Mu bagaimana?}


{Hmmmm... Sedikit mencurigakan


Kalau hanya pernikahan biasa


Tangan untuk memastikan pengantin


Perempuan adiknya}


{Aku juga berfikir seperti itu}


{Ada sesuatu yang mereka sembunyikan, tapi apa?}


{Entah..}


{Tapi di pernikahan ini kamu


Bukankah dapat keuntungankan?}


{dengan menikah dengannya


Aku bisa memperbaiki ekonomi


Keluargaku dan hidup dibawah


Perlindunganya}


{Ya sudah jalankan saja dulu,


Hoammmm....)


{Terimakasih udah mau dengerin


Ceritaku, selamat malam}


{Iya sama-sama, 😌}


Angel menutup telponnya,lalu memejamkan mata. Besok paginya angel bersiap berangkat menuju kantor dengan transportasi umum, sampainya dilobi angel bertemu dengan nicolas


"Hai" melihat angel yang sudah sampai dilobi


"Selamat pagi!" balas angel dengan senyuman


"Angel!, bagaimana dengan pertunanganmu dengan lucian?" tanyanya


Jujur angel malas menjawab pertanyaan yang sudah dilanturkan berkali-kali padanya


"Tentu saja, pasti akan baik-baik saja"


Angel langsung meninggalkan, berjalan menuju ruangannya namun dijalan dia melihat lucian bersandar didinding, angel berusaha mengacuhkan lucian dan melintas seperti tidak melihatnya


"Hei!!!, kau pikir aku tidak melihatmu!" teriak lucian menggema disepanjang lorong


Angel mundur perlahan-lahan kearah lucian menundukkan kepalanya


'Habislah aku:'( ,sepertinya suasana hatinya sedang buruk'


"Nanti sepulang kerja kau ikut denganku mengerti!, satu hal lagi untuk


Pertanyaanmu kemarin jawabannya iya jujur aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai kakakku! " setelah mengatakannya lucian pergi begitu saja, bahkan tidak menoleh sama sekali.


Angel bergegas memasuki ruangannya, berkas menggunung dimejanya.


Jam makan siangpun tiba angel pergi ke kantin membeli makanan yang dia sukai berharap tidak ada yang mengganggunya saat sedang makan, tak lama setelah diberharap perempuan arogan itu muncul lagi tepat dimeja tempat angel makan


"Ck, kamu lagi!" angkuh


Angel tidak mempedulikannya tetap fokus dengan apa yang dia makan


"Kamu ini tidak tahu aku siapa?!"


"Siapwa? " sambil mengunyah makanan


"Aku adalah Siera agustin anak pemilik perusahaan ini!" mengatakan dengan angkuh sambil memainkan rambutnya


"Owwwwhhhh" angel sama sekali tidak peduli dengannya


Siera mengambil segelas air lalu menyiram angel tepat diwajahnya


Semua mata tertuju pada mereka disertai bisikan


'Basah semua nih, terus aku harus melakukan apa ya? Kabur? Balas? Apa yang lebih tepat ya' batin angel