
"Kamu tidak tahu siapa aku?!"
"Memangnya kamu siapa?"
"Aku adalah anak direktur"
"Memangnya kenapa!"
Perdebatan di atas adalah Antara anak direktur dan anak mantan direktur, mereka berebut Lelaki tampan siapa yang pantas untuk menjadi pasangan Lelaki itu!
"Halah... " menghela napas
"Ck, mereka pikir mereka pantas apa!" Kesal rekan kerja
"Kamu jauh lebih baik Angel daripada mereka!" Jelas rekan kerja lain
"Aku tak minat! " tolak angel
"Dasar! Kamu lebih memilih tuk jadi jomblo" kecewa rekan kerja
"Sudahlah aku mau keruang direktur" ujar angel
Angel Pun pergi dari ruangannya menuju lift
Tinggg...
Lift terbuka, angel masuk kedalam
Dukkkk..
Tiba tiba ada orang yang menyerobot lift angel pun segera masuk lift dengan orang itu didalamnya
Orang itu seperti sedang memperhatikan angel dan semakin dekat
"Kamu lumayan cantik" ujar Lelaki agak menunduk mendekati wajah angel
"Apa.. Apaan kamu!" Kaget angel mendorong Lelaki itu tapi ia tidak gundah sedikitpun
Lelaki itu menggenggam tangan angel "dengan tangan sekecil Ini kamu mau memukulku" tertawa remeh Lelaki itu
Tinggg..
Pintu lift terbuka angel pun berlari keluar meninggalkan Lelaki itu yang masih berada didalam lift.
*****
Angel Pun akhirnya sampai diruang direktur
"Akhirnya sampai.. " lega angel
Tok... Tok.. cklek
"Masuk! " teriak direktur
"Permisi saya ingin memberikan berkas" ujar angel menyerahkan berkas
"Terimakasih kamu boleh pergi!"
Angel pun berjalan menuju pintu dan membukanya
Ceklekkk...
menutup pintu setelah keluar lalu menoleh kedepan
Dukk..
Angel tertabrak sesuatu didepannya
Dia melihat Lelaki ber jas hitam, tinggi, dengan tatapan tajam
"Maaf! Permisi" hindar angel
hap
Lelaki itu memegang Lengan angel berusaha menghentikan dirinya.
"Kamu! Apa yang kamu lakukan" teriak angel ketakutan
"Ck, kamu terlalu berisik" geram Lelaki itu Tangan nya untuk membungkam mulut angel
'Uhk.. Siapa laki laki Ini?! ' Batin kesal angel
Tiba tiba Lelaki itu menempelkan lakban menyekap mulut angel dan memikulnya dipundaknya
'Ahhkkk...!!! ' teriak Batin angel
Angel berusaha melawan tapi sia-sia.
*****
Tiba angel dan Lelaki itu diparkiran Mobil
Brummm
perkiraan angel mereka sudah berkendara lebih dari 1 jam, dan kemana dia akan dibawa oleh orang ini?
Dia menghentikan mobilnya lalu mengeluarkan angel dari Mobil digendongnya angel masuk kedalam toko,
Dia membuka lakban dari mulut angel dengan kasar kata demi kata menyembur dari mulut angel
"Apaan si?! Bawa aku kembali!!!, cepat!" Teriak angel
"Berisik sekali kamu seharusnya aku tidak melepas lakban Ini" geram Lelaki itu menurunkan angel
"Dan juga seharusnya aku yang marah!" Kesal angel
Dia membalasnya dengan tawa
"Apa yang lucu!"ketus angel
"Kamu Kira aku akan membawa kembali betapa sulitnya aku membawamu kesini" ujar Lelaki itu
Dia memanggil penjaga toko lalu berbisik, penjaga toko membawanya kedalam ruang ganti dan mengganti baju angel
Setelah selesai angel pun keluar dan menghampiri angel
Dia hanya tertegun lalu tersenyum
"Apa kamu! Senyum-senyum hah! " kesal angel sedikit berteriak
Dia mendekat dan menjabat tangan angel
"biar ku perkenalkan namaku LUCIAN aku Seorang CEO" ujarnya
Angel merasa bahwa saat Dari dekat dia terlihat tampan, rahangnya tegas, bahunya tegap dan tubuh tinggi itu..ekhem
"Kenapa kamu melamun?" Tanya lucian.
"Tidak ada!, namaku ANGEL" ujar angel keluar dari toko
"Bagaimana dengan baju Ini? " tanya Angel yg masih tersungut emosi
"Cantik! " jawab Lucian dengan senyuman.
Wajah angel seketika memerah.
"Apa Sih!, maksudku dengan pembayarannya?" sambung angel
"Tidak usah, kamu hanya perlu menemaniku saja" ujar Lucian membukakan ku pintu Mobil
angel pun hanya mengangguk lalu masuk.
kedalam Mobil begitu pula dengan Lucian.
"Kita mau kemana? " tanya angel
"Mau ke taman yang ada sungainya" jawab. Lucian yang sedang menyetir.
"Oh ok" jawab angel
******
angel pov;
Tibalah kami di taman Lucian memberikan kembang Api angel menyalakannya.
Tiba tiba ada seseorang dari belakang, memegang kembang api angel dari belakang.
Saat aku menoleh ternyata Lucian wajahnya begitu dekat
Deg.. Deg.. Deg
'Aduh Ini kenapa sih aku!, jangan sampai detak jantungku dirasakan oleh Lucian' Batin ku
Lucian terlihat biasa saja sementara angel dag dig dug berusaha menahannya
"Kamu kenapa demam? " khawatir lucian memegang kening angel
"T- tidak, Ayo kita mau kemana lagi? " hindar ku
'Lah kok malah aku kedengaran antusias. sekali ya:/' batin angel
Lucian hanya tersenyum mendengar penuturan angel.
Kami akhirnya malah bersenang senang sampai malam angel diantarnya pulang dia sempat meminta nomor HP dengan alasan pekerjaan angel pun memberikannya dengan berat hati, lalu ia pulang untuk menemui kasur kesayangannya.
*****
Angel Pun memasuki kosan karena lelah, ia langsung menghempas kan badannya ke ranjang lalu tertidur.