
CH 7
Keramaian terjadi dikantor, angel mencoba menyelinap ke kerumunan manusia. Sampai nya didepan angel melihat lelaki dengan tubuh tinggi, tampan dan modis berjalan di lobi
Para wanita berteriak histeris seperti baru saja ada idol yang lewat. Angel mencoba mengamati tiba-tiba ada tangan yang memegang pergelangan tangannya dan menarik angel keluar dari kerumunan
"Sedang apa kamu disana?" Ternyata itu lucian dengan wajah kesal nya
"Itu tadi siapa ya?" Mengacuhkan pertanyaan lucian
"Yang benar saja kamu dengan tubuh kecilmu bisa terinjak " menegaskan angel dengan nada sedikit tinggi
"Mana mungkin itu akan terjadi" acuh angel mengalihkan pandangannya
"Besok kita akan pergi menyiapkan acara pertunangan kita" ujar lucian berjalan membelakangi angel
"Memang acaranya diselenggarakan kapan?" Tanya angel membuat lucian geram sungguh pertanyaan yang tidak masuk akal
"Kamu ini bodoh! Masa harinya saja lupa" ujar lucian pergi menjauh
'Apa sih ditanya malah pergi!'
Angel selalu merasa ada yang janggal dari acara pertunangan dia dengan lucian ,angel sepanjang hari terus memikirkan apa yang janggal? Sampai larut malam
'Sekiranya apa yang janggal?'
Berkali kali mencoba memikirkan dan menebak tapi tidak ada jawaban sama sekali karena lelah angel terlelap dalam tidurnya. Kemudian angel bermimpi melihat dirinya dan lucian didalam mobil yang sedang melaju kencang ditembaki oleh mobil hitam dibelakangnya, mobil yang dikendarai sudah mulai mengeluarkan asap hitam dari mesin mobil tapi mobil hitam masih mengejar mereka dengan kecepatan penuh
'Kenapa mereka mengejar kita? Apa yang terjadi?'
Lucian dipenuhi luka dengan darah yang masih mengalir dari dadanya
Angel mulai panik melihat keadaan lucian yang memperihatinkan tangannya mulai lemas dari pegangan setir mobil, angel spontan mengambil alih mobil berusaha agar mobil tetap melaju dijalurnya
'Mereka masih mengejar!'
Sampai akhirnya mobil yang dikendarai angel dan lucian menabrak pagar pembatas jalan dan masuk kedalam jurang
'Apa hidupku berakhir disini bersama lucian yang terluka, sungguh mengenaskan nasipku'
BRAKKKKK...
Angel terbangun dari tidurnya dengan keringat mengalir deras diikuti air mata
"Hanya mimpi... " perasaan lega bahwa dirinya masih hidup
"Mah! Aku berangkat ya!" Pamit angel berlari menuju halte
Bus pun datang angel langsung naik, sampai dikantor angel berlari ke ruangannya lalu duduk bersandar dikursi
"Angel pagi!" Sapa lisa
"Pagi lis" penuh dengan pikiran
"Mikirin apa sih pagi-pagi?"
"Gak kok" beralih ke komputer
12.00 waktu makan siang, seperti biasa angel selalu kekantin dijalan angel bertemu lelaki yang kemarin dilobi
"Hai!" Sapa lelaki itu
"Hallo!" Membalas dengan canggung
"Kemarin aku tidak melihatmu dikerumunan, ah! Mungkin karena kamu kecil jadi tidak terlihat ha haha.. " ucapan yang ngelantur itu membuat angel kesal
"Anda ini siapa ya?" Menahan emosi
"Aku Nicolas, kamu? " jawabnya dengan angkuh
"Saya angel salam kenal, permisi" angel berjalan melewati Nicolas
"Salam kenal adik ipar ku" dengan suara pelan
"Hah! Apa?!" Menoleh tapi Nicolas sudah tidak ada
Angel melanjutkan jalannya menuju kantin, angel melihat lucian duduk sambil menyantap makanan lalu dia melambai kecil pada angel menyuruhnya untuk duduk bersama, angel yang membawa semangkuk sup mendekati lucian lalu duduk didepannya
"Lucian... Aku ingin bertanya"
"Apa? Katakan saja"
"Apa kamu memiliki kakak laki-laki?"
Uhuk.. Uhuk... Lucian tersedak dan wajahnya seketika terlihat kesal, berdiri lalu pergi
"Sebenarnya ada apa?"