THE SECRET IN MARRIAGE

THE SECRET IN MARRIAGE
CH 14



Tiga hari berlalu, angel berkerja seperti biasa.


"Angel, apa kamu sudah memberikkan semua file ke direktur?" Tanya seketaris


"Maaf, belum kuberikan"


"Dasar!, sana cepat pergi!" Ujar seketaris dengan wajah galak


Angel bergegas menuju ruang direktur


"Permisi... " ujar angel mengetuk pintu


"Iya, silahkan masuk!"


"Pak, saya ingin menyerahkan file"


"Kenapa kamu baru menyerahkan ke saya?" Tanya direktur dengan naga tinggi


"Maafkan saya"


"Baiklah, tapi tidak ada lain kali!"


"Terimakasih pak direktur" membungkuk


Angel keluar dari ruangan direktur


"Fiuuuhhhhh.. " menghela nafas


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya lisa


"Aku melupakan sesuatu yang penting yang membuatku hampir di pecat"


"Apapun itu Jangan lakukan lagi!" Ujar lisa


"Iya, kamu ingin kemana?" Tanya angel melihat lisa membawa tas besar


"Aku ingin ke kota B, aku di pindah tugaskan disana"


"Apa?!, sayang sekali kita tidak satu kantor lagi:("


"Dasar!, harusnya kamu berkata 'benarkah?, kamu hebat sekali!' Begitu"


"Tapi kan... " ujar angel dengan tatapan sedih


"Kamu ini seperti anak anjing yang ditinggalkan tuannya! "


"Ya sudah, hati-hati jangan lupa kunjungi aku jika luang"


"Iya, bye-bye " pamit lisa pergi meninggalkan angel di lorong


Angel kembali keruangannya dan memikirkan bahwa siapa yang akan membantunya jika kalau angel dalam kesulitan.


"Ray, tidak mungkin kita beda kantor hanya bertemu diluar jam kerja. Leonard, tidak mau nanti yang ada hanya membuat keributan. Nicolas, tidak nanti malah bertengkar dengannya. Siapa ya...?" Gumam angel


"Sedang apa?"


"Brian, kamu sejak kapan pindah ke sini?!"


"Kemarin, kamu sendiri sedang bergumam apa?"


"Aku bingung, temanku baru saja dipindah tugaskan ke kota B, kalau dia pergi siapa yang bisa membantuku?"


"Begitu rupanya, aku akan membantumu!"


"Benarkah?"


"Tentu!, aku pasti akan membantumu"


"Terimakasih banyak~" tersenyum senang


"Haha hah... "


"Mari bertukar nomor telephone!" Ujar angel antusias


"Baiklah"


Sepulang kerja angel bertemu dengan Nicolas


"Hei, nona~" sapa Nicolas


"Seharusnya tadi aku ambil jalan memutar saja!" Ujar angel menghindar


"Kamu ini kenapa?" Tanya Nicolas


"Bukan urusanmu"


"Seperti apa yang kamu lihat!" Jawab angel dengan nada kesal


"Ini sudah malam, apa tidak apa-apa kamu pulang sendirian?" Tanya nicolas membujuk angel


"Baiklah.. " angel menyerah


Nicolas membukakan pintu mobil untuk angel, angel masuk kedalam mobil disusul dengan nicolas yang masih berbinar-binar.


Chatting..


_______________________________________


Nicolas


Online


{Sudah pulang?}


{Sudah}


{Masih dijalan? Apa sudah


Dirumah?}


{Iya, sudah dirumah}


{Baguslah, jaga kesehatanmu!}


{Iya terimakasih, sudah


khawatir padaku :) }


{Iya, aku senang kamu


Baik-baik saja:-D}


{Selamat malam}


{Kamu juga, selamat malam}


_______________________________________


"Kenapa berbohong?" Tanya nicolas


"Bukan urusanmu!, sudah itu rumahku"


Angel turun dari mobil


"Terimakasih atas tumpangannya" ujar angel membungkuk lalu masuk kedalam rumah.


"Seharusnya lebih pandai jika ingin berbohong pada lucian" ujar nicolas tertawa kecil


Drrrrrtttt....


"Siapa? " ujar nicolas mengangkat telfon


Nicolas : hallo!, siapa?


Nomor tidak : ini aku leonard!


Dikenal


Nicolas : dasar bodoh!, seharusnya chat aku dulu


Leonard : aku malas mengetik..


Nicolas : ada apa?


Leonard : tadi, aku melihat lucian keluar dari bank


Nicolas : kapan?


Leonard : barusan, lalu dia pergi kesuatu hotel Bintang Lima


Nicolas : terus pantau dia aku akan kesana!


Leonard : baiklah cepat- , HEI! KEMBALIKAN!!!


Nicolas : hallo?, hallo?! Leonard?


Telfonnya Tiba-tiba terputus


Nicolas penasaran dengan apa yang terjadi pada Leonard, dia menancap gas dengan kencang menuju tempat Leonard berada.