
"Iya maaf aku hanya berbicara sebentar dengan leonard"
"Kalau begitu cepatlah bersiap!" Ujar lucian dengan nada tinggi
"Baiklah... " angel pergi meninggalkan lucian dan Leonard
"Lihatlah, dirimu lucian sangat dingin padanya" ujar Leonard
"Benarkah?, kurasa tidak!" Ketus lucian
"Heh,kenapa kalian ada disini?" Ujar Nicolas berjalan mendekat
"Nicolas, kenapa kau belum tidur?" Tanya Leonard
"Aku belum mengantuk, kau sana tidur!"
"Baiklah" Leonard kembali kekamarnya
"Cih!, melihatmu membuatku kesal"
"Akan ku katakan yang sejujurnya, aku membencimu dan ingin merebut semua yang kau punya seperti apa yang kau lakukan padaku dulu!" Ujar Nicolas
"Kau menantang ku?!" Ujar lucian mulai terpancing emosi
"Tidak, ini peringatan" ujar Nicolas dengan santai
"Sialan!" Kesal lucian
Nicolas berjalan menjauh, keluar dari gedung
'Padahal mereka sudah ku peringatkan tapi tidak mau dengar' menghela nafas
Belum sempat melangkah masuk kedalam mobil Leonard memanggil Nicolas.
"Nicolas!!!" Teriaknya dari jauh
"Ada apa?!, bukankah aku menyuruhmu tidur lebih awal!" Tanya Nicolas menarik langkahnya kembali
"Maaf,aku sudah melaksanakan semua perintahmu"
"Benarkah?" Ujar Nicolas tidak percaya
"Iya, aku sudah menyuruh angel keluar dari gedung saat didalam kamar, dan aku juga sudah melaporkan kejadian yang Ada Dikantin"
"Good job!, ikutlah denganku ada seseorang yang ingin ku pertemukan denganmu" ujar Nicolas masuk kedalam mobil
"Oke!" Ujar Leonard masuk kedalam mobil
Mereka pergi ke kafe untuk bertemu "seseorang", ternyata orang yang ingin ditemui adalah ray.
"Ray!, maaf lama menunggu" ujar Nicolas duduk tepat didepan ray
"Baguslah kau datang" ujar ray bosan
"Ini Leonard, dia yang akan membantumu nanti"
"Salam kenal~" Sapa Leonard sayangnya dibalas dengan sikap dingin ray
"Sepertinya... Aku mengenalmu, kau ini orang yang mengejar-ngejar angel bukan?!"
"Eh, apa terlihat seperti itu?" Ujar Leonard kikuk
"Angel bilang dia merasa tidak nyaman saat bersamamu" jelas ray dengan muka datar
"Haissshhh, kau sendiri ingin jadi penghianat?!" Balas Leonard
"Penghianat?,kata itu tidak cocok untukku" ujar ray dengan angkuh
"Lalu apa?!"
"Membalasnya, kata itu lebih cocok" jawab ray
"Memangnya dia telah berbuat apa padamu sampai kau ingin membalasnya?" Tanya Leonard penasaran
"Kurasa kalian berdua melupakan ku!" Ujar Nicolas dengan nada kesal
"Salah sendiri!, kau terus saja melihat ponselmu!" Balas Leonard
"To the point aja kalian ingin mengatakan apa padaku?" Ujar ray dengan sikap dinginnya
"Kami kemari ingin mengatakan sesuatu yang penting" ujar Nicolas Menjelaskan rencana selanjutnya
Setelah penjelasan yang panjang akhirnya Nicolas memutuskan untuk pulang. Di mobilnya Nicolas tidak lepas dari ponsel
Chatting...
09.00
|angel|
Online________________________________________________________________________
{Angel!!!, balas dong}
^^^{Ada apa?, jangan spam^^^
^^^Chat}^^^
{Sudah tidur?}
^^^{Belum,kamu sendiri ada apa^^^
^^^Malam-malam begini?}^^^
{Tidak, aku hanya ingin tahu
apa yang sedang kamu lakukan?}
^^^{Aku sedang bermain ponsel^^^
^^^,kamu ini aneh😒}^^^
{Benarkah?aku ini tampan😎}
^^^{Minta ku pukul yah!💢}^^^
{Kabur... Kamu ini mengerikan.
Apa kau tidak merindukanku?}
^^^{GA}^^^
{Kamu membuatku menangis~}
^^^{Maaf aku ingin tidur}^^^
{Baiklah, selamat malam}
^^^{Selamat malam, lain kali^^^
^^^Jangan mengirim pesan^^^
^^^Malam-malam!}^^^
{Hahahahah.. Iya nona angel}
_______________________________________
Nicolas tersenyum-senyum sendiri sambil melihat ponsel nya lalu menutupnya, tidak terasa sudah sampai depan apartemen nya. Nicolas masuk ke kamar nya, setelah mandi dia mengecek ponselnya ada pesan dari lucian.
Chatting...
10.00
Lucian
Online
_______________________________________
{Hei!}
^^^{Kau ini kenapa?!}^^^
{Cih, kau pura-pura bodoh}
^^^{Kau pikir kau lebih pintar dari^^^
^^^Kakakmu ini!}^^^
{Berisik!, aku ingin meperingatkan
Mu!, Jangan pernah berharap
Kau bisa merebut angel dariku!}
^^^{Heh, kau jatuh cinta dengannya?^^^
^^^Atau takut kehilangan batu pijakkan^^^
^^^mu!}^^^
{Sialan kau!}
_______________________________________
"Apa dia bodoh?atau bagaimana?" Ujar Nicolas Geleng-geleng kepala