THE SECRET IN MARRIAGE

THE SECRET IN MARRIAGE
CH 11 (Hari Pertunangan)



Hari pertunangan pun tiba, angel disibukkan dengan jadwalnya sebelum jam 5 sore, dengan terburu-buru angel berlari menuju gedung pertunangan.


Di aula gedung, semua Pekerja sibuk menyiapkan acara pertunangan


"Nona!, kemana saja?!"


"Maaf, aku baru sampai"


Salah satu pelayan mengantar angel keruang ganti, angel merasa gugup memakai gaun putih yang indah


"Angel! " panggil lucian melongok dari balik pintu


"Lucian, kamu sudah datang"


Lucian berjalan menghampiri angel yang terlihat repot dengan gaunnya


"Ada apa dengan gaunnya?"


"Tidak ada apa-apa"


"Kalau begitu,cepatlah menuju ruang pelaksanaan" ujar lucian keluar


'Dasar lucian!, tidak tahu terimakasih💢'


Angel berjalan ketempat resepsi, angel sangat repot dengan gaun yang menjuntai ketanah dia mengangkat sedikit gaunnya agar tidak terinjak.


Tamu undangan mulai berdatangan, terlihat lisa, ray dan Nicolas duduk dikursi Tamu paling depan. Lisa melambai kecil, angel membalasnya dengan senyuman


"Angel kamu ditunggu lucian disana!" Ujar Leonard berbisik


"Leonard?, sedang apa kamu disini?!"


"Aku diundang"


Angel segera berjalan menemui lucian yang sedari tadi melihat jam tangannya


"Angel, cepat gandeng tanganku" mengulurkan tangan


Angel dan lucian berjalan berdampingan diatas karpet merah, para tamu bertepuk tangan, pandangan lucian tetap lurus kedepan. Lalu mereka menghadap para tamu lucian mulai berbicara.


"Para tamu undangan yang saya hormati, hari ini adalah hari yang berbahagia untuk saya dan tunangan saya. Saya harap anda Sekalian menikmati hidangan yang dihidangkan" setelah berbicara lucian membungkukkan badannya, angel mengikuti


Sekarang waktunya menyapa para tamu yang hadir, angel dan lucian menghampiri ibu lucian


"selamat malam nyonya" sapa angel


" selamat malam, panggil aku mamah saja" ujar ibu lucian tersenyum ramah


"Ibu, kami datang untuk menyapa mu" ujar lucian berwibawa


'Canggung sekali.. '


"Tidak perlu begitu formal padaku:), aku suka melihat kalian bersama. Oh ya setelah pertunangan kalian akan menikahkan?" Ujar ibu lucian dengan senyuman nya


"Tentu,kami akan segera menikah" sambung lucian


"Lucian, maaf aku ingin menyapa temanku"


"Hmmm... Baiklah tapi jangan terlalu lama ada banyak tamu lain yang harus kita sapa!"


Angel berjalan sambil mencari lisa


"Angel!" Teriak lisa dari belakang


"Lisa!, kamu mengagetkan ku"


"Maaf, aku sangat senang melihatmu;)"


"😕 apa? "


"Memangnya dulu aku punya pacar saat SMA?"


"Kurasa tidak deh!, tapi ada orang yang tidak bisa disebut mantan mu"


"Siapa?"


"Leonard, dia itu pernah menyatakan rasa suka nya padamu dan kamu menerimanya tak lama dua hari kemudian kamu dan leonard putus, saat itu kamu bilang kamu sangat membencinya!"


"Benarkah?, aku tidak mengingat nya"


"Hei!, jangan menghalangi jalan!"


"Siera!, kamu?"


"Kalau saja aku tidak diundang oleh lucian aku tidak akan datang!"


"Jadi lucian yang mengundangmu" ujar lisa


"Siapa kau?!, aku tidak mengenalmu!"


"Sialan!" Kesal lisa


"Angel!, sudah ku katakan agar tidak terlalu lama" ujar lucian berjalan mendekat


"Lucian~, sudah lama tidak bertemu" teriak siera hendak memeluk lucian,


Lucian dengan cepat menghindar pelukkan siera. Siera mematung sesaat


'Ha.. Ha.. Hah, wajahnya seperti dicampakkan' batin angel tertawa terbahak-bahak


Lucian menggandeng tangan angel dan membawanya untuk menemui para tamu yang hadir, terlihat dari jauh lisa dan siera masih berdebat.


Setelah menyapa para tamu angel pergi kekamar yang disediakan untuk istirahat sejenak.


Tidak lama kemudian terdengar suara teriakkan memanggil angek dari jendela


"ANGEL!!! "


Spontan angel melihat keluar jendela disana ada leonard melambaikan tangannya


"Angel!, keluarlah dari gedung ini, cepat!"


Angel melihat leonard tergesa-gesa menyuruhnya keluar dari gedung


"Memangnya kenapa?"


"Sudah keluarlah dulu, nanti aku jelaskan!"


Angel memutuskan untuk melompat dari jendela, namun tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang


"Angel kamu sudah gila!" suara lucian


"Lucian!, lepaskan aku!"


Lucian menarik angel masuk kembali kedalam kamar


"Bagaimana jika ada yang melihatmu tadi?! " lucian memarahi angel


Tok.. Tok.. Tok


Suara ketukkan pintu, angel dan lucian mulai panik apa yang harus mereka katakan, kalau dia bertanya apa yang terjadi dengannya tadi.