THE SECRET IN MARRIAGE

THE SECRET IN MARRIAGE
CH 15



Nicolas dengan sigap menuju tempat Leonard berada dengan melacak handphonenya. Nicolas menancap gas nya menjadi kecepatan penuh menghindari lampu merah.


Sampai di depan hotel bintang lima, nicolas kembali melihat handphone


pelacak nya menunjukkan keberadaan leonard masih berada di sekitar hotel.


Tiba-tiba ada yang penepuk bahunya, sentak nicolas menoleh


"Sedang apa kau disini?!" yang ternyata lucian


"Bikin kaget saja!, aku sedang mencari seseorang" jawab nicolas matanya masih mencari-cari


"Siapa? " tanya lucian yang sejujurnya malas menanyai


"Bukan urusan mu!" langsung menjawab


"Yah, bukan urusan ku juga" ujar lucian berjalan pergi


"Sialan!, kemana dia?" ujar nicolas berjalan mencari Leonard disekitar hotel


Hahahaha...


Suara tawa terdengar dari pintu keluar hotel, Leonard berjalan keluar dengan santai di sekitar nya banyak sekali perempuan yang mengerubunginya seperti semut.


Nicolas dengan geram menghampiri Leonard.


"DASAR BOCAH SIALAN!!! " teriak nicolas menjewer kuping Leonard


Leonard merintih kesakitan


"Huwaaaaa... Sakit!, apa yang kamu lakukan nicolas lepaskan!" teriak Leonard kesakitan


Nicolas melepaskan jewerannya


"Apa yang kau pikirkan?!" tanya Nicolas tangannya di pinggang


"Apa?" bermuka polos


"Sialan!, kenapa kau ditelpon berteriak?!"


"Oh itu, aku tadi saat sedang membuntuti lucian melihat sekumpulan gadis cantik mereka menghampiri ku dan menarik ponselku hahaha... " jelas Leonard seperti tidak punya dosa


"Kau ini!, lain kali jangan seperti itu" ujar nicolas berjalan menjauh


"Bagaimana dengan lucian?!" tanya Leonard


"Bagaimana kepalamuđź’˘, dia sudah pulang tidak ada gunanya kau tetap disini!" ujar nicolas pergi


****


Besoknya angel sedang berjalan di koridor sambil membawa berkas menutup kepalanya.


"Angel? " ujar Leonard


"Leonard!, sedang apa kamu dikantor ku?" Tanya angel


Mereka berjalan menuju mesin foto copy


"Kenapa tidak ada yang membantu mu selain aku?" Tanya Leonard


"Karena temanku yang biasa denganku dia dipindah tugaskan ke kota B" jawab angel


"Lalu saat ini siapa yang membantumu?" tanya leonard memiringkan kepala


"Ada Brian, dia lelaki yang baik" ujar angel sambil tersenyum


"Bagus kalau begitu!"


"Iya.. "


Angel sampai di ruang foto copy, lalu meminta setengah berkas yang ada pada leonard.


"Terimakasih sudah membantuku" sambil menundukkan kepalanya


"Sama-sama, lain kali panggil saja aku kalau kamu butuh bantuan" berjalan pergi


Angel menggunakan mesin foto copy tapi satu hal yang tidak disadari angel


"Bagaimana kau membawa berkas sebanyak ini!" melihat berkasnya mengganda


"Angel?, ada apa?" ujar brian di depan pintu


"Brian, kebetulan sekali kamu ada disini! Tolong aku yah bawain berkas ke ruanganku" ujar angel dengan mata seperti anjing yang sedang berharap


"Baiklah!" langsung menyaut


"Pasangan yang serasi~"


'Seirin?, sedang apa dia disini?!' batin angel


"Apa yang ingin kamu lakukan?!" angel waspada


"Heh, ku lihat pekerjaan mu bertambah" melongok ke belakang angel


"Bukan urusanmu" sambung angel


"Kamu tahu? Kalau teman mu atau sahabat mu itu, meninggalkan mu!" ujar siera memainkan jarinya


"Apa maksud mu?!" brian nampak geram dengan ucapan siera


"Bodoh sekali!, kamu bahkan tidak tahu bahwa di sekitar mu banyak sekali penghianat, mereka memanfaatkan mu setelah sudah tidak ada manfaatnya untuk mereka, mereka akan membuang mu!" ujar siera bersandar di dinding dengan angkuh


"Apa yang kamu katakan? 'Mereka'? Siapa?" bingung dengan perkataannya


"Angel jangan di pikirkan!" ujar brian sedikit berteriak


Brian menyembunyikan angel di belakang tubuhnya dari siera.


"Kalau begitu aku Permisi~" berjalan keluar