
"Maksudmu, aku harus berpartisipasi dalam acara ini?" tanya Vlora. "Biasanya anda tidak mengikuti acara ini Vlora karena kaisar Victor selalu melarang anda untuk ikut. Hanya saja, sekarang yang mulia kaisar Victor memerintahkan anda untuk ikut karena atas saran yang diberikan oleh selir Violet." ucap Emma.
"Begitu rupanya, aku tahu mungkin saja selir ular itu mempunyai siasat licik untuk mencelakai ku. Oke mungkin ini sudah waktunya." batin Vlora. "Baiklah jika begitu sampaikan kepada kaisar brengsek itu aku akan mengikuti acara ini." ucap Vlora pada Emma. "Oke Vlora." Emma sudah tidak lagi mengomentari tingkah laku dan cara bicaranya Vlora, ia hanya menurut saja.
Vlora pergi ke kamarnya untuk membaca buku yang ada di dalam cincin penguasa, banyak jurus jurus hebat yang bisa Vlora pelajari. Vlora juga mencoba untuk memasuki cincin penguasa, ternyata berhasil. Vlora melihat betapa luasnya dimensi yang berada di dalam cincin penguasa itu seperti dunia, ia juga melihat semua harta benda yang menggunung di sana terus bertambah.
"Apakah itu secara otomatis bertambah dengan sendirinya? " batin Vlora yang heran. Disana juga banyak tumbuhan, pohon-pohon, yang tumbuh. "Apakah penguasa sebelumnya yang menanam semua tumbuhan ini? banyak tanaman obat dari yang biasa sampai yang langka yang tumbuh dan juga semua buah-buahan, sayur-sayuran tumbuh disini." batin Vlora lagi.
Langsung saja Vlora mempelajari semua yang berada didalam sana, waktu di dalam dimensi cincin dan diluar sangat berbeda. 1 hari berada didalam dimensi cincin penguasa sama dengan 1 jam diluar, Vlora menghabiskan waktu 7 hari didalam sana mempelajarinya.
"Tak terasa 7 hari berlalu didalam sini, mungkin diluar sana sudah pagi, aku akan keluar sekarang." ucap Vlora. Vlora keluar dari dimensi cincin penguasanya, selama berada di dalam cincin penguasanya tingkat kultivasi Vlora naik menjadi tingkat bumi level 5.
"Ternyata matahari belum terbit, mungkin mereka masih tertidur." ucap Vlora sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah selesai mandi, Vlora berpakaian "Baju-baju ini sudah sangat usang, sebaiknya aku beli atau membuatnya sendiri nanti." setelah berpakaian ia pergi ke dapur istana untuk memasak.
Terlihat di dapur istana belum ada pelayan disana Vlora langsung saja masuk dan menyiapkan bahan untuk memasak dan mengambil beberapa bahan dari cincin penguasanya, "Aku akan membuat nasi goreng, sup ayam dan rendang. Aku sangat ingin memakan makanan itu." ucap Vlora, dan memang itu adalah makanan favoritnya.
Saat Vlora sedang memasak pelayan yang bertugas di dapur masuk, mereka heran dengan seorang gadis yang sedang memasak, mereka mengira bahwa gadis itu adalah pelayan baru. "Hei apa kau pelayan baru? aku tidak pernah melihatmu sebelumnya." ucap salah satu pelayan disana.
Vlora yang sedang memasak pun mengalihkan pandangannya pada mereka sekilas, lalu kembali fokus memasak. Wanita yang tadi bertanya geram karena Vlora mengabaikannya, "Hei aku bertanya pada mu dasar rendahan!." ucap wanita itu dengan nada tinggi, pelayan yang lain hanya melihat saja karena wanita itu adalah kepala pelayan istana.
Vlora mengalihkan pandangannya lagi pada wanita itu, "Kau bertanya padaku?" tanya Vlora dengan dingin. "Tentu saja aku bertanya pada mu dasar orang rendahan!." ucap wanita itu yang sangat memandang rendah Vlora karena pakaian yang di pakai oleh Vlora sangat usang.
"Aku bukan pelayan." ucap Vlora dengan muka datar dan dingin. "Jika kau bukan pelayan, apa kau pengemis yang masuk ke dalam dapur istana untuk mencari makanan!? mengapa prajurit istana membiarkan kau masuk ke sini." ucap wanita itu yang sepertinya akan memanggil beberapa prajurit istana.
Kepala pelayan mengingat-ingat wajah yang sedang ia pandang juga, lalu ia terkejut setelah mengingat wajah itu. "Ka-kau wanita jelek dan bodoh itu!??" kepala pelayan tidak mempercayai hal itu, bagaimana bisa wanita jelek dan bodoh itu sekarang sangat cantik melebihi dewi. Pelayan yang ada disana pun ikut terkejut karena yang mereka tahu bahwa Vlora mempunyai wajah jelek dengan bintik-bintik merah di wajahnya dan bodoh.
Vlora langsung menarik kembali aura membunuh yang ia keluarkan, para pelayan yang disana sudah bernafas dengan lega. Karena Vlora sudah selesai memasak ia akan kembali ke kediamannya, Vlora ingin memberikan hukuman pada kepala pelayan karena dulu kepala pelayan itu sering kali menyiksanya, tapi ia pikir akan membalas wanita itu nanti bersamaan dengan selir Violet.
Sebelum pergi Vlora membisikkan sesuatu ke kepala pelayan "Waspadalah, karena aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri. Mengingat kelakuan mu dulu, aku jadi semakin ingin membunuhmu." bisik Vlora, Vlora pun pergi dari dapur istana menuju kediamannya, lalu ia menata makanan di meja Vlora melihat Emma yang keluar dari kamarnya.
Vlora tahu bahwa Emma ke sana untuk membangunkannya tapi ia sudah lebih dulu bangun. "Emma, cepat panggil yang lain untuk makan." ucap Vlora. "Vlora apakah anda yang memasak dan menyiapkan semua ini? seharusnya jika Vlora ingin makan cukup beri perintah pada saya untuk menyiapkannya." ucap Emma yang merasa tidak enak hati karena junjungannya menyiapkan semua itu sendiri.
"No problem, aku sendiri yang ingin memasak dan menyiapkan ini. Cepat panggil yang lain." ucap Vlora. Emma pun mengangguk dan memanggil Lucas Elvan dan Elvin. "Waah wangi makanannya membuatku sangat lapar." ucap Elvin yang sudah tiba di sana, Elvan dan Lucas pun menyusul. Mereka berlima sudah duduk ditempatnya masing-masing, tetapi keempat orang itu terlihat keheranan dengan makanan yang ada di meja. "Emma, makanan apa yang kamu bawa ini? aku belum pernah melihatnya." ucap Elvin, Elvan dan Lucas pun keheranan dengan itu tapi pertanyaan mereka sudah diwakili oleh Elvin, jadi mereka hanya diam.
"Bukan aku yang membuat makanan ini." ucap Emma juga yang keheranan dengan makanan yang ada di depannya. "Lalu siapa yang membuatnya jika bukan kau?" kali ini tanya Elvan, Emma hanya melirik Vlora yang sedang menggigit rendangnya.
Mereka bertiga pun mengikuti arah pandangan Emma, pandangan mereka seperti meminta penjelasan pada Vlora. Vlora tau apa yang ada dalam pikiran mereka, "Aku yang membuatnya, ini namanya nasi goreng
...------------------------------------------------...
Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.
Jangan Lupa Untuk Follow