The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Sedikit Berlatih



"Hei kau sangat tampan. Aku sangat tertarik pada mu, ayo pergi dengan ku, Aku akan sangat memuaskan mu." ucap wanita itu dengan tidak tahu malunya. Lucas tidak membalas ucapan wanita itu apalagi meliriknya.


Wanita itu geram dengan Lucas yang mengabaikan dirinya, "Kau berani-beraninya mengabaikan ku dasar orang rendahan! aku adalah Malbona seorang putri dari kerajaan Hoku, beraninya orang rendahan seperti mu mengabaikan ku." ucap Malbona dengan sombongnya.


"Habis sudah nasib pemuda malang itu, putri Malbona terkenal sangat menyukai pemuda tampan tapi jika pemuda itu tidak tertarik padanya, putri Malbona akan menghancurkan hidupnya dan juga orang-orang terdekatnya" itulah yang dipikirkan oleh orang-orang yang berada di kedai itu yang merasa iba kepada Lucas. Pada dasarnya orang-orang dari kerajaan Hoku ini sangat sombong, angkuh dan tidak tahu malu.


Lalu Malbona melihat Vlora dan Emma, ia terlihat iri dengan kecantikan yang dimiliki Vlora. "Apa kau mengabaikan ku karena para gadis jelek ini? apa bagusnya mereka? mereka terlihat seperti pengemis." ucap putri Malbona sambil menyiram Vlora dengan air yang ada di meja. Lucas sangat marah dengan hal itu, ia sudah mengeluarkan aura membunuhnya, orang-orang yang berada di kedai sangat tertekan dan sulit untuk bernafas.


"Berani-beraninya manusia rendahan seperti mu menyiramkan air pada junjungan ku! aku akan..." ucapan Lucas terhenti oleh Vlora. "Cukup Lucas, biar aku yang menanganinya sendiri." ucap vlora dengan datar dan dingin, Lucas hanya bisa menurutinya dengan menundukkan kepalanya lalu mundur. Tanpa berbasa-basi Vlora langsung menghancurkan titik energi spiritual yang ada ditubuh putri Malbona.


Jika titik energi spiritual hancur maka orang tersebut tidak akan bisa berkultivasi dan akan menjadi orang cacat. "Ka-kau, apa yang kau lakukan padaku." ucap putri Malbona yang sedang kesakitan di lantai. Vlora lalu mendekati putri Malbona dan membisikkan sesuatu ke telinganya, "Mulai sekarang, apapun yang terjadi di sekitar mu. Kau harus menyalahkan semua hal itu terjadi karena kesalahan mu, ingat ini baik-baik." ucap Vlora yang hanya bisa di dengar oleh putri Malbona.


Putri Malbona pingsan saat itu juga karena tidak kuat menahan rasa sakitnya, ia langsung saja dibawa oleh pengawal dan prajurit yang bersamanya. Prajurit yang bersama Putri Malbona tidak berani untuk menyerang Vlora jadi mereka hanya mengancam saja, "Kau tunggu saja pembalasan dari kerajaan Hoku." ucap salah satu prajurit lalu mereka pergi.


Setelah kepergian mereka Vlora kembali duduk, kebetulan makanan dan minuman yang dipesan sudah datang, dan kedai itu kembali tenang. Setelah selesai, Vlora Emma dan Lucas kembali ke kediaman permaisuri di istana kekaisaran Navarre.


Vlora Emma dan Lucas sudah sampai di kediaman permaisuri, saat sampai Vlora melihat Elvan dan Elvin yang sedang menghalangi selir Violet untuk masuk. Elvan dan Elvin yang melihat Vlora langsung membungkukkan badannya "Hormat kami yang mulia permaisuri." ucap mereka serempak lalu kembali berdiri.


Selir Violet yang melihat Vlora terlihat sangat terkejut dengan perubahan Vlora, "Ternyata benar, gadis jelek dan bodoh ini menjadi sangat cantik melebihi dewi. Tapi tidak, aku masih lebih cantik dari pada gadis ini." batin selir Violet yang masih tidak menerima kenyataan.


"Ada urusan apa anda datang ke kediaman saya?" tanya Vlora dengan dingin. Selir Violet langsung tersadar dari keterkejutannya, lalu selir Violet melihat laki-laki tampan yang bersama Vlora. "Gadis bodoh apa yang kau lakukan dengan membawa laki-laki itu ke kediaman mu, apa kau berselingkuh dengan laki-laki itu dari yang mulia kaisar Victor?" tuduh selir Violet, karena iri.


"Dia, dia, dan juga mereka adalah orang-orang saya. Saya tidak seperti anda yang melakukan hal seperti itu dengan prajuritnya sendiri." ucap Vlora yang menunjuk Emma Lucas Elvan dan Elvin. Terlihat wajah selir Violet yang terkejut dan ketakutan karena ada yang mengetahui hal itu, "Apa yang kau bicarakan dasar gadis jal*ng! Kau jangan asal menuduh ku melakukan zina dengan prajurit ku sendiri jika tidak ada bukti!" teriak selir Violet.


"Apakah saya berkata zina? anda yang bilang sendiri." ucap Vlora dengan tenang. "Ka-kau, dasar jal*ng si*lan!" teriak selir Violet lalu pergi dari sana. "Kerja bagus kalian berdua." ucap Vlora kepada Elvan dan Elvin, lalu masuk ke dalam.


"Emma, apa kau tahu orang yang bisa menjahit untuk membuat pakaian?" tanya Vlora yang sudah berada di ruang tengah. "Vlora kebetulan saya bisa menjahit, apakah Vlora membutuhkan sesuatu?" ucap Emma. Vlora langsung mengambil kertas dan pena, lalu membuat desain-desain pakaian dalam sekejap.


"Jika begitu, aku ingin kau membuat pakaian. aku membuatkan desainnya kau hanya perlu mengikuti seperti ini." ucap Vlora sambil menunjukkan desain-desain tadi kepada Emma, Emma yang mengerti langsung pergi dari sana untuk membuat pakaian yang diminta Vlora dari kain-kain yang tadi dibeli di toko.


Di ruang tengah hanya ada Vlora dan Lucas sekarang, "Lucas, apa kau ingin sedikit berlatih? cepat ikuti aku" ucap Vlora dengan menyeringai lalu pergi, yang membuat Lucas sedikit ketakutan tetapi mengikuti Vlora pergi.


...----------------...


Saat ini Vlora dan Lucas sudah berada di gerbang perbatasan kerajaan Hoku, Vlora memakai identitas sebagai penguasa Kegelapan. Sebelum mereka sampai di perbatasan kerajaan Hoku, Vlora dan Lucas berganti pakaian dan memakai topeng yang hanya menutupi mata saja yang diambil dari cincin penguasanya. Sekarang Lucas tahu tujuan Vlora datang ke sini untuk melakukan apa.


Mereka diberhentikan oleh prajurit yang menjaga di gerbang perbatasan untuk ditanyai identitas dari mereka berdua, "Sebelum kalian memasuki wilayah kerajaan Hoku tolong tunjukkan identitas kalian berdua." ucap prajurit yang bertugas menjaga gerbang perbatasan dengan nada yang tidak enak untuk di dengar.


Lucas mengeluarkan token identitas berwarna dasar hitam dengan corak yang indah berwarna perak, bisa saja Lucas langsung membunuh mereka dan masuk ke wilayah kerajaan Hoku begitu saja. Tetapi Vlora melarangnya, ia ingin mengetahui sikap orang-orang dari kerajaan Hoku.


Vlora tidak perlu lagi mengeluarkan token identitas miliknya karena token identitas milik Lucas saja sudah lebih dari cukup. Token identitas dari setiap wilayah yang ada mempunyai corak dan warna


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow