The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Nasi Goreng, Sup Ayam Dan Rendang



"Bukan aku yang membuat makanan ini." ucap Emma juga yang keheranan dengan makanan yang ada di depannya. "Lalu siapa yang membuatnya jika bukan kamu?" kali ini tanya Elvan, Emma hanya melirik Vlora yang sedang menggigit rendangnya.


Mereka bertiga pun mengikuti arah pandangan Emma, pandangan mereka seperti meminta penjelasan pada Vlora. Vlora tau apa yang ada dalam pikiran mereka, "Aku yang membuatnya, ini namanya nasi goreng, ini sup ayam, dan ini rendang." jelas Vlora.


"Vlora yang membuat semua ini?" tanya Elvan dan Elvin bersamaan. "Yes i made all of this, sudah cepat makan apa kalian tidak lapar." ucap Vlora. Mereka pun mengangguk, mereka sedikit ragu saat akan memakannya. Setelah mereka merasakan rasa dari makanan yang menurut mereka aneh ini, mereka pun memujinya.


"Waah Vlora, anda benar-benar pandai memasak, makanan ini sangat enak." ucap Emma. "Saya belum pernah merasakan makanan selezat ini, anda benar-benar sangat pandai yang mulia ratu." ucap Lucas walau dengan wajahnya yang datar itu, tapi ia tak berhenti makan. "Benar, makanan ini sangat enak, kami belum pernah mencoba sebelumnya." ucap Elvan dan Elvin. "Jika kalian suka maka habiskan saja." ucap Vlora. Mereka pun makan dengan senang dan menghabiskan semuanya.


----------------


Saat ini di istana ada gosip baru lagi yang menyebar, mereka tidak bisa mempercayai gosip itu.


"Permaisuri yang jelek dan bodoh itu sekarang sudah menjadi sangat cantik dan juga ia memasak makanan dengan sendirinya. Apakah dia mencoba menarik perhatian dari yang mulia kaisar Victor."


"Jangan-jangan ia menggunakan sihir untuk merubah wajahnya yang buruk rupa itu."


"Dia pasti hanya mencari perhatian dari yang mulia kaisar saja."


"Aku tidak percaya dia menjadi cantik melebihi dewi seperti yang dikabarkan."


Begitulah pembicaraan para pelayan dan prajurit istana. Di kediaman selir, saat ini selir Violet sedang berpakaian yang dibantu oleh para pelayan. Tiba-tiba saja pelayan yang paling setia kepada selir Violet yaitu Mensa membisikkan sesuatu ke selir Violet. "Apakah benar?" ucap selir Violet yang terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Mensa. "Benar yang mulia." ucap Mensa sambil menganggukkan kepalanya. "Aku tidak percaya jika tidak melihatnya sendiri, aku ingin pergi ke sana untuk melihat dan memastikannya." ucap selir Violet.


Kemudian selir Violet pergi menuju kediaman permaisuri bersama para pelayan yang mengikutinya dibelakang, ia berjalan dengan sangat terburu-buru karena ingin memastikannya. Saat selir Violet sampai didepan gerbang kediaman permaisuri ia dihadang oleh Elvan dan Elvin, "Apa-apaan kalian ini, berani-beraninya prajurit rendahan seperti kalian menghalangi jalanku!" jerit selir Violet yang marah.


"Maaf anda tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam. Yang mulia permaisuri sedang beristirahat, beliau berpesan tidak ingin diganggu oleh siapapun." ucap Elvan, tentu saja itu hanya alasan. Elvan tahu bahwa kedatangan selir Violet ini dengan maksud dan tujuan yang tidak baik. Dan juga Vlora sedang tidak ada di kediamannya, Vlora Emma dan juga Lucas pergi ke pasar kota setelah selesai makan tadi. Jadi Vlora berpesan kepada mereka berdua jika ada yang mencarinya buat alasan seperti itu.


----------------


Vlora pergi ke toko yang sepi itu karena ia malas jika berdesakan, saat masuk hanya ada satu penjaga yang terlihat di sana dia seorang wanita paruh baya. Wanita paruh baya itu langsung saja menghampiri Vlora, "Nona apakah anda mencari pakaian? mari saya akan menunjukkan pada anda." ucap wanita paruh baya itu dengan sopan, walaupun melihat Vlora memakai pakaian yang terlihat usang.


"Ya, saya ingin membeli beberapa pakaian, untuk wanita dan pria. Dan juga jika ada saya ingin membeli beberapa potong kain. Apakah anda bisa memanggil pemilik toko ini?" ucap Vlora. "Kebetulan saya sendiri pemilik toko ini nona." ucap wanita paruh baya itu yang ternyata pemilik toko ini. Karena jarang sekali ada pelanggan yang datang ke tokonya wanita paruh baya itu tidak sanggup untuk memperkerjakan orang.


"Bagus jika begitu. Bibi saya ingin membeli pakaian dari sini sampai yang di ujung sana, juga kain-kain ini semuanya. Dan juga jika ada stok kain di gudang, tolong bawakan semuanya. Saya akan membeli semuanya." ucap Vlora. Wanita paruh baya itu yang mendengarnya terlihat kaget,


"No-nona apakah akan membeli semua itu?" ucap wanita paruh baya itu dengan wajah yang terlihat syok. "Ya saya akan membelinya, apakah ada masalah bibi?" ucap Vlora. "Ti-tidak nona, baiklah jika begitu saya akan mempersiapkan semuanya mohon nona tunggu sebentar." ucap wanita paruh baya itu sambil pergi untuk menyiapkan semua yang di minta Vlora.


Beberapa saat kemudian semuanya sudah selesai di siapkan dan juga sudah di total jumlah yang harus Vlora bayar. "Nona total semuanya sembilan puluh dua ribu keping koin emas." ucap pemilik toko itu. Langsung saja Vlora mengeluarkan peti kayu dari cincin penguasanya yang berisi seratus ribu keping koin emas, Emma kaget dengan semua itu tapi ia akan menanyakannya nanti. "Selebihnya anggap saja bonus untuk bibi, karena bibi sangat baik dan tidak membeda-bedakan pelanggan." ucap Vlora.


Vlora memasukkan semua belanjaannya ke dalam cincin penguasanya, lalau pergi dari sana. Setelah Vlora pergi pemilik toko tadi terkejut dengan bonus yang dibilang oleh Vlora, ia kira selebihnya hanya 100 atau 200 keping saja ternyata ada delapan ribu keping koin emas.


"Astaga ini sangat banyak, saya harus berterimakasih kepada nona tadi jika melihatnya lagi." ucap wanita paruh baya itu sambil nangis terharu, karena ia sangat membutuhkan uang untuk biaya berobat suaminya, dan juga membayar hutang.


Sekarang Vlora Emma dan juga Lucas sedang berada di kedai makanan, mereka sudah memesan tadi dan sedang menunggu pesanan masing-masing. Tiba-tiba ada seorang wanita dengan dandanan yang sangat tebal seperti badut menghampiri Lucas.


"Hei kau sangat tampan. Aku sangat tertarik pada mu, ayo pergi dengan ku, Aku akan sangat memuaskan mu." ucap wanita itu dengan tidak tahu malunya. Lucas tidak membalas ucapan wanita itu apalagi meliriknya. Wanita itu geram dengan Lucas yang mengabaikan dirinya, "Kau berani-beraninya mengabaikan ku dasar orang


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow