The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Pria Gila



Kini Vlora berada di tengah pasar kota, ia diam-diam keluar karena ia ingin sendiri sambil menikmati aktivitas penduduk di malam hari. Vlora terlihat sedang menikmati banyak makanan yang ia beli tadi sambil duduk di atas pohon yang lumayan tinggi dengan pemandangan pasar kota.


Yang tidak Vlora sadari, ada yang memandangnya dengan wajah yang sulit diartikan dari jarak yang lumayan cukup jauh. "Cakra, apa kau melihat gadis yang berada di atas pohon sana. Aku ingin kau mencari informasi tentangnya, besok aku ingin laporannya." ucap pria dengan wajah yang sangat tampan kepada bawahannya atau bisa dibilang tangan kanannya.


Mendengar itu, Cakra mengikuti arah pandang pria terebut. Awalnya ia bingung dengan perintahnya, karena pria itu tidak pernah sekalipun dekat atau ingin tahu kehidupan wanita manapun, kecuali ibundanya.


"Yang mulia kaisar apakah anda tertarik pada gadis itu?" tanya Cakra. Pria yang disebut kaisar itu menjawab "Tidak, hanya saja gadis itu terlihat menggemaskan saat menghabiskan makanan dengan mulutnya yang penuh terlihat seperti tupai."


"Yang mulia itu namanya anda tertarik." ucap batin Cakra dengan jengah. Tapi ia bersyukur, berarti atasannya masih normal. Cakra sempat khawatir dengan gosip yang beredar.


"Baiklah yang mulia kaisar, saya akan mencari informasi tentang gadis itu sekarang." ucap Cakra dengan hormat lalu menghilang.


Pria itu terus memandangi Vlora yang berada di atas pohon sana. Vlora sekarang merasa jika ada yang memandangnya, tapi ia tidak tahu dari arah mana itu. Lalu Vlora segera turun dari atas sana dengan melompat.


Pria yang sedang memandang Vlora terkejut melihatnya, ia mengira gadis itu akan terjatuh. Dengan segera Pria itu melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, dalam sekejap mata ia langsung menangkap Vlora yang akan terjatuh.


"Apa kau ingin bunuh diri dan menyia-nyiakan hidupmu?" tanya pria itu dengan wajah yang panik setelah berada dibawah dan menggendong Vlora ala bridal style. Vlora tentu saja terkejut tiba-tiba ditangkap oleh seorang pria, ia memandang lekat wajah pria tersebut.


Lalu Vlora tersadar dari keterkejutannya, ia langsung berwajah datar. "Lepaskan." ucap Vlora dengan dingin. "Tidak, jawab dulu pertanyaanku." ucap pria itu. Vlora terlihat kesal dengan pria yang menggendong nya.


"Apa kau bodoh? Apa saya terlihat seperti yang ingin mati dengan cara yang sangat menyedihkan seperti itu!?" kesal Vlora. Pria itu memandang wajah Vlora, yang tadi menggemaskan seperti tupai, sekarang terlihat seperti... sama saja seperti tupai, bedanya sekarang tupai yang terlihat marah.


Vlora terlihat makin menggemaskan menurutnya, telinga pria itu sekarang terlihat berwarna merah. Tanpa basa-basi, tiba-tiba saja pria itu mengecup bibir Vlora. Vlora kembali terkejut, pria itu sedikit mengulum bibir Vlora yang masih dalam keterkejutannya.


Vlora sadar dari keterkejutannya, ia memberontak dan melepaskan diri dari dekapan pria itu. "Dasar sial*n!! berani-beraninya kau melakukan itu!!" Vlora marah dan menyerang pria tersebut.


Pria itu hanya menghindar dan menangkis dari serangan Vlora, tak lama kemudian pria itu menangkap tangan Vlora, menyudutkan Vlora ke pohon, dan mengunci kedua tangan Vlora ke atas kepalanya dengan tangan kanannya.


"Kau benar-benar sangat menarik." ucap pria itu sambil tersenyum. Vlora ingin memberontak dan membuka kuncian pria itu, terapi tidak bisa. "Ternyata pria ini lebih kuat dariku, siapa dia sebenarnya?" batin Vlora sambil menatap tajam pria dihadapannya.


"Jangan menatapku seperti itu, aku tidak akan melukaimu. Tatapanmu hanya membuatku merasa kau sangat menggemaskan. Aku bisa jadi hilang kendali atas diriku seperti tadi." ucap pria itu tersenyum sambil mengelus bibir Vlora dengan ibu jari tangan kirinya.


"Dasar pria gila!!" ucap Vlora yang masih menatap tajam pria yang ada dihadapannya itu. Pria itu hanya tersenyum mendengar ocehan Vlora.


"Terserah kau saja mau menyebutku apa, tapi satu hal yang aku tahu. Aku akan mengejarmu dan akan menjadikanmu sebagai istriku, sampai jumpa tupai." bisik pria itu di telinga Vlora, lalu pria itu menghilang.


...----------------...


Keesokan harinya, di pagi hari di Kekaisaran Navarre terlihat para pelayan yang tengah menyiapkan jamuan untuk acara besar hari ini dan para prajurit yang sedang menjaga situasi dan kondisi di Kekaisaran Navarre agar acara ini berjalan dengan lancar.


Kaisar Victor memerintahkan meraka untuk berjaga-jaga jikalau ada pembuat onar atau perusak di acara penting hari ini.


Di aula istana kekaisaran pun terlihat sudah banyak orang dari banyak kerajaan yang berdatangan, mereka menunggu kedatangan dari orang-orang kekaisaran yang belum datang.


Sementara itu dikediaman permaisuri, terlihat Emma yang sedang membangunkan Vlora. "Yang mulia permaisuri bangun, hari ini acara yang sangat penting. Anda harus segera bersiap-siap karena acaranya akan segera berlangsung."


karena suara Emma yang sangat cempreng Vlora langsung bangun dari tidur lelapnya. "Emma bisakah pelankan suaramu itu sedikit. Telingaku sangat sakit mendengarnya." ucap Vlora yang terlihat masih mengantuk sambil memegang telinganya.


"Hehe... maafkan saya Vlora, saya sangat bersemangat untuk acara besar hari ini." jawab Emma dengan cengengesan.


"Hah dasar kau ini, dan juga acara ini bagiku tidak penting." ucap Vlora yang terlihat jengah. "Tapi aku harus menghadiri acara ini bukan, karena acara ini sangat PENTING." ucap Vlora lagi yang tiba-tiba dengan senyum smiriknya.


Lalu Vlora pergi membersihkan dirinya, Emma hanya bergidik melihat sikap junjungannya yang tidak bisa ditebak olehnya itu. Lalu Emma pergi menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Vlora, setelah itu ia pergi menyiapkan untuk sarapan pagi.


...----------------...


Satu persatu orang-orang dari kekaisaran mulai berdatangan. Dimulai dari kekaisaran Basilios, "Ratu Marthe, putri mahkota Rebecca, dan pangeran Andra dari kekaisaran Basilios memasuki aula istana." teriak prajurit yang berjaga di depan pintu aula saat orang-orang dari kekaisaran Basilios akan masuk ke aula istana kekaisaran Navarre.


Lalu, "Kaisar Leroy, Permaisuri Molly, pangeran mahkota Gaston, dan putri Zana dari kekaisaran Harland memasuki aula istana." teriak prajurit yang berjaga di depan pintu masuk aula istana kekaisaran Navarre.


"Kaisar Rhodes, Permaisuri Safira, dan pangeran mahkota Zephyr memasuki aula istana." teriak prajurit lagi.


(Kok saya kasian sama prajurit yang berjaga, teriak² kaya gitu, apa gk sakit tenggorokannya 😆)


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow