
Disebuah ruangan kerja yang terlihat mewah, terlihat seorang wanita sedang duduk di kursi kebesarannya.
Dimeja terlihat seperti papan yang terbuat dari kristal bertuliskan Presiden Direktur Vlora Athalia. Wanita itu bernama Vlora Athalia, Ia terlihat sedang menulis sesuatu di secarik kertas, setelah selesai menulis terdengar ketukan suara pintu.
TOK TOK TOK
"Masuk." Vlora mempersilahkan yang mengetuk pintu untuk masuk sambil menyimpan kertas tadi ke dalam laci.
Seorang pria berusia 29 tahun masuk ke dalam ruangan itu lalu sedikit membungkukkan badannya, "Anda tidak memiliki jadwal lain setelah meeting tadi, saya akan mengantarkan anda untuk pulang." ucap pria itu. Pria itu Wakil Presiden Direktur di perusahaan ini sekaligus tangan kanan Vlora.
"Kak Dhafin, sudah berkali-kali aku bilang jangan bicara terlalu formal jika hanya kita berdua." jengah Vlora sambil berjalan menuju pria yang bernama Dhafin Dirgantara itu.
"Ok Lora adik ku sayang, lain kali kakak mu ini akan mengingatnya." ucap Dhafin sambil mencubit gemas hidung Vlora, Lora panggilan dari Dhafin untuk Vlora. "Ayo pulang, kakak akan mengantarkanmu." ucap Dhafin lagi.
"Aww sakit kak." ucap Vlora sambil melepaskan cubitan Dhafin dari hidungnya. "Hari ini aku ingin pulang sendiri menggunakan motor kesayanganku, aku sudah menyuruh orang untuk mengantarkan motor itu ke kantor tadi." ucap Vlora lagi sambil mengusap hidungnya yang sedikit merah itu, Dhafin hanya menyengir kuda melihat adiknya kesakitan.
"Ok, kakak tidak bisa melarang jika kamu sudah berkehendak. Tapi kamu harus waspada, entah mengapa sedari pagi firasat kakak buruk." ucap Dhafin yang terdengar cemas.
"Aku akan mengingatnya kak, tenang saja itu hanya firasat." ucap Vlora sambil menenangkan Dhafin, lalu dalam batinnya berkata "Sebenarnya firasatku juga buruk akhir-akhir ini, entah ini kebetulan atau bukan. Semoga saja bukan apa-apa."
"Yaudah, ayo kakak akan mengantarkanmu ke lobby depan." ucap Dhafin. "Ok" balas Vlora. Mereka berdua keluar ruangan dan berjalan menuju lift khusus, lalu menaiki lift.
TING
Mereka sudah berada di lobby kantor, berjalan menuju motor yang ada diluar.
Resepsionis, security, dan beberapa karyawan yang berada di lobby membungkukkan badannya ketika melihat Vlora dan Dhafin, lalu kembali berdiri tegap.
Sebelum keluar dari lobby, Vlora berhenti sejenak lalu berkata "Ini sudah jam pulang, sebaiknya kalian cepat pulang atau saya akan memecat kalian." ucap Vlora dengan tegas dan wajah datarnya itu, lalu kembali berjalan keluar lobby menuju motornya.
Vlora tidak suka jika karyawannya lembur karena tugasnya belum selesai, dan itu adalah salah satu peraturan yang dibuat oleh Vlora. Sebenarnya semua karyawan yang ada di perusahaan itu selalu mengerjakan tugasnya tepat waktu.
Setelah melihat Vlora dan Dhafin keluar lobby, ada seorang karyawan berkata "Seperti biasanya, Queen Ice selalu baik walau dengan muka datarnya itu, aku jadi tambah ngefans aja sama Queen Ice." ucap karyawan wanita yang terlihat sangat mengagumi Vlora.
Para karyawan langsung bersiap-siap untuk pulang karena takut dipecat oleh Queen Ice itu. Sebenarnya julukan Queen Ice bukan Vlora sendiri yang mengatakan bahwa dirinya Queen Ice, julukan itu diberikan oleh para fansnya, Vlora sudah sangat terkenal semenjak ia menyelesaikan studinya, Vlora terkenal karena kejeniusannya dan tentu juga karena kecantikannya.
Berita tentang Vlora selalu trending topik nomor 1, yang mengalahkan berita skandal-skandal selebriti. Vlora dikenal sebagai publik figur yang baik karena selalu berdonasi ke setiap panti asuhan dan panti jompo yang ada, dan tidak pernah ada skandal buruk tentangnya.
Di depan lobby kantor terlihat Vlora mengambil helm yang ada di motornya, sebelum memakai helm Vlora sempat berkata "Kak, jika sesuatu terjadi padaku. Tolong lihat surat yang berada di laci meja di ruang kerjaku." ucapnya dengan wajah yang terlihat serius.
Dhafin terlihat kebingungan, mengapa Vlora tiba-tiba berkata seperti itu. Saat Dhafin akan bicara, Vlora langsung memotongnya "Bukan apa-apa, tolong ingat saja perkataan ku." ucapnya sambil tersenyum tapi merasakan rasa sakit di dadanya yang entah kenapa Vlora pun tidak tahu.
"Ok, kakak akan mengingatnya" ucap Dhafin sambil mengusap kepala Vlora. "Padahal Lora hanya akan pulang, kenapa hatiku sakit seperti yang akan ditinggal pergi jauh." batin Dhafin.
"Kalau begitu, aku pergi dulu kak." ucap Vlora sambil memakai helm. "Lora, tolong berhati-hati." ucap Dhafin. Vlora hanya tersenyum lalu mengangguk, Vlora menutup kaca helm lalu menaiki motornya.
Vlora melambaikan tangannya pada Dhafin sebelum pergi, Dhafin membalas dengan lambaian tangan juga. Vlora mengendarai motornya di atas 80km/h, tetapi sangat cepat karena itu motor Diciti. Dijalanan tidak terlalu ramai, dan juga tidak sepi.
Disaat Vlora melajukan motornya dengan sangat cepat, terlihat ada seekor anak itik yang tiba-tiba muncul di tengah jalan. Karena kaget Vlora membanting setir ke kiri, di arah berlawanan terlihat mobil truk Pirtimini yang sedang melaju. Motor yang dikendarai Vlora bertabrakan dengan mobil truk itu.
BRRUUUKKK
Vlora terlempar jauh beberapa meter dari tempat kejadian. Bunyi yang sangat nyaring membuat orang-orang yang berada di sekitar menghentikan aktifitasnya, banyak kendaraan yang berhenti untuk melihat kejadian. Orang-orang yang melihat kejadian itu menjerit histeris. Ada juga orang yang menelpon ambulan, dan juga polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.
10 menit kemudian ambulan dan polisi datang, petugas dari rumah sakit langsung menghampiri korban dan membuka helm Vlora dengan berhati-hati. Terlihat darah bercucuran sangat banyak dari kepala Vlora saat helmnya terbuka, salah satu petugas dari rumah sakit kaget saat melihat wajah Vlora.
"Astaga, bukankah ini adalah Queen Ice!?? cepat, kita harus cepat membawanya ke rumah sakit." ucap petugas yang terkaget, sepertinya dia fansnya Vlora juga. Petugas yang lain menganggukkan kepala, lalu Vlora segera dibawa ke mobil ambulan menuju rumah sakit. Petugas polisi langsung memproses tempat kejadian, dan bertanya tentang kejadian kecelakaan tersebut kepada saksi disekitar juga mencoba mengecek cctv yang ada disekitar tempat kejadian.
Ambulan telah sampai di rumah sakit beberapa menit yang lalu, rumah sakit ini milik Vlora. Jadi saat Vlora tiba banyak dokter yang berjejer diluar. Saat ini Vlora berada diruang operasi. Pihak rumah sakit menghubungi Dhafin saat ia dalam perjalanan pulang, mendengar Vlora berada dirumah sakit karena kecelakaan Dhafin langsung bergegas ke
...------------------------------------------------...
Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.
Jangan Lupa Untuk Follow