The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Psychopath Yang Kehausan Darah



Tiba-tiba saja terdengar ledakan yang sangat keras yang membuat orang-orang yang berada di istana kerajaan Hoku panik dan ketakutan. Orang-orang yang berada di aula istana kerajaan Hoku keluar dari sana untuk mencari asal sumber suara ledakan tadi, kini mereka berada di gerbang depan istana mereka terlihat terkejut dengan gerbang depan istana yang kokoh bisa hancur dan prajurit yang berjaga di sana tewas.


Orang-orang kerajaan Hoku pun melihat ada dua orang misterius yang mengunakan topeng, "Ya-yang mulia raja, kedua orang itu adalah orang yang saya ceritakan tadi." ucap jendral dengan wajah yang terkejut dan ketakutan. "Tenang saja, mereka hanya penipu. Untuk apa saya menjadikan mu sebagai jendral jika kau pengecut seperti ini!" ucap raja Pinguis kesal.


Setelah menghancurkan gerbang depan istana kerajaan Hoku, Vlora dan Lucas berjalan sampai orang-orang kerajaan Hoku yang berkumpul di depan istana dan banyak prajurit yang mengacungkan pedang ke arah Vlora dan Lucas. "Kalian para penipu berani-beraninya membuat masalah di wilayah kerajaan Hoku!!" teriak raja Pinguis.


"Penipu? anda meneriaki saya penipu?" ucap Vlora dengan datar dan dingin, ia benar-benar muak dengan kerajaan Hoku ini. Ternyata raja pinguis mengambil paksa para anak-anak dari rakyatnya sendiri untuk di jadikan tumbal. Karena Vlora sempat menanyakannya tadi kepada prajurit penjaga gerbang depan istana kerajaan Hoku, ia pun marah setelah mendengar hal itu. Bisa-bisanya seorang raja menumbalkan rakyatnya sendiri.


"Benar, penipu. Kalian berdua adalah penipu! Berani-beraninya kalian menggunakan identitas dari istana Kegelapan. Saya tidak akan tertipu oleh trik murahan seperti itu, karena dari rumor yang saya dengar istana kegelapan tengah kacau dan penguasa kegelapan telah tiada. Apa kau berharap bahwa saya akan tertipu oleh trik murahan seperti itu!? Sebaiknya cepat kalian katakan siapa yang menyuruh kalian melakukan hal pemberontakan di wilayah kerajaan Hoku! Sebelum saya membunuh kalian berdua!!" teriak raja Pinguis.


Vlora menyeringai mendengar ocehan raja Pinguis dan mengeluarkan aura membunuhnya itu pun hanya 35%. Semua orang yang berada di istana merasakan sesak dan kesulitan bernapas, "Saya tidak peduli dengan pikiran mu yang berpikiran bahwa saya penipu atau bukan. Yang ada dalam pikiran saya saat ini hanyalah menghapuskan nama kerajaan Hoku dari peta." ucap Vlora dengan dingin dan mengeluarkan pedang Kegelapan.


"Lucas, pergi ke seluruh penjuru istana kerajaan Hoku dan cari anak-anak yang akan dijadikan tumbal oleh raja si*lan ini." Vlora bertelepati ke Lucas. "Baik yang mulia ratu." jawab Lucas lalu pergi dengan melesat.


"Sepertinya teman mu ketakutan setelah saya bilang bahwa kalian adalah penipu." ucap raja Pinguis sambil tertawa. Tanpa berbasa-basi lagi dalam sekejap mata Vlora langsung menebas semua prajurit yang menodongkan pedang ke arahnya, puluhan kepala putus dari badannya dan bergelinding begitu saja.


Raja Pinguis dan jendral nya yang melihat itu sangat terkejut, kemudian banyak lagi prajurit yang datang dengan beberapa jendral kerajaan Hoku. "Cepat serang penipu itu dan bunuh dia!!" teriak raja Pinguis lalu masuk ke dalam istana.


Perkelahian dan beradu pedang tidak bisa lagi terhindarkan, Vlora melawan banyak prajurit dan jendral nya sendirian. Tetapi, Vlora terlihat sangat menguasai perkelahian itu dengan sangat tenang, ia belum mengeluarkan jurus apapun, ia hanya menggunakan kekuatan fisiknya.


Melihat banyak prajurit yang tewas karena Vlora langsung mengarahkan pedangnya pada leher musuhnya, salah satu jendral mengeluarkan jurusnya. "Jurus badai air!" teriak salah satu jendral. Kemudian ada segelombang air menghampiri Vlora.


Dengan tenang Vlora mengarahkan tangannya lalu air yang mengarah kepadanya membeku. Semua orang dan jendral yang tadi mengeluarkan jurusnya sangat terkejut, bagaimana bisa mengeluarkan jurus tidak sambil mengatakannya.


Dengan cepat Vlora menghabisi semua prajurit dan jendral yang ada di sana. Banyak kepala yang terpisah dari tubuhnya, banyak darah yang berceceran dan mengalir di mana-mana. Kini Vlora terlihat sangat menyeramkan seperti Psychopath yang kehausan darah, karena ditubuhnya banyak cipratan darah.


Sedangkan disebuah ruangan ada seorang gadis yang sedang tidak sadarkan diri dan disisinya ada dua orang yang sedang menghawatirkan keadaan gadis itu, "Setelah kau bangun, ayah akan menuruti segala keinginan mu anak ku, karena itu cepatlah bangun. Ayah tidak tega melihat mu dalam keadaan seperti ini." ucap raja Pinguis yang sedih dengan keadaan putrinya.


Mereka memang sangat menyayangi putri Malbona yang selalu dimanjakan oleh raja Pinguis dan permaisuri Isabel. Dan juga mereka tidak punya rasa kemanusiaan terhadap rakyatnya sendiri.


Kecuali pangeran Gilbert, ia memang anak kandung dari raja Pinguis dan permaisuri Isabel, tetapi pangeran Gilbert selalu mendapatkan kekerasan dari raja Pinguis dan tak mendapatkan kasih sayang dari permaisuri Isabel. Walau begitu, pangeran Gilbert tumbuh menjadi laki-laki tampan dan baik hati. Sangat berbeda dengan orang tua dan kakak perempuannya.


"Yang mulia raja, sebenarnya apa yang terjadi pada putri kita. Siapa orang yang berani-beraninya menyakiti putri kita?" tangis permaisuri Isabel dengan melihat keadaan putrinya. Beberapa saat kemudian putri Malbona sadar, "Putri ku kau telah sadar, apa kau masih merasakan sakit, bilang pada ayah apa yang kau rasakan dan apa yang telah terjadi." ucap raja Pinguis yang senang putrinya sadar. "Ibu ayah." ucap putri Malbona dengan lemas.


BRRRUUKKK


Tiba-tiba saja pintu ruangan itu hancur berkeping-keping, padahal pintu itu sangat kokoh dan besar. Lalu muncul seseorang yang menggunakan topeng dengan corak emas, orang itu terlihat sangat menyeramkan dengan cipratan darah yang berada di tubuhnya. Raja Pinguis sangat terkejut melihatnya, bagaimana bisa orang itu masih hidup, apakah para prajuritnya yang telah mati?


"Ka-kau, bagaimana bisa masih hidup." ucap raja Pinguis dengan terkejutnya, permaisuri Isabel memeluk putri Malbona dengan ketakutan. "Tentu saja saya masih hidup, hanya orang bodoh yang tidak melawan ketika dirinya diserang." ucap Vlora dengan dingin dan datar, lalu menghampiri mereka bertiga.


"Sebenarnya siapa anda? dan kesalahan apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini di kerajaan Hoku?" tanya raja Pinguis yang juga penasaran dengan orang-orang


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow