The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Kesenangan



Di saat yang bersamaan, kaisar Victor dan selir Violet sedang bermesraan di taman istana dengan selir Violet yang duduk di atas pangkuan kaisar Victor. Meskipun banyak pengawal dan pelayan yang mendampingi mereka, dengan tidak tau malunya bermesraan seperti itu. Walaupun para pelayan dan pengawal agak jauh dari tempat kedua orang itu, tetapi suara-suara ghaib tetap terdengar.


"Yang mulia kaisar, saya ingin memberitahukan sesuatu kepada anda." Ucap selir Violet setelah aktivitas panas mereka. "Tentu saya akan mendengarkan." jawab kaisar Victor.


"Yang mulia, sebenarnya saya tengah hamil dan saat ini sudah berjalan 1 minggu." ucap selir Violet seperti malu-malu meong. Kaisar Victor langsung melototkan matanya dengan wajah yang seperti tak percaya, lalu ia memegang 2 pundak selir Violet. "A..apakah kau benar-benar tengah mengandung anakku?" tanya kaisar Victor sambil menatap selir Violet.


"Tentu saja, saya tengah mengandung anak dari anda." jawab selir Violet sambil tersenyum dengan was-was. "Jangan sampai dia tahu kebenaran tentang kehamilan ini." lanjut selir Violet dalam batinnya.


"Benarkah, saya sangat bahagia mendengarnya. Akhirnya saya memiliki penerus darimu." ucap kaisar Victor dengan wajah yang bahagia sambil memeluk selir Violet.


"Yang mulia kaisar, besok adalah hari dimana acara akan diselenggarakan, apakah yang mulia akan mengumumkan tentang kehamilan saya ini?" tanya selir Violet kepada kaisar Victor yang masih memeluknya.


"Tentu saja, ini adalah kabar yang sangat membahagiakan. Bagaimana mungkin saya tidak mengumumkannya." jawab kaisar Victor sambil tangannya membelai rambut selir Violet.


"A**nak yang berada dalam kandunganku harus menjadi kaisar selanjutnya setelah kaisar Victor di kekaisaran Navarre, dan aku harus menyingkirkan permaisuri bodoh itu. Agar aku menjadi permaisuri di kekaisaran Navarre ini." dalam batin selir Violet sambil tersenyum membayangkan yang ia khayalkan jika terjadi.


Di kediaman permaisuri, setelah Vlora melihat-lihat pakaian yang dibuat oleh Emma, ia mencobanya satu-persatu. Tidak lupa Vlora juga memberikan sebagian dari pakaian itu untuk Emma, Lucas, Elvan dan Elvin. Yang memang ia ingin orang-orangnya memakai pakaian yang telah ia desaign. Pakaian untuk Vlora tentu memiliki khasnya tersendiri, berbeda dengan pakaian untuk orang-orangnya.


"Bagus sekali, aku sangat suka. Keterampilan mu pantas untuk diacungi jempol. Terima kasih Emma" ucap Vlora sambil mengacungi 2 jempolnya kepada Emma. "Tidak yang mulia permaisuri seharusnya saya yang berterima kasih, dan juga terima kasih untuk pakaian yang anda berikan untuk saya ini, saya belum pernah memiliki pakaian sebagus dan seindah ini sebelumnya." ucap Emma yang terlihat bahagia karena mendapatkan pakaian dari Vlora.


Lucas, Elvan dan Elvin pun tengah mencoba pakaian yang diberikan oleh Vlora kepada mereka. Kini mereka bertiga memakai setelan jas, mereka terlihat cocok dan gagah dengan setelan jas itu.


"Terima kasih yang mulia ratu, atas pakaian yang anda berikan." ucap Lucas sambil menunduk. Walau ia merasa aneh dengan desaign pakaiannya, tapi ia kagum kepada Vlora.


"Terima kasih yang mulia permaisuri, pakaian ini terlihat sangat bagus dan juga nyaman saat dipakai. Saya belum pernah memakai pakaian sebagus dan senyaman ini." ucap Elvin yang terlihat kegirangan, "Jaga sikap mu di hadapan yang mulia permaisuri, mohon maaf atas perilaku dari adik saya yang mulia permaisuri. Dan juga Saya berterima kasih atas pakaian yang anda berikan." ucap Elvan yang memarahi Elvin lalu meminta maaf kepada vlora.


Kelakuan anak kembar itu sangat bertolak belakang, Elvan sebagai kakaknya mempunyai sikap yang tenang. Tidak seperti adiknya Elvin, yang mempunyai sikap periang.


"Ini pakaian untukmu dari yang mulia kaisar victor untuk acara besok, jangan sampai kau mempermalukan kekaisaran Navarre dengan pakaian usang yang sering kau gunakan." ucap salah satu pelayan kepada Vlora sambil melemparkan kotak yang berisi pakaian.


Melihat itu Lucas sangat marah, tanpa berbasa-basi Lucas memukul pelayan itu dengan sekuat tenaga. Pelayan yang di pukul Lucas terlempar ke tembok, lalu terbatuk-batuk mengeluarkan darah segar dari mulut nya.


"Kau! berani-beraninya berlaku kasar seperti itu kepada junjunganku!" ucap Lucas dengan marah. Pelayan yang sedang kesakitan dilantai merasa ketakutan melihat Lucas, pelayan yang lain pun yang tadinya terlihat angkuh kini terlihat ketakutan di wajah mereka.


Vlora yang melihat itu kemudian menghampiri Lucas, "Jangan buang-buang tenaga untuk orang-orang bodoh." ucap Vlora kepada Lucas. Kemudian Vlora mendekati pelayan yang sedang kesakitan di lantai itu. Lalu ia mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi cairan berwarna ungu.


Vlora memberikan botol kecil itu kepada pelayan yang sedang kesakitan, "Minum ini, ini akan menyembuhkan lukamu." ucap Vlora sambil tersenyum. Pelayang yang sedang kesakitan itu melihat Vlora memberikan obat kepadanya sambil tersenyum berpikir bahwa Vlora masih saja orang bodoh seperti sebelumnya, langsung saja pelayan itu meminum langsung sekaligus semua obat yang ada dalam botol kecil itu.


Tapi tidak bagi Emma, Lucas, Elvan dan Elvin. Mereka tahu senyuman itu bukan hal yang baik bagi pelayan itu. Setelah pelayan itu menenggak habis obatnya, tiba-tiba saja tubuhnya menjadi kaku, lalu mengejang dengan hebat. Vlora yang melihat itu sangat senang, "Bagus ini berarti racun yang ku buat berhasil dengan sempurna." ucap Vlora sambil tersenyum.


Orang-orang yang berada disana sangat terkejut dengan ucapan Vlora yang baru saja mereka dengar, racun? bahkan Emma, Lucas, Elvan dan Elvin pun lebih terkejut. Junjungan mereka membuat racun?


Beberapa saat setelah mengejang dengan hebat tiba-tiba perempuan itu berguling-guling di lantai sambil berteriak kesakitan, "Apa yang kau lakukan dengan tubuhku ini dasar sialan!!!" umpat pelayan yang sedang berguling-guling kesakitan, pertama-tama ia merasa tubuhnya tidak bisa digerakkan, lalu mengejang-ngejang dengan hebat, kemudian sekarang ia merasa kesakitan luar dalam. Pelayan itu merasa kulit luarnya seperti terbakar, dan bagian organ dalamnya seperti mau meledak.


Pelayan yang lain merasa sangat ketakutan dan terkejut melihat rekan mereka yang sedang kesakitan dilantai, disaat mereka ketakutan seperti itu. Tiba-tiba saja tubuh pelayan yang sedang kesakitan dilantai meledak. Kepala, tangan, kaki, dan bagian organ dalamnya terlihat berhamburan di sana.


Orang-orang yang melihat itu terkejut dan merasa lebih ketakutan dari sebelumnya, bahkan mereka


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow