
Mereka berdua sudah sampai di perpustakaan istana, disana ada seorang pria, ia adalah penjaga di perpustakaan. Saat melihat Vlora pria tua yang menjaga perpustakaan itu membungkukkan badannya "Hormat yang mulia permaisuri." ucap pria tua itu.
"Saya terima hormat paman." Ucap Vlora. Pria tua itu terlihat kaget dengan Vlora yang memanggilnya paman. "Yang mulia permaisuri saya tidak pantas." ucap pria itu sambil menundukkan kepalanya dan merasa panggilan Vlora padanya sangat berlebihan.
"Berdirilah paman, bahkan itu bukan hal yang besar. Tujuan saya kesini karena ingin meminjam beberapa buku. Apakah saya boleh meminjam buku dari sini untuk saya bawa dan saya akan membacanya di kediaman saya." ucap Vlora.
"Ba-baiklah jika seperti itu yang mulia permaisuri. Tentu anda boleh meminjamnya, silahkan jika anda akan meminjam buku." ucap pria itu yang sudah berdiri tegap. Lalu Vlora berkeliling di perpustakaan itu untuk mencari buku yang ia inginkan, agak sedikit lama untuk mencari karena perpustakaan istana lumayan luas.
Setelah beberapa saat Vlora telah menemukan buku yang ia cari dan juga mengambil beberapa buku yang menarik menurutnya, bukan hanya buku tentang kultivasi dan pengobatan, tapi juga buku tentang racun dan buku menarik lainnya. Buku yang dibawa Vlora lumayan banyak dan ia dibantu oleh Elvin, "Paman saya akan meminjam buku-buku ini, saya akan mengembalikannya nanti." ucap Vlora. "Baik yang mulia permaisuri." ucap penjaga perpustakaan itu. Vlora dan Elvin segera pergi ke kediaman permaisuri.
Di kediaman permaisuri Emma terlihat sangat cemas, karena saat ia kembali ke kamar Vlora untuk memberitahukan bahwa airnya telah siap untuk digunakan dan makanan telah ada dimeja makan di kediaman permaisuri, tetapi Vlora tidak ada di kamarnya dan tentu saja Emma dengan sangat panik memanggil-manggil nama Vlora tapi tidak ada jawaban yang membuat Emma semakin panik.
Beberapa saat kemudian Vlora dan Elvan sampai di kediaman permaisuri, saat masuk Vlora terheran dengan Emma yang mondar mandir terlihat cemas. "Emma apa yang kamu lakukan? kenapa terus mondar-mandir seperti setrikaan begitu?" tanya Vlora.
Emma yang mendengar suara itu langsung menghampiri Vlora sambil berkata "Astaga yang mulia permaisuri anda kemana saja saya sangat khawatir dengan keadaan anda, baru saja anda tersadar dari pingsan selama 3 hari melihat anda menghilang seperti tadi saya sangat khawatir saya kira anda telah di culik, setrikaan itu apa yang mulia permaisuri?" ucapnya panjang lebar tanpa berhenti dan bertanya karena itu sangat asing bagi Emma.
"Aku akan menjelaskannya nanti mengenai setrikaan itu. Sekarang tenangkan dirimu dan tarik nafas lalu buang." ucap Vlora, Emma pun mengikuti instruksi Vlora. "Aku hanya pergi ke perpustakaan istana untuk meminjam buku-buku ini, heboh banget kamu ini." lanjut ucap Vlora setelah Emma tenang sambil menunjukkan buku-buku yang ia bawa.
Vlora berjalan menuju meja yang ada di kamarnya dan menyimpan buku-buku yang ia bawa disana dan menyuruh Elvan untuk menyimpannya, setelah itu Elvan pamit untuk berjaga kembali di luar. "Aku akan membersihkan tubuhku dulu, apakah airnya sudah siap?" tanya Vlora pada. "Sudah yang mulia permaisuri, mari saya akan membantu anda untuk membersihkan tubuh anda." ucap Emma.
"Emma apa kamu lupa? stop memanggil ku yang mulia permaisuri. panggil saja namaku jika hanya kita berdua." ucap Vlora. "Sop? top? apa itu?" tanya Emma yang kebingungan. "Itu seperti kata berhenti." jelas Vlora. "Ooh oke Vlora saya akan mengingatnya, hanya saja saya belum terbiasa dengan memanggil nama anda." ucap Emma. "Yaudah aku akan mandi sendiri, kamu tidak perlu membantuku." ucap Vlora sambil berjalan ke arah kamar mandi. "Baiklah." ucap Emma.
"Tentu saja Vlora, memangnya untuk siapa lagi" ucap Emma dengan polosnya. "Emma bisakah kamu memanggil Elvan dan Elvin, prajurit yang sedang berjaga di gerbang luar kediaman ini." ucap Vlora, ia akan mengajak mereka untuk menghabiskan makanan ini, karena mubajir jika dibuang. "Baiklah Vlora." Emma tidak mengerti mengapa Vlora memanggil mereka tapi tetap melaksanakan perintah Vlora.
Beberapa saat kemudian Emma kembali dengan Elvan dan Elvin. "Yang mulia permaisuri ada apa anda memanggil kami, apakah ada perintah yang harus kami laksanakan?" tanya Elvan dan Elvin bersamaan. "Apa kalian sudah makan?" tanya Vlora, mereka berdua hanya menggelengkan kepala.
"Jika begitu kalian bertiga harus makan dengan ku, ini terlalu banyak jika hanya untuk ku seorang." ucap Vlora kepada Emma Elvan dan Elvin sambil menunjuk ke arah meja makan. "Yang mulia permaisuri kami tidak pantas." ucap Emma, Elvan dan Elvin. "Pantas atau tidaknya aku yang menentukan, cepat duduk lalu makan. Jika tidak, aku akan memberikan hukuman pada kalian." perintah Vlora sambil duduk di kursi.
Akhirnya mereka bertiga menurutinya dan duduk mengikuti Vlora, awalnya mereka sedikit canggung dengan hal itu tapi lama kelamaan mereka makan dengan di selingi sedikit canda dan tawa. "Ternyata yang mulia permaisuri orang yang sangat baik, aku bersumpah akan tetap setia padanya." ucap dalam batin mereka bertiga.
Di saat yang bersamaan di ruang makan istana, terlihat kaisar Victor dan selir Violet sedang makan malam. "Yang mulia kaisar, tadi pelayan saya melihat yang mulia permaisuri membawa banyak buku dari perpustakaan istana, apakah yang mulia permaisuri berniat untuk menjual buku-buku itu untuk mendapatkan uang?." ucap selir Violet dengan suara yang di lembut-lembutkan, ia memberitahukan hal itu kepada kaisar Victor agar Vlora mendapat masalah tetapi tidak seperti yang diharapkan.
"Biarkan saja, aku tidak peduli dengan apa pun yang dilakukannya. Segera habiskan makanan mu aku akan mengunjungi kediaman mu malam ini." ucap kaisar Victor sambil tersenyum kepada selir Violet. "Baiklah yang mulia." ucap selir Violet sambil seperti malu malu meong. "Lagi pula apa yang bisa dilakukan oleh wanita jelek dan bodoh itu?" dalam batin selir Violet. Yang tidak mereka sadari, dengan tindakan kecil Vlora yang membawa buku-buku akan ada bencana yang menghampiri mereka.
...------------------------------------------------...
Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.
Jangan Lupa Untuk Follow