The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Ingatan



Vlora Athalia gadis yang tidak mengetahui siapa orang tuanya, ia hidup sendiri di rumah gubuk. Vlora adalah permaisuri dari kaisar yang bernama Victor di kekaisaran Navarre. Vlora menjadi permaisuri karena dijodohkan oleh kaisar sebelumnya, kaisar sebelumnya mempunyai hutang balas budi pada Vlora karena telah menyelamatkan hidupnya. Kaisar sebelumnya pun memutuskan untuk menikahkan Vlora dengan anaknya pangeran mahkota yaitu Victor. Setelah kaisar sebelumnya meninggal lalu Victor menjadi kaisar, dan sudah 1 tahun Victor menjabat sebagai kaisar.


Selama pernikahannya Vlora tidak pernah disentuh oleh kaisar Victor bahkan satu kamar pun tidak, kaisar Victor terlihat jijik jika bersentuhan dengan Vlora, karena melihat wajah Vlora penuh dengan bintik-bintik merah (jika jaman sekarang nyebutnya jerawat). Beberapa bulan yang lalu kaisar Victor membawa seorang wanita yang bernama Violet ke istana dan menjadikannya sebagai selir, wanita itu adalah anak dari salah satu menteri yang ada di kekaisaran Navarre.


Semenjak kedatangan selir itu Vlora sering kali di siksa oleh kaisar Victor, karena tuduhan-tuduhan yang tidak pernah dilakukan oleh Vlora. Selir itu seperti ular, di hadapan kaisar Victor selir itu seperti wanita lemah lembut yang seperti disenggol dikit langsung mati, jika tidak ada kaisar Victor selir itu akan menjelma seperti penyihir yang jahat.


Vlora juga seringkali dapat penindasan dari beberapa pelayan yang melayani selir Violet karena ia tidak bisa berkultivasi, hanya 1 pelayan yang setia padanya yaitu Emma gadis yang tadi masuk ke kamar Vlora, Emma sudah seperti saudaranya sendiri. Vlora yang sebenarnya sudah mati karena diracun oleh selir Violet tadi malam, dan sekarang yang menempati tubuhnya adalah Vlora dari masa depan yaitu dari abad ke-21.


Setelah beberapa saat rasa sakit di kepala Vlora hilang, ia terlihat kebingungan dengan semua ingatan-ingatan yang masuk ke kepalanya. "Ingatan siapa ini? apakah ingatan tubuh ini? jadi, aku benar-benar telah mati gara-gara itik si*lan itu dan jiwaku masuk ke tubuh gadis yang ada di ribuan tahun lalu dari abad ke-21? ternyata kita sama-sama tidak mengetahui orang tua kandung. Baiklah jika seperti itu aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan hidup ini, aku akan membalas semua yang telah menyakitimu dan keluar dari kekaisaran si*lan ini. Pertama-tama aku akan memperkuat diriku dulu karena tubuh ini sangat lemah bahkan tidak bisa kultivasi." ucap Vlora berbicara sendiri.


Emma yang melihat junjungannya seperti itu sangat kebingungan, bagaimana tidak bingung. Emma melihat Vlora yang pertama kesakitan lalu berbicara melantur sendiri dan juga aneh. "Yang mulia permaisuri, apakah anda baik-baik saja? apakah anda benar-benar sakit sampai anda berbicara sendiri seperti itu." tanya Emma dengan khawatir.


Vlora yang mendengar itu langsung saja tersadar "Aku baik-baik saja Emma, aku sudah mengingat semuanya" ucap Vlora seperti itu karena tidak mungkin ia berkata bahwa ia berasal dari masa depan. "Syukurlah yang mulia permaisuri baik-baik saja saya sangat senang." ucap Emma.


"Emma tolong siapkan air untuk mandi, badan ku terasa sangat lengket dan juga bisakah kamu jangan memanggilku yang mulia permaisuri, aku sedikit tidak terbiasa dengan panggilan itu, panggil saja nama ku jika hanya ada kita berdua." ucap Vlora yang merasa risih dengan panggilan itu dan merasa tidak nyaman. "Ta-tapi yang mulia permaisuri, saya tidak pantas." ucap Emma sedikit menundukkan kepalanya.


"Sudah turuti saja permintaan ku." ucap Vlora. "Baiklah yang mulia permaisuri jika begitu saya akan menyiapkan air untuk mandi dan saya juga akan menyiapkan makanan untuk permaisuri, eh Vlo-Vlora." ucap Emma. "Oke tidak masalah karena aku juga merasa lapar." ucap Vlora yang memang kelaparan.


"O-oke? apa itu Vlora?" tanya Emma yang kebingungan, semenjak junjungannya itu sadar mengapa cara berbicara sangat aneh pikir Emma. "Itu seperti kata baik atau baiklah." ucap Vlora menjelaskan. "Oke Vlora saya mengerti, jika begitu saya pamit untuk menyiapkan yang diminta Vlora" ucap Emma yang mengikuti cara bicara Vlora dan membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan itu.


Kedua prajurit yang melihat Vlora langsung membungkukkan badannya "Hormat kami yang mulia permaisuri." ucap kedua prajurit itu. "Saya terima hormat kalian." ucap Vlora dengan datar, karena ia tahu, jika Vlora tidak berkata seperti itu kedua prajurit itu tidak akan berdiri tegak sebelum Vlora berkata.


"Yang mulia permaisuri maaf jika saya lancang, kemana yang mulia permaisuri akan pergi? bolehkah saya pergi bersama yang mulia permaisuri untuk menjaga yang mulia permaisuri." ucap salah satu prajurit itu sambil menundukkan kepalanya. "Siapa nama kalian? berapa lama kalian menjadi prajurit disini?" tanya Vlora. "Nama saya Elvan dan ini adik saya Elvin, kami menjadi prajurit di kekaisaran semenjak 1 minggu yang lalu dan 3 hari yang lalu kami ditugaskan untuk berjaga di kediaman permaisuri." ucap prajurit yang bertanya pada Vlora tadi.


Ternyata tebakan Vlora benar mereka masih baru menjadi prajurit, Vlora akan menjadikan mereka sebagai prajurit terdekatnya karena Vlora melihat mereka berdua mempunyai hati yang tulus dan tidak menjelekkan atau merendahkan dirinya. "Oke, Elvan pergi dengan ku menuju perpustakaan istana, untuk Elvin kau tetap berada disini." perintah Vlora. "Baik yang mulia permaisuri." ucap Elvan dan Elvin sambil menundukkan kepalanya.


Vlora dan Elvan berjalan menuju perpustakaan istana, Elvan berjalan di samping dan sedikit agak dibelakang Vlora. Di sepanjang jalan terlihat prajurit dan pelayan yang lewat tidak memberikan salam apalagi hormat pada Vlora, Elvin yang melihat itu merasa aneh dengan sikap mereka dan juga marah padahal Vlora adalah permaisuri dari kaisar Victor mengapa mereka seperti mengabaikan keberadaan Vlora.


Saat Elvan akan menegur mereka Vlora segera menghentikannya "Elvan jangan buang-buang energi mu hanya untuk hal remeh seperti itu." ucap Vlora dengan datar. "Baik yang mulia permaisuri." ucap Elvan yang menahan emosinya walaupun kesal. Para prajurit dan pelayan disana mengejek Vlora dengan sangat terang-terangan.


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow