
Hai kak Dhafin,
Entah kenapa aku menuliskan surat seperti ini padahal aku bisa saja bicara langsung sama kakak. Sebenarnya beberapa hari terakhir ini firasat ku sangat buruk, aku selalu merasa bahwa aku akan pergi jauh dari kakak yang aku tidak tahu kemana aku akan pergi, sangat aneh bukan?
Ooh iya jika aku tidak ada tolong jangan terlalu bersedih, tolong jalani hidup kakak dengan bahagia. Segeralah cari pasangan, masa kakak ku yang ganteng begitu jones terus. Aku ingin kakak yang memimpin perusahaan dan organisasi, dan semua aset yang kumiliki untuk kakak. Aku sudah mengatur segala proses pemindahannya, aku percayakan semuanya pada kakak. Padahal kak Dhafin bukan kakak kandungku tapi sangat menyayangi dan selalu menjaga ku seperti adik kandung mu sendiri, aku sangat senang mempunyai kakak sepertimu, aku juga menganggap kak Dhafin sebagai kakak kandung ku sendiri. Aku menyayangimu sebagai keluargaku.
Dari adik mu tersayang, Vlora
Dhafin membaca surat itu dengan berurai air mata, ia benar-benar telah kehilangan adiknya itu. Pertama kali mereka bertemu yaitu di panti asuhan, mereka berdua besar di panti asuhan. Akan tetapi Dhafin tahu siapa orang tuanya karena ia ditinggalkan di panti asuhan saat umurnya 9 tahun.
Vlora gadis yatim piatu yang hidup di panti asuhan sedari bayi, Vlora ditemukan didepan panti asuhan dengan keranjang bayi dan kalung yang bertengker dilehernya saat bayi dan terukir nama Vlora Athalia. Vlora tidak mengetahui siapa orang tuanya. Vlora gadis yang jenius, saat sekolah Vlora selalu mendapatkan nilai penuh di semua pelajaran, di usianya yang ke 18 tahun, Vlora lulus kuliah dengan lulusan terbaik.
Semua pendidikan yang Vlora tempuh dibiayai oleh beasiswa, Vlora tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk itu. Setelah lulus kuliah Vlora membangun perusahaan sendiri, 2 tahun kemudian Vlora berhasil membangun kerajaan bisnisnya.
Di usia 20 tahun Vlora menjadi wanita pebisnis sukses termuda, dikalangan masyarakat Vlora dikenal sebagai orang yang baik hati karena selalu berdonasi di setiap panti asuhan dan panti jompo yang ada.
Tapi tidak ada yang mengetahui sisi kejamnya seorang Vlora Athalia, selain pebisnis Vlora juga pemimpin mafia yang paling ditakuti, tidak ada yang mengetahui identitasnya sebagai pemimpin mafia kecuali para anggota yang ada di markas utama, organisasi itu juga di dirikan oleh Vlora, dan sudah tersebar di seluruh dunia.
----------------
2 minggu kemudian setelah kematian Vlora, dunia digemparkan oleh semua kelompok mafia (Terkecuali mafia VA tentunya), semua geng, dan sampai semua preman-preman kecil mati terbunuh dengan sadis hanya dalam waktu 2 minggu. Semua kepala negara entah harus marah atau senang kepada orang-orang yang telah membunuhnya.
Setelah kematian Vlora, Dhafin menjadi pemimpin organisasi VA dan juga Presiden Direktur di perusahaan VA Corp. Walaupun diberikan jabatan seperti itu, Dhafin masih sangat sedih akan kematian Vlora. Dan juga tidak lupa, Dhafin meneruskan kebiasaan sang adik yaitu berdonasi dan hal lainnya atas nama Vlora bukan atas namanya.
Saat ini Dhafin sedang duduk diruang tamu yang berada dirumahnya dan juga 3 petugas dari kepolisian, "Jadi, ada apa kalian menemui ku?" tanya Dhafin dengan heran karena tiba-tiba didatangi oleh polisi.
salah satu petugas polisi memberanikan diri untuk bicara "Begini tuan Dhafin, kedatangan kami kesini karena ingin menyampaikan video dari rekaman cctv yang menunjukkan kejadian kecelakaan nona Vlora yang terjadi 2 minggu lalu."
"Kenapa aku melupakan hal penting ini astaga." dalam batin Dhafin. "Kenapa kalian baru sekarang menyampaikan ini!?" ucap Dhafin agak sedikit kesal juga karena mereka sangat lambat dalam tugas.
Dhafin memasangkan hardisk itu ke laptop, setelah selesai melihat kejadian sebenarnya dari cctv. Ternyata itu murni kecelakaan, pantas saja selama 2 minggu ini Dhafin belum menemukan dalang dibalik kecelakaan tersebut.
"Untuk supir truk itu..." ucapan polisi lagi-lagi dipotong oleh Dhafin, "Hukum saja sesuai aturan yang ada." ucapnya. Beberapa saat kemudian petugas polisi telah pergi. "Bagaimana bisa aku sangat ceroboh seperti ini, aku sudah terlanjur memberi perintah untuk melenyapkan semua mafia, geng dan preman di dunia." ucap Dhafin sambil kedua tangan memegang kepalanya.
"Eh tapi, tidak apa-apa juga seperti itu, setidaknya kejahatan di dunia berkurang dan mereka memang pantas untuk mati." Jika Vlora masih hidup mungkin akan memukul kepala kakaknya itu, bagaimana bisa Dhafin sangat ceroboh.
----------------
Jauh di ribuan tahun yang lalu dari abad ke-21, di sebuah kamar mewah tapi terlihat kuno ada seorang gadis berumur 18 tahun, terlihat sedang berbaring di tempat tidur. Tiba-tiba gadis itu membuka matanya, dan langsung terduduk diam seperti kebingungan. "Syukurlah itu hanya mimpi, aku kira aku sudah mati gara-gara anak itik itu. Tapi kenapa itu seperti sangat nyata? seperti benar-benar terjadi padaku." ucap gadis itu berbicara sendiri. Ya gadis itu Vlora Athalia.
Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah seorang gadis yang terlihat seumuran dengan Vlora, gadis itu yang melihat Vlora telah sadar segera menghampiri Vlora "Yang mulia permaisuri anda telah sadar, syukurlah anda sadar. Saya sangat mengkhawatirkan kondisi yang mulia permaisuri." ucap gadis itu sambil memeluk Vlora yang terdengar sangat bahagia.
"Ada apa ini? siapa gadis ini dan juga kenapa dia memangil ku yang mulia permaisuri? " batin Vlora. Lalu Vlora berkata "Hey gadis kecil, siapa kamu? kenapa tiba-tiba memeluk ku?" ucapnya. Gadis itu melepaskan pelukannya dan terlihat kebingungan di wajahnya.
"Yang mulia permaisuri tidak mengingat saya?" ucap gadis itu. Vlora hanya menggelengkan kepalanya, "Astaga seberapa parah penyakit yang mulia permaisuri sampai tidak mengingat saya dan juga kenapa anda bicaranya menjadi aneh." ucap gadis itu lagi terlihat sedih. "Yang mulia permaisuri tolong tunggu sebentar saya akan memanggil tabib untuk memeriksa keadaan yang mulia permaisuri." ucapnya lagi. Gadis itu langsung berdiri dan berniat untuk mencari tabib.
AAHHKK
Tiba-tiba Vlora menjerit kesakitan dan memegang kepalanya, gadis itu yang akan mencari tabib pun mengurungkan niatnya fan kembali mendekat ke Vlora. "Yang mulia permaisuri anda kenapa?" ucap gadis itu dengan cemas. Vlora tidak menjawab pertanyaan gadis itu karena ia sangat kesakitan sekarang, kepalanya seperti ditanamkan sesuatu dengan paksa.
...------------------------------------------------...
Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.
Jangan Lupa Untuk Follow