The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Token Identitas Palsu?



Vlora tidak perlu lagi mengeluarkan token identitas miliknya karena token identitas milik Lucas saja sudah lebih dari cukup. Token identitas dari setiap wilayah yang ada mempunyai corak dan warna corak yang berbeda-beda.


Token identitas berwarna perunggu dan corak warna perunggu \= rakyat atau penduduk biasa


Token identitas berwarna silver dan corak warna silver \= bangsawan kerajaan atau kekaisaran


Token berwarna emas dan corak warna emas \= anggota kekaisaran atau kerajaan


Itu token identitas yang ada di wilayah kekaisaran dan kerajaan, tetapi berbeda dengan token identitas yang dimiliki Lucas, dasar dari token identitas miliknya terbuat dari batu permata hitam yang sangat langka.


Token identitas dengan corak warna perunggu \= prajurit atau pelayan di istana Kegelapan


Token identitas dengan corak warna silver \= tangan kanan atau yang memiliki kekuasaan tinggi di istana kegelapan


Token identitas dengan corak warna emas \= Penguasa Kegelapan atau orang yang memiliki kekuasaan tertinggi di istana kegelapan


Prajurit penjaga gerbang perbatasan yang memeriksa tidak mengetahui mengenai token identitas yang Lucas berikan, ia pun pergi ke perkemahan prajurit terdekat untuk menanyakannya pada jendral yang ada di perkemahan


"Mohon maaf mengganggu waktu anda jendral, tetapi saya ingin menanyakan mengenai token identitas ini." ucap prajurit itu sambil menyerahkan token identitas kepada jendral yang sedang berada di perkemahan. Jendral itu terlihat terkejut dengan melihat token itu, ia tahu bahwa token identitas itu berasal dari mana. "Cepat bawa saya ke orang yang memiliki token identitas ini." tanpa berbasa-basi mereka pun pergi ke gerbang perbatasan.


Saat sampai disana jendral melihat ada dua orang yang memakai topeng sedang menunggu, langsung saja ia menghampiri Vlora dan Lucas yang sedang menunggu itu lalu ia membungkukkan badannya. "Mohon maaf atas ketidak nyamanan perjalanan anda sekalian." ucap jendral itu sambil mengembalikan token identitas milik Lucas. prajurit yang berada di gerbang perbatasan sangat terkejut dengan jendral mereka yang menghormati dua orang yang memakai topeng ini.


Tanpa membalas ucapan jendral itu dan tidak ingin berlama-lama di sana, Vlora dan Lucas langsung saja pergi. "Jendral mengapa anda sangat menghormati kedua orang tadi?" tanya prajurit. "Dasar bod*h kalian, mereka berdua adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan tinggi di istana kegelapan!" teriak jendral itu terlihat kesal dengan prajurit yang ada disana.


"Saya pernah di beritahu oleh ayah saya mengenai cerita tentang penguasa kegelapan dan istana Kegelapan. Baru sekarang ini saya melihat orang-orang dari istana kegelapan yang sering diceritakan oleh ayah saya itu, dan token tadi yang menunjukkan bahwa orang tersebut mempunyai kekuasaan tinggi di istana kegelapan. Saya harus ke istana kerajaan Hoku untuk memberitahukan hal ini kepada yang mulia raja." jelas jendral itu lalu langsung pergi ke istana kerajaan Hoku.


Vlora dan Lucas berjalan dengan santai menuju istana kerajaan Hoku, karena Vlora ingin melihat suasana di sama. Ternyata di sana sangat banyak kejahatan-kejahatan yang terjadi, banyak pengemis, dan ada juga rakyat yang menangis karena anaknya dibawa paksa oleh prajurit dengan kejam.


Saat Vlora melewati pasar pun ia sempat di hadang oleh para bandit, Lucas langsung membunuh para bandit itu. dan tidak ada lagi yang berani menghalangi jalan Vlora.


Di sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Hoku yang berada di wilayah kekaisaran Navarre, terlihat para anggota kerajaan sedang berkumpul di aula istana. "Apa yang sebenarnya terjadi pada putriku!!" teriak seorang pria paruh baya yang terlihat marah dengan keadaan putrinya yang sedang di obati oleh tabib istana. "Mohon ampun yang mulia raja, keadaan putri Malbona seperti ini karena seorang gadis menyerangnya saat berada di kedai makanan, di pasar kota kekaisaran." ucap salah satu prajurit yang menyampaikan.


"Seorang gadis? apa kalian ingat dengan wajah dari gadis si*lan yang telah menyakiti putriku?" tanya raja Pinguis. "Kami mengingatnya yang mulia raja, tidak mungkin kami melupakan wajah gadis yang telah menyakiti putri Malbona." ucap prajurit tadi. "Gadis itu sangat cantik melebihi dewi, bagaimana mungkin saya bisa melupakannya." batin prajurit lagi.


"Cepat bawa putri Malbona ke kamarnya dan panggilkan tabib kerajaan!!" perintah raja Pinguis kepada para prajurit tadi. Tiba-tiba saja seseorang masuk ke aula istana seperti yang sedang dikejar oleh hantu.


"Hormat saya pada yang mulia raja Pinguis. Mohon maaf saya mengganggu waktu anda, karena saat ini saya ingin menyampaikan informasi yang sangat penting." ucap jendral itu.


"Saya terima hormat mu, informasi penting apa yang ingin anda sampaikan, sampai-sampai anda sangat tergesa-gesa seperti itu jendral?" tanya raja Pinguis. Jendral itu pun menceritakan apa yang terjadi di gerbang perbatasan. Tentu saja raja Pinguis tahu mengenai token identitas yang dikatakan. Karena tidak ada token identitas dari wilayah kekaisaran atau kerajaan yang dasarnya dari batu permata hitam yang sangat langka, tentu itu menjadi ciri khas dari istana Kegelapan.


"Apa kau mengetahui niat dan tujuan mereka mendatangi wilayah kerajaan Hoku ini jendral?" tanya raja Pinguis dengan was-was. "Saya tidak mengetahuinya yang mulia raja, saya tidak sempat bertanya apapun karena mereka langsung pergi begitu saja." ucap sang jendral. Mendengar hal itu raja Pinguis semakin cemas, ia takut mereka akan menghancurkan kerajaannya.


Raja Pinguis tahu istana Kegelapan, prajuritnya saja mampu untuk menghancurkan sebuah wilayah, apalagi yang mendatangi kerajaannya saat ini adalah yang memiliki kekuasaan tinggi di istana kegelapan. Raja pinguis sudah membayangkan hal-hal yang kemungkinan terjadi, membayangkannya saja ia sudah sangat ketakutan.


"Tetapi, sudah sangat lama saya tidak melihat orang-orang dari istana Kegelapan. Ada rumor yang mengatakan bahwa penguasa Kegelapan telah tiada, dan para pengikutnya menjadi kehilangan arah dan tujuan mereka setelah kehilangan sang penguasa. Mungkin saja kedua orang yang anda lihat di gerbang perbatasan tadi hanya penipu yang memakai identitas sebagai orang-orang dari istana kegelapan." ucap raja Pinguis pada jendral nya.


Yang raja Pinguis lupakan adalah token identitas dari istana kegelapan tidak bisa ditiru apalagi dipalsukan, karena ada ciri khususnya tersendiri dari token identitas istana kegelapan. Jadi seharusnya ia berpikir bahwa tidak mungkin ada orang yang berpura-pura menjadi orang-orang dari istana kegelapan.


Tiba-tiba saja terdengar ledakan yang sangat keras yang membuat orang-orang yang berada di istana kerajaan Hoku panik dan ketakutan. Orang-orang yang berada di aula istana kerajaan Hoku keluar istana


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow