
Setelah kepergian Vlora dan Lucas, pangeran Gilbert menghampiri putri Malbona lalu memeluknya dan menghiburnya walau dirinya sendiri pun sedih. "Tenang lah kak, semuanya akan baik-baik saja. Saya akan selalu berada disisi kakak dan menjaga kakak" ucap pangeran Gilbert, putri Malbona memeluknya dengan erat. Tidak seperti sebelumnya yang selalu menjauhi adiknya itu.
...----------------...
Saat ini hari sudah malam, Vlora dan Lucas dalam perjalanan pulang dengan berjalan santai, karena Vlora ingin sedikit menikmati dunia barunya itu. Mereka baru saja mengembalikan anak-anak yang akan di jadikan tumbal kepada keluarganya masing-masing.
Dalam perjalanan tiba-tiba saja muncul 2 harimau yang satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna putih, keduanya terlihat terluka sangat parah, dan di susul oleh orang-orang yang mengejar kedua harimau itu.
"Siapa kalian, cepat menyingkir dan jangan ganggu urusan kami." ucap salah seorang dari segerombolan orang yang mengejar kedua harimau tersebut.
Kedua harimau itu menatap mata Vlora dan berbicara "Tolong selamatkan kami." dengan suara parau sang harimau berwarna hitam. Mendengar itu entah kenapa Vlora sangat ingin menyelamatkan kedua harimau itu, tanpa berbasa-basi.
"Lucas, lindungi kedua harimau itu." ucap Vlora sambil menatap tajam segerombolan orang yang mengejar kedua harimau itu. "Baik yang mulia ratu." ucap Lucas menundukkan kepalanya, lalu membawa kedua harimau itu dan menyingkir tidak jauh dari sana.
"Sebaiknya kau menyingkir dan jangan mencampuri urusan kami, sebelum kau menyesal!" ucap salah satu segerombolan orang itu. "Apakah anda berhak mengatur saya?" ucap Vlora sambil memandang orang-orang itu dengan tajam dan datar.
"Jangan salahkan kami tidak memperingatkan mu, kami adalah kelompok pemburu binatang sihir. Dan saya adalah ketua kelompok ini, gadis kecil sebaiknya kau menyingkir jika tidak ingin terluka!" ucap ketua pemburu binatang sihir.
Vlora memicingkan matanya, "Kalian tidak terlihat seperti pemburu binatang sihir, kalian lebih mirip dengan bandit gunung." mendengar ucapan Vlora sekelompok orang itu langsung tertawa. "Gadis kecil ternyata kau memiliki penglihatan yang tajam." ucap ketua kelompok bandit itu. Sekelompok bandit itu memiliki badan yang tinggi dan besar.
Tidak banyak berbasa-basi langsung saja sekelompok bandit itu menyerang Vlora, tentu Vlora langsung mengeluarkan pedang Kegelapan. Vlora tidak segan-segan menebas tangan, kaki dan kepala kelompok bandit itu, yang membuat ketua kelompok bandit ketakutan.
Bagaimana bisa gadis yang terlihat lemah bahkan tidak terlihat tingkat kultivasinya begitu hebat dalam berpedang? "Ka-kau, membunuh semua anak buah ku!?" tanya ketua kelompok bandit dengan marah, tercengang dan tidak percaya.
"Apa anda buta?" ucap Vlora yang singkat dengan datar, yang membuat ketua kelompok bandit itu bertambah marah. "Aku akan membunuh mu!!" teriak ketua kelompok bandit sambil berlari kearah Vlora dan mengayunkan pedangnya ke arah Vlora. Vlora menghindar dan menangkis serangan-serangan dari ketua kelompok bandit dengan santainya.
Pertarungan itu tidak sampai 1 menit, karena Vlora cepat mengakhirinya dengan menebas leher ketua bandit itu. Setelah bandit dibunuh semua, Vlora mengumpulkan mayat-mayat bandit itu dan membakarnya dengan elemen apinya.
Vlora menghampiri Lucas dan kedua harimau yang tidak jauh dari sana, "Terimakasih banyak nona telah menyelamatkan kami." ucap kedua harimau sambil menundukkan kepalanya. "Tidak masalah." ucap Vlora lalu melihat luka kedua harimau itu.
Setelah selesai mengobati kedua harimau itu, "Sepertinya kalian telah diracun, aku sudah mengobati luka-luka yang ada diluar. Kalian perlu meminum obat yang sudah aku buat ini untuk menghilangkan racunnya. Lucas bantu aku." ucap Vlora sambil menyodorkan dua wadah yang berisi cairan obat yang telah diracik sendiri oleh Vlora. Vlora dan Lucas meminumkan obat itu kepada kedua harimau yang terluka.
Tidak berapa lama setelah meminum obat yang dibuat oleh Vlora, racun yang ada di kedua harimau itu telah hilang. Tetapi kedua harimau itu masih perlu memulihkan diri. "Nona terimakasih banyak telah menyelamatkan dan menyembuhkan kami, biarkan kami menjadi hewan kontrak anda sebagai tanda terimakasih kami." ucap kedua harimau.
Vlora sempat berpikir beberapa detik, kemudian menyetujuinya. "Oke tidak masalah." ucap Vlora lalu menyayat jarinya sendiri dan meneteskan darah di kening kedua harimau itu kemudian muncul tanda sebagai terjalinnya kontrak, sekarang kedua harimau itu sudah menjadi hewan kontrak Vlora. "Apa kalian punya nama?" tanya Vlora. kedua harimau itu menggelengkan kepalanya.
"Oke kalo begitu aku akan memberi nama untuk kalian. Kucing hitam nama mu Oreo, dan kucing putih nama mu Milo." ucap Vlora yang tidak berpikir panjang, Harimau hitam itu jantan dan yang putih betina. "Nona kami ini harimau bukan kucing." ucap harimau hitam yang sekarang bernama Oreo, "Itu terdengar sangat asing, tapi kami sangat menyukai nama yang nona berikan." Ucap harimau putih yang bernama Milo, walau mereka sedikit bingung dengan bicaranya Vlora. Andai kedua harimau itu tahu arti dari nama mereka yang diberikan oleh Vlora.
"Oke, kalian masuk dulu ke dalam sini dan pulihkan diri kalian di sana." ucap Vlora lalu memasukkan Milo dan Oreo ke dalam dimensi cincin penguasanya. Kemudian Vlora dan Lucas melesat pergi menuju istana kekaisaran Navarre, mereka melesat dengan sangat cepat agar segera sampai di kediaman permaisuri.
...----------------...
Vlora dan Lucas telah sampai beberapa saat yang lalu, saat datang tadi Vlora langsung membersihkan tubuhnya. Kini Vlora baru selesai berpakaian dan ia ingin segera untuk tidur, Vlora telah menyampaikan pada Emma bahwa ia tidak akan makan malam.
Keesokan harinya, terlihat pelayan dan prajurit kekaisaran Navarre sedang sibuk untuk menyiapkan acara yang akan diadakan di kekaisaran. Akan banyak sekali acara yang diadakan nantinya, seperti lomba memanah, berkuda, berpedang, dan lain sebagainya.
Saat ini Vlora terlihat sedang melihat-lihat baju yang telah dibuatkan oleh Emma, Vlora terlihat sangat puas dengan keterampilan Emma. Bagaimana tidak? Emma membuatkan baju sama persis seperti desain yang diberikan Vlora dan juga kecepatan Emma dalam membuatnya Vlora sangat puas.
Ada gaun, baju tidur, dalaman, dan lain sebagainya. Desain yang Vlora buat dari jaman modern karena ia sedikit risih dan tidak nyaman jika memakai pakaian di jaman kuno ini, jadi Emma sedikit terlihat kebingungan awalnya. Namun setelah pembuatannya selesai, Emma pun mengagumi desain yang Vlora buat.
...------------------------------------------------...
Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.
Jangan Lupa Untuk Follow