The Queen Of Darkness

The Queen Of Darkness
Tewasnya Raja Pinguis Dan Permaisuri Isabel



"Sebenarnya siapa anda? dan kesalahan apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini di kerajaan Hoku?" tanya raja Pinguis yang juga penasaran dengan orang-orang bertopeng melakukan hal seperti ini di kerajaannya.


"Apa anda benar-benar menanyakan alasan saya melakukan ini? Seharusnya anda menanyakannya pada putri kesayangannya anda itu " ucap Vlora dengan senyum smirik, raja Pinguis semakin bingung dengan hal itu.


"Awalnya, saya ke sini hanya ingin sedikit bermain dengan putri mu itu, tetapi setelah melihat keadaan di kerajaan Hoku yang anda pimpin. Entah kenapa membuat saya ingin menghancurkan kerajaan ini." ucap Vlora lagi.


Vlora melepaskan topengnya yang membuat putri Malbona sangat terkejut, raja Pinguis melihat keterkejutan putrinya. Apakah ada hubungannya dengan putri Malbona? itulah yang dipikirkan oleh raja Pinguis. "Ka-kau, jal*ng si*lan. Bagaimana bisa..." ucap putri Malbona yang menggantung.


"Kau mengenalnya putri ku?" tanya permaisuri Isabel. "Ibu, dia yang telah melakukannya. Dia yang telah menyakiti ku." ucap putri Malbona dengan manjanya, raja Pinguis dan permaisuri Isabel yang mendengarnya langsung marah. "Dasar penipu si*lan, selain penipu ternyata kau juga menyakiti putri ku!" teriak raja Pinguis.


Kemudian ia mengeluarkan pedangnya, memegang pedang dengan kedua tangannya dan hendak menebas kepala Vlora. Vlora menghalangi pedang raja Pinguis menggunakan pedang kegelapan.


TRAK


Pedang raja pinguis patah, "Ba-bagaimana bisa." raja Pinguis terkejut karena pedangnya patah begitu saja, karena pedang itu termasuk senjata tingkat tinggi. "Sepertinya anda sudah sangat tidak sabar untuk mati." ucap Vlora pada raja Pinguis, lalu Vlora menebaskan pedangnya pada kedua tangan raja Pinguis. Darah keluar deras dari tubuhnya, permaisuri Isabel dan putri Malbona yang melihatnya berteriak dengan histeris.


"Dasar jal*ng si*lan! Berani-beraninya kau menebas tangan suami ku!!" teriak permaisuri Isabel sambil menghampiri Vlora dan hendak menamparnya. Entah keberanian dari mana, tentu Vlora tidak akan membiarkan tangan itu menyentuh wajahnya.


Jadi sebelum tangan permaisuri Isabel menyentuh wajah Vlora, ia langsung menebaskan pedangnya ke tangan permaisuri Isabel yang akan menamparnya. Permaisuri Isabel berteriak kesakitan karena tangan kanannya putus.


 


Diluar istana kerajaan Hoku, ada pangeran Gilbert yang baru saja pulang dari tugasnya. Terlihat keterkejutan di wajahnya karena melihat banyak prajurit yang tewas. Pangeran Gilbert langsung berlari masuk ke dalam istana mengkhawatirkan kedua orang tua dan juga kakak perempuannya.


Lalu pangeran Gilbert mendengar teriakan di salah satu ruangan, langsung saja ia berlari menuju ruangan tersebut. Disana, pangeran Gilbert kembali terkejut dengan melihat tangan ayahnya telah ditebas.


"A-apa yang anda lakukan terhadap ayah dan ibu saya? mengapa anda melakukan hal seperti ini terhadap keluarga saya?" tanya pangeran Gilbert kepada gadis yang terlihat sangat cantik namun juga terlihat menyeramkan dengan cipratan darah di wajah dan pakaian serba hitamnya.


"Jangan berani-beraninya kau memanggil ayah dan ibu pada kami! Kau bukan anak ku dasar tidak berguna!!" teriak raja Pinguis yang melihat pangeran Gilbert, tentu pangeran Gilbert sangat sedih dengan hal itu tetapi ia sudah terbiasa mendengar hal seperti itu.


"Yang mulia ratu, saya telah menemukan anak-anak yang akan dijadikan tumbal, ruangan anak-anak yang dikurung dijaga oleh beberapa prajurit, tetapi telah saya lenyapkan." ucap Lucas yang tiba-tiba datang di ruangan yang lumayan besar itu sambil membungkuk hormat pada Vlora lalu berdiri. "Bagus." ucap Vlora.


Raja Pinguis sangat terkejut dan ketakutan sekarang ini, mereka berdua benar-benar dari istana kegelapan. "Ya-yang mulia ratu tolong ampuni saya sekali ini saja, saya telah lancang pada anda." ucap raja Pinguis sambil bertekuk lutut.


"Ayah, apa yang ayah lakukan. Mengapa ayah memohon seperti itu kepada gadis jal*ng itu!?" putri Malbona yang terkejut dengan raja Pinguis, karena ia pikir raja Pinguis akan membalaskan dendamnya, kenapa malah bertekuk lutut seperti itu. "Diam!!" teriak raja Pinguis pada putri Malbona.


"Kau ingin saya ampuni?" tanya Vlora. Raja Pinguis langsung mengangguk-anggukan kepalanya. "Kalau begitu, saya akan mengampuni dan mengembalikan tangan anda seperti semula. Tetapi sebagai gantinya, saya akan membunuh anak laki-laki mu ini." ucap Vlora.


Tanpa berpikir panjang raja Pinguis menjawab, "Baiklah tidak masalah asalkan saya diampuni dan mempunyai tangan kembali." ucap raja Pinguis dengan egois dan tidak tahu malu. Pangeran Gilbert yang mendengarnya sangat merasakan sakit di hatinya.


"Kau melihat dan mendengarnya sendiri bagaimana orang tua mu sangat tidak menginginkan mu. Jangan menyalahkan saya jika saya melenyapkan kedua orang tua mu, karena saya sangat muak dengan orang seperti itu." ucap Vlora pada pangeran Gilbert.


Tanpa berbasa-basi Vlora langsung menebas kepala raja Pinguis dan permaisuri Isabel. Kepala mereka berdua bergelinding begitu saja, dan salah satu kepala itu berhenti bergelinding di kaki pangeran Gilbert.


Putri Malbona menangis dan berteriak histeris melihat itu. Pangeran Gilbert pun menangis, walau ia sakit hati oleh kedua orang tuanya tetapi mereka tetap orang tua kandungnya. "Yang mulia ratu, saya memang sangat sedih melihat kedua orang tua saya telah dibunuh oleh anda. Tetapi, saya tidak akan menyimpan dendam di hati saya. Karena mungkin, apa yang telah orang tua saya lakukan itu tidak dapat dibenarkan." ucap pangeran Gilbert pada Vlora sambil tersenyum pahit dan berurai air mata.


"Kau tumbuh menjadi anak laki-laki yang baik walau di lingkungan yang seperti ini. Jadilah raja di kerajaan Hoku dan pimpin dengan baik. Jadilah raja yang bijaksana dan adil kepada rakyatnya, saya percaya pada mu. Kau pasti bisa melakukannya." ucap Vlora kepada pangeran Gilbert.


Tadinya ia berniat meruntuhkan kerajaan Hoku ini, tetapi melihat pangeran Gilbert, ia berubah pikiran. "Dan kau, kau seharusnya bersyukur memiliki adik seperti dia." ucap Vlora kepada putri Malbona yang sedang menangis. Kemudian Vlora pergi diikuti oleh Lucas.


Setelah kepergian Vlora dan Lucas, pangeran Gilbert menghampiri putri Malbona lalu memeluknya dan menghiburnya walau dirinya sendiri pun sedih. "Tenang lah kak, semuanya akan baik-baik saja. Saya akan selalu berada disisi kakak dan menjaga kakak" ucap pangeran Gilbert, putri Malbona memeluknya dengan erat. Tidak seperti sebelumnya yang selalu menjauhi adiknya itu.


...------------------------------------------------...


Jika menyukai cerita ini Like/ Komen untuk meninggalkan jejak/ Gift supaya saya semangat untuk menulis/ Vote/ Rate/ Share. Terimakasih.


Jangan Lupa Untuk Follow