
~flashback on~
setelah Leon tertembak dia langsung ambruk disana "Li-.. Lia ma-...maafkan ka-.. kakak semoga ka-..kau se-...selamat" ucap Leon terbata bata karena menahan sakit yang ada didadanya tersebut dan akhirnya pun Leon menutup mata nya "tuan bagaimana ini apakah kita bawa saja anak laki laki ini" tanya salah satu mafioso RW "tidak perlu, jika kita membawanya maka master akan marah kepada kita kalau kita hanya membawa salah satu dari mereka" jawab Wozy sang tangan kanan leader RW Zulfi "terus kita akan melakukan apa" tanya salah satu mafioso itu lagi "tinggalkan dia" jawab Wozy tegas kepada para mafioso nya "baik tuan Wozy" jawab mereka serempak, dan mereka langsung meninggalkan tempat itu.
tanpa diketahui oleh para mafioso itu ternyata Leon belum meninggal dunia tetapi dia masih hidup dengan perlahan Leon bangkit dan menuju rumah sakit untuk mengobati dirinya, dengan sekuat tenaga Leon berjalan menuju rumah sakit yang berada sedikit jauh dari tempat itu, saat dia ingin menyebrang jalan ada sebuah mobil yang melaju kearahnya.
CKIITT....
suara rem mendadak, karena kaget Leon pun terjatuh sambil menahan lukanya tersebut ''akh.. sialan" umpat Leon yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit nya itu "apakah kamu gak papa nak" ucap pria paruh baya turun dari mobil itu dan disusul turun juga oleh seorang wanita paruh baya dan anak laki laki kecil mungkin seumuran sama Leon "astaga apakah kau tertabrak banyak sekali darah mu" lanjut pria tersebut "to-.. tolong ba-...bawa saya keru-.. rumah sakit saya su-.. sudah tidak ku-.. kuat lagi" jawab Leon terbata bata karena rasa sakit akibat peluru yang masih tertancap didada nya tersebut "ba-..baiklah nak kamu bertahan" jawab pria tersebut sambil membopong tubuh Leon kedalam mobil.
*rumah sakit*
operasi sedang berlangsung mereka cemas memikirkan anak yang saja mereka tabrak itu, mereka mengira jika mereka telah menabrak anak itu padahal anak itu tidak tertabrak oleh mobil mereka ya anak itu adalah Leon, 3 jam kemudian ruangan operasi terbuka saat dokter keluar pria dan wanita paruh baya tadi pun langsung memberikan pertanyaan secara beruntun kepada dokter.
"dok bagaimana keadaan anak itu"
"apakah dia baik baik saja"
"ada luka serius yang didapat anak itu"
ucap pria dan wanita paruh baya itu cemas "tenang tuan dan nyonya, operasi berjalan dengan sangat lancar" jawab sang dokter "benarkah, untung saja anak itu baik baik saja" jawa. wanita tersebut sambil membuang nafas lega "iya nyonya dia baik baik saja dan peluru yang ada ditubuh nya sudah kami keluarkan" ucap sang dokter hendak pergi dari sana "tunggu ap-.. apa maksud dokter dengan peluru" ucap pria paruh baya tersebut "anak itu tertembak dibagian dada kiri nya untung saja tembakan itu tidak mengenai jantung nya" jelas dokter itu kepada pria dan wanita itu "bukan nya dia tertabrak kenapa dia bisa mendapat kan luka tembakan" jawab pria tersebut sambil melihat sang dokter "maaf tuan tapi saat saya memeriksa nya dia hanya memiliki luka tembak saja dan tidak ada luka tabrak ditubuh nya" jawab dokter itu "baiklah jika tidak ada lagi saya permisi" pamit dokter tersebut.
hampir satu minggu Leon berada dirumah sakit keadaan nya mulai membaik dan orang yang membawa Leon kerumah sakit pun sering berkunjung kerumah sakit untuk menjenguk Leon "halo nak apakah kau sudah sehat" ucap wanita itu, Leon janya mengangguk untuk menjawab pertanyaan wanita tersebut.
"oh iya tante belum mengetahui nama mu perkenalkan tante adalah Novita Arizella Williams dan dia adalah suami tante namanya adalah Gibran Algatama Williams dan dia adalah anak tante satu satu nya Rafael Gergorius Williams dan nama mu siapa nak" ucap Novita kepada Leon memperkenal kan dirinya dan keluarga nya
"saya Leon Pradipta tante" jawab Leon
"keluarga mu dimana kenapa mereka tidak menjenguk mu kesini dan saat itu dokter bilang kau terkena tembakan" tanya Novita kepad Leon, Leon hanya menundukan kepalanya
"ke-.. keluarga aku ti-.. tidak memiliki ke-..keluarga" jawab Leon gagap sambil menggigit bibir bawah nya menahan tangis
"maafkan tante Leon, tante benar benar tidak tahu akan hal itu" ucap Novita sambil memeluk Leon
"tidak apa apa tante" jawab Leon sambil membalas pelukan Novita, Gibran yang dari tadi melihat Leon dia merasa sangat kasihan kepada Leon
"aku tidak ingin merepotkan om dan tante aku yang dibawa kerumah sakit saja sudah sangat beruntung sekali, terima kasih om, tante" jawab Leon lembut
"kau tidak merepotkan kami kok sayang" ucap Novita "kau sekarang adalah putra ku Leon Pradipta Williams dan panggil aku mommy ya" lanjut perkataan Novita "benar dan panggil aku daddy ya sayang dan dia akan menjadi adik mu" jawab Gibran sambil menunjuk kearah Rafa "dan Rafa kamu sekarang memiliki kakak" ucap Novita tersenyum "benarkah aku sudah memiliki seorang kakak" ucap antusias Rafa "tentu saja sayang" jawab Gibran gembira, Leon pun tidak dapat menahan air mata nya itu dia pun menangis dan langsung dipeluk oleh Gibran, Novita, dan Rafa.
(keluarga Williams adalah keluarga terkaya no.3 didunia karena memiliki perusahaan bernama W'Ls Company setelah kejadian keluarga Sugera W'Ls Company menempati peringkat no.2 didunia, dan juga berhasil menempati urutan pertama didunia setelah kejadian keluarga Terziaz terjadi, tetapi posisi itu pun tergeser karena ada nua cabang perusahaan baru yang dalam waktu 7 tahun dapat mengambil posisi perusahaan terbaik didunia yaitu C'Ls Company sampai sampai W'Ls Company menjadi urutan no. 2 kembali)
setelah itu mereka pun kembali pulang kemansion dan membawa Leon tentu nya, 2 tahun telah berlalu semenjak Leon menjadi anak angkat keluarga Williams Leon juga sudah masuk kedalam dunia bawah yaitu dunia mafia karena dia ingin membalaskan dendam nya kepada para mafia yang telah membunuh keluarga nya dia masuk kedalam mafia Rafa yaitu Black Hole, dalam waktu 9 tahun mafia yang Rafa bentuk sendiri itu menempati no. 2 didunia, tentu saja kedua orang tua mereka tau apa yang mereka lakukan tentu saja Gibran dan Novita pernah melarang Rafa untuk membangun mafia tapi tetap saja Rafa selalu memnujuk orang tua nya tersebut untuk menyetujui nya, dan akhirnya Gibran dan Novita mengijin kan putra nya tersenut untuk membangun sebuah mafia.
disaat itu Leon ingin pergi ke Inggris untuk belajar disana tentu saja mendapat bantahan dari keluarga nya itu "mom, dad Leon akan pergi ke Inggris" ucap Leon kepada Gibran dan juga Novita "APA!! untuk apa kamu pergi kesana Leon" tanya Novita kepada Leon "aku ingin belajar disana mom boleh ya" jawab Leon sambil memberikan puppy eyes milik nya "haish baik lah mommy mengizinkan mu tapi ingat jaga dirimu baik baik disana y" ucap Novita sambil memeluk Leon "baiklah mommy" jawab Leon.
~flashback of~
cerita Leon panjang lebar kepada Nata tapi tentu saja dia tidak memberitahukan Nata tentang dirinya yang masuk ke dunia bawah itu takut adik kesayangan nya itu khawatir,
Nata yang mendengar cerita kakak nya itu hanya bisa mengangguk kan kepala nya.
"oh jadi begitu" ucap Nata sambil ber oh'ria
"ya memang seperti itu" jawab Leon sambil terus terusan mengusap kepala adik nya itu
"lepaskan tangan mu itu kak" ucap Nata sambil meraih tangan Leon
"baiklah baiklah mari kita kembali ke kanti mereka pasti menunggu kita" ucap Leon hendak menarik tangan Nata tapi langsung ditepis pelan oleh Nata
"kak aku ingin minta tolong padamu"
"minta tolong apa" ucap Leon kebingungan
"jangan bilang kepada mereka jika aku berbicara kepada mu dan jangan panggil aku Lia tapi panggil aku Nata" jawab Nata sambil memasang muka dingin nya kembali
"tapi kenap-.." ucap Leon terpotong "aku tidak akan menjelaskan alasan nya" ucap Nata sambil menatap Leon dingin "baiklah" jawab Leon cepat dan mereka pun menuju kantin untuk menemui teman teman mereka.
'kenapa kau menjadi dingin seperti ini Lia ini bukan dirimu yang sebenar nya apa karena kejadian itu, jika benar maka aku akan membalaskan dendam kita keluarga Sugera pada mereka yang telah merebut kebahagian kita mommy, daddy, dan juga Lisya aku berjanji pada mu' batin Leo. sambil menatap sendu punggu Nata karena Leon memang berjalan dibelakang Nata.