The Queen Mafia And Bad Boy

The Queen Mafia And Bad Boy
chapter 7



*bel pulang sekolah telah berbunyi*


KRINGG... KRING..


Nata dkk pun pergi keparkiran untuk mengambil mobil mereka, saat dijalan menuju parkiran "ehmm.. Nat" ucap Fany gugup, Nata dkk pun berhenti dan Nata hanya melihat kearah Fany "itu boleh gak aku minta no telpon kamu hehe kalok ada apa apa kan kita bisa telpob atau chat kamu" pinta Fany kepada Nata, dan hanya di tatap oleh Nata "ehm kalok gak mau gak papa kok" jawab Fany yang seakan akan tau arti tatapan mata Nata tiba tiba.


SREET..


nata menyodorkan handphone nya kehadapan Fany "beneran Nat gak papa" tanya Fany hati hati, Nata hanya mengangguk mengiyakan, Fany pun mengetik kan nomor telpon Nata di handphone nya "eh Nat kita juga minta no ponsel kamu ya" tanya Chika, dan hanya diangguki oleh Nata, dan mereka pun mengetik kan no Nata di handphone mereka masing masing.


*saat diparkiran*


"Nat kamu mau ikut kami gak ke mall" tanya Jennie menawarkan Nata untuk ikut dengan mereka, tapi Nata menggelengkan kepalanya "yah gak seru deh kalok gak ada kamu" Nata hanya diam mendengarkan ocehan dan curhat panjang lebar Jennie.


GREEB..


"ehmm.. ehmm" omongan Jennie tertahan karena mulut Jennie di bekap oleh Vera "hehehe gak papa kok Nat kalok kamu gak mau ikut kami gak maksa kok" jawab Vera lembut sambil tersenyum kepada Nata, Nata hanya mengangguk dan langsung pergi meninggal kan teman teman nya di parkiran "ehm.. woy le-.. lepasin napa se-.. sesek napas aku" ucap Jennie sambil berusaha melepaskan tangan Vera dari mulut nya "makanya kalok punya mulut itu dijaga jangan ngegas mulu rem dikit napa" jawab Vera kesal sambil melepaskan tangan nya dari mulut Jennie "iya iya" ucap Jennie kesal.


*dimarkas*


sehabis Nata pulang dari sekolah dia langsung pergi ke markas nya, sesampainya Nata dimarkas nya dia pun disambut hangat para mafioso nya "selamat datang Queen" ucap kompak para mafioso yamg berjaga di depan markas tersebut, dan Nata hanya mengangguk kan kepala nya saja, saat didalam markas dia pun segera pergi keruangan nya "Zero cepat keruangan ku sekarang" ucap Nata kepada Zero memakai alat khusus yang Nata ciptakan untuk para mafioso LC "baik Queen" sambil Nata menunggu kedatangan Zerodia sambil mengecek keadaan perusahaan Nya yang berada di LA maupun di Inggris.


(Nata memang memiliki banyak cabang perusahaan diberbagai negara karena memang C'Ls sudah mencapai perusahaan global dunia dan juga tentu mafia nya pun memiliki banyak cabang di berbagai negara walaupun mafia nya berada di posisi no. 3 didunia)


TOKK.. TOOKK..


"masuk" jawab Nata dengan datar mempersilahkan orang tersebut masuk "apakah kau sudah mendapat kan informasi nya Zero" tanya Nata sambil menatap tajam Zero dengan mata elang nya itu.


GLEEKK..


Zero menelan saliva nya karena dia ketakutan dengan tatapan dan juga aura yang dikeluarkan oleh Nata "ma-.. maafkan sa-.. saya Queen, sa-..saya be-... belum menemukan in-.. informasi tentang penyerangan i-.. itu Queen" jawab Zero gagap karena takut oleh aura Nata yang sangat mengerikan itu "hah baiklah kembali kepekerjaan mu cari informasi itu secepat mungkin dan hubungi Lucy jika ada masalah yang kamu dan Lucy tidak bisa tangani segera hubungi aku" jawab Nata sambil mengambil tas sekolah nya.


(Lucy adalah sekretaris Nata yang dipercaya Nata untuk mengurus C'Ls Company jika tidak ada dia ataupun Zero)


"baik Queen saya akan memberitahukan ini kepada Lucy" jawab Zero, dan Nata pun pergi dari markas nya menuju mansion untuk pulang.


*dimansion*


sesampainya dimansion Nata pun langsung masuk kedalam kamar nya untuk membersihkan diri, selesai membersihkan diri dia pun pergi kekamar kakak nya JJ untuk mengajak mereka makan malam "kak bangun kita makan malam dulu" ucap Nata didepan pintu kamar Jordan "baiklah kamu duluan saja" jawab Jordan dari balik pintu kamar nya "oke, jangan lupa panggil kak Jordu juga" ucap Nata lagi sambil turun kebawah menuju ruang makan.


*selesai makan*


Nata langsung pergi kekamar nya untuk istirahat begitu pula dengan JJ mereka langsung kekamar masing masing, saat dikamar Nata langsung merebah kan dirinya dikasur king size milik nya dia pun memandang atap atap langit kamar nya, karena Nata tak bisa tidur dia pun menuju kebalkon yang berada dikamarnya sambil melihat langit langit hitam yang diterangi oleh bulan dan bintang "mom, dad Nata berjanji akan menemukan orang yang membunuh kalian semua, aku akan membalaskan dendam kalian termasuk kak Leon dan kak 2H aku akan menyiksa mereka karena telah mengambil semua kebahagiaan ku, a-...aku berjanji" ucap Nata sambil sesugukan menahan tangis, tetapi tangis nya pecah begita saja sambil mengenang kenangan manis nya bersama orang yang dia sayangi.


*6 bulan kemudian*


*keesokan hari nya di RGHS*


eh katanya ada murid baru ya.


gak tau kata nya sih ada.


cowok cewek.


sepengetahuan ku cowok dan kata nya ganteng banget loh.


beneran, ngelebihin Rafa kah.


ya ngak lah Rafa itu yang paling ganteng sejagat raya gak da yang bisa nandingin.


obrolan para siswa siswi di RGHS tetapi tidak dihiraukan oleh Nata dkk.


*dikelas Rafa dkk*


saat dikelas Rafa tak henti henti hanya melihat handphone nya dan tidak mempedulikan teman teman nya tersebut "eh Raf ngomong napa diem bae" ucap Zayen menegur Rafa yang sedari tadi yang hanya melihat handphone, dan Rafa melirik malas Zayen "haih tidak kamu tidak Nata sama sama saja selalu tidak menghiraukan ucapan seseorang" ucap Zayen kepada Rafa tetapi Rafa hanya ber oh'ria saja tak lama kemudian guru pun datang dan membawa seseorang dibelakang nya.


"ekhem..ekhem oke anak anak kita hari ini kedatangan murid baru silahkan perkenal kan dirimu" jawab bu Sisi wali kelas XII A "hallo perkenalkan nama ku adalah Leon Pradipta semoga kita bisa berteman baik ya" ucap Leon sambil tersenyum hangat kepada teman teman sekelasnya itu.


astaga sumpah Leon ganteng banget cuy.


asli gak dapet Rafa, Jordan, Jordy, atau Zayen dapet Leon jadilah.


apasih gak liat apa masih juga gantengan aku.


ngaca deh kamu sama Laskar aja jauh mau dibandingin sama Leon mimpi keles.


coba sekali aja jangan banding bandingin aku sama Laskar heran.


begitulah ocehan ocehan dari para siswa siswi dekelas XII A, tapi tanpa sadar mereka para mostwanted tersenyum kepada Leon siapa lagi kalau bukan Rafa dkk dan Leon pun langsung tersenyum kepada mereka berempat "baiklah Leon silahkan duduk di kursi kosong belakang Andi, Andi angkat tangan mu" Andi pun menganngkat tangan nya dan Leon langsung pergi duduk dibelakang kursi Andi tepat nya disamping zayen "akhirnya kita bisa berkumpul lagi" ucap Zayen tersenyum kepada Leon "tentu saja" jawab Leon tersenyum kepada Zayen, pelajaran pun dimulai.


segini dulu ya cerita nya nanti author bakal lanjut buat cerita nya.


maaf kalok author nya banyak typo


terima kasih sudah mengunjungi karya author


🙏🙏