The Queen Mafia And Bad Boy

The Queen Mafia And Bad Boy
chapter 23



*disisi Zero*


DRRT... DRRT.. DRRT...


Zero mengambil handphone nya yang berada diatas meja, dia melihat nama Vano disana dan segera mengangkat telpon tersebut


via telpon


Zero : ada apa


Vano : mengapakau sangat lama mengangkat telpon ku


Zero : maaf, jadi ada masalah apa


Vano : kau cepat kembali sekarang juga ini sangat penting


Zero : ada masalah apa, beritahu aku


Vano : markas diserang oleh aliansi mafia di perbatasan


Zero : APAA!!


teriak Zero hingga semua yang berada disana diam menatap Zero heran begitu pula dengan Rafa dkk


Zero : baiklah aku akan segera kesana


Zero menutup telpon itu dan memanggil kedua bawahan nya yang melatih BH


"ada apa tuan" tanya Rafa yang melihat tingkah aneh Zero


"benar tuan apa yang terjadi" tanya mafioso nya


"kita harus kembali" ucap Zero


"tunggu tuan apa yang sebenarnya terjadi" tanya Rafa dkk


"sekali lagi maaf kan saya tetapi kami harus kembali karena markas telah diserang" jelas Zero


"APA!!" teriak mereka kaget


"tapi tuan kenapa kita harus kembali, bukan nya anggota Class A yang lain bisa menyelesaikan nya" ucap mafioso LC Yang di


bawa Zero


"kali ini berbeda yang menyerang bukan lah mafia biasa"


"maksud anda" tanya Rafa


"melainkan sebuah aliansi mafia"


mereka yang berada diruangan itu pun menganga tidak percaya, tetapi setelah Zero memberitahu kan inti nya akhirnya mereka percaya


"kami akan membantu mempertahankan perbatasan LC" ucap Rafa tiba tiba


"Rafa, apa yang baru saja kau katakan" Jordan pun ikut bersuara


"kita tak bisa diam saja mereka sudah membantu kita, dan anggota kita sudah banyak peningkatan, apakah kau akan berdiam diri saja" jelas Rafa


"kau benar, mari kita membantu LC" usul Leon setuju


"BAIKLAH SEMUA NYA MALAM INI KITA AKAN MEMBANTU MEMPERTAHANKAN LC, JADI KALIAN BERSIAP UNTUK BERPERANG"


teriak lantang Rafa supaya didengar oleh semua mafioso nya


"BAIK MASTER" jawab lantang mereka semua, dam mereka mempersiapkan senjata mereka dan langsung menuju LC


*perbatasan LC*


BLEDARR....


DOOM.. DOOM..


"master tak ada pergerakan dari LC kecuali mempertahan kan perbatasan itu dan tidak menyerang, jadi apa yang harus kita lakukan" ucap seorang pria


"teruskan jika perlu ledakan langsung menuju markas mereka" jawab pria satu nya yang sepertinya pemimpin dari mereka semua


akhirnya pria tersebut mengarahkan bom mereka menuju langsung ke markas LC


DUAARR...


bagian sisi timur LC hancur dan tak bersisa


"tuan bagaimana ini, bagian timur sudah hancur kita harus menyerang" salah satu mafioso LC memberitahu kan keadaan markas bagian timur


"kita tak boleh gegabah, tuan Zero dan juga Queen belum datang maka kita harus terus mempertahankan perbatasan ini" ucap Vano


"ubah posisi bagi beberapa tim untuk melindungi bagian barat" sambung Vano


"baik tuan"


dan beberapa orang pun pergi menuju bagian barat untuk di lindungi


SEETT....


Zero menghampiri Vano yang sedang memperintahkan pasukan untuk bertahan


"Van, ini akan sulit tapi kuta harus menyerang supaya markas tidak hancur, apakan Queen sudah turun tangan" ucap Zero


"belum tuan Zero, tapi benar yang anda katakan kita harus menyerang supaya mereka memfokuskan serangan serangan itu kepada kita dan bukan pada markas"


"baik kita akan menyerang"


"siap tuan"


"sekarang juga kita bersiap siap untuk menyerang mereka semua" ucap Vano pada anggota LC dan juga BH


"baik tuan" jawab mereka serentak


"SERANG"


dan akhirnya peperangan yang tak bisa dihindari, walaupun mereka kalah jumlah dari musuh tapi LC dan BH bisa meimbangi nya


SEETT...


SRENG...


DORR.. DOOR


suara tabrakan pedang dan suara tembakan yang sangat nyaring ditelinga siapa pun itu, pertarungan itu sanagat sengit banyak yang sudah terluka bahkan meninggal ditempat itu, bagaikan tempat itu sudah menjadi tanah kematian bagi mereka semu, tapi tak lama kemudian datang lah seorang wanita dengan topeng dan juga pedang nya dan Zero sempat menarik mundur terlebih dahulu para anggota nya begitu pula dengan lawan


"Queen" ucap serempak anggota LC


'apa?.. ternyata leader LC seorang wanita' itu lah pikuran yang dipenuhi oleh semua orang yang berada disana kacuali pemimpin dari aliansi


"HAHAHA.. ku tak menyangka bahwa kau akan keluar seperti ini" ucap pria tersebut


"aku bukan lah seorang pengecut, dan lagi mengapa kau menyerang LC" jawab Nata


"kau bilang kenapa, APA KAU TAK INGAT KAU MEMBUNUH AYAH KU, dan lagi aku tak menyukai dirimu dan juga mafia mu" ucap pria itu lagi


Nata yang sudah tak tahan dengan sikap pria itu pun menggenggam erat pedang nya


"mengapa kalian berhenti, kalian lihat bukan musuh yang berada dihadapan kita" ucap Nata pada pasukan nya


"iya Queen" jawab mereka


"maka dari itu hancurkan mereka semua" ucap Nata dengan nada yang sangat dingin


dan pertarungan pun kembali tapi kali ini Nata berpartisipasi dalam pertarungan ini dan lagi dia melawan pemimpin aliansi


"bagaimana apa kau suka kejutan dari ku ini inilah balasan mu karena telah membunuh ayah ku" ucap pria itu disela sela pertarungan nya dengan Nata


Nata menunjukan smirk nya dan serangan nya menjadi semakin ganas


"hah... kau masih berpikiran seperti itu, BAGAIMANA DENGAN AYAH MU DIA MEMBUNUH SEMUA KELUARGA KU, DIA MERENGGUT NYAWA ADIK DAN JUGA ORANGTUA KU BAGAIMANA DENGAN ITU" teriak frustasi Nata pada pria tersebut


"HAHAHA.. AKU TAK PEDULI DENGAN ITU YANG KU MAU, AKU HANYA AKAN MEMBALASKAN DENDAM AYAK KU"


pria itu adalah Arga Etrama anak dari Zulfi Etrama leader RW yang membunuh keluarga Sugera dan juga Terziaz


SRING..


SREET...


suara aduan pedang yang sangat sengit antara Nata dan Arga dan sudah banyak sekali luka yang mereka dapatkan


JLEBB...


satu tusukan berhasil mendarat di perut Arga begitu pula dengan Nata dia sudah mendapat banyak tusukan dibadan nya, karena Arga bukan lah orang yang bisa diremehkan dia sangat menguasi pedang, tapi tetap saja Nata lebih unggul dari dia


SRING...


CRASH..


BRUUKK....


akhirnya Arga terpukul mundur oleh Nata


"kau akan mati ditangan ku" ucap Nata sambil mengayunkan pedang nya disamping leher Arga dan bersiap siap untuk memenggal kepala tersebut


"tunggu, jika kau membunuhku, kau akan kehilangan orang yang berharga untuk ketiga kalinya" ucap nya tiba tiba


"apa maksudmu itu" ucap Nata sembari menurunkan pedang nya


Arga berdiri dan berjalan mundur, dan kemudian dia berhenti dan juga mengangkat kepalan tangan nya "MUNDUR" teriak nya lantang dan pasukan nya pun mundur walau sudah banyak yang terluka begitupun dengan LC dan BH


"apa yang kau lakukan" ucap Nata


"kau akan segera tahu" jawab Arga


mereka semua bingung begitupun dengan Nata, Zero, dan Rafa dkk, dan tak berselang lama kemudian Arga memanggil nama seseorang "Deo, bawa mereka kemari" panggil nya, Deo adalah sang tangan kanan Arga


Deo datang membawa keempat wanita cantik dan mereka sudah sedikit terluka, entah apa yang dilakuakan mereka kepada keempat wanita tersebut


Nata, Zero, dan Rafa dkk membelalakkan mata mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat "hah.. apakah cara ini benar benar berhasil" ucap Arga memandang Nata