The Queen Mafia And Bad Boy

The Queen Mafia And Bad Boy
chapter 19



*dimarkas*


sesampai nya Nata dimarkas seperti biasa para mafioso penjaga memberi hormat pada Queen mereka, Nata berjalan menuju ruangan nya yang terletak dilantai paling atas lebih tepatnya lantai 10


saat Nata telah berada didepan pintu ruangan nya dia segera membuka pintu tersebut, saat dia membuka pintu itu dia telah melihat seorang lelaki yang duduk disofa ruangan


nya, yang tak lain adalah Zero


"kau sudah datang" tanya Zero


"seperti yang kau lihat sekarang" jawab Nata


Nata berjalan menuju kursi kebesaran nya


"jadi apa yang mau kau sampaikan kak" tanya Nata, saat telah duduk dikursi nya


"jadi begini, kau pernah memberi perintah pada Ray untuk memantau BH bukan" tanya Zero


"so, what's wrong" jawab Nata


"masalah nya adalah, Ray memberitahuku jika leader BH diserang secara berantai oleh mafia lain" ucap Zero


"terus, apakah mereka kalah" tanya Nata


"ya.. bisa dibilang kalah dan juga menang jumlah dari musuh"


"maksudnya"


"ya mereka berhasil memukul mundur lawan tetapi mereka juga banyak kehilangan mafioso dan terluka"


"cerita kan apa yang terjadi" pinta Nata


"baiklah"


*flashback on, disisi lain*


"Rafa, bagaimana jika kita langsung pergi menuju markas" ucap Zayen


"terserah" jawab Rafa singkat


"baiklah kita tidak perlu pulang, langsung saja pergi ke markas, kalian mau kan" tanya Zayen pada Rafa, Leon, dan JJ


"aku ikut aja" ucap Leon


"sama" jawab kompak JJ


"ok, jadi kita langsung pergi" ucap Zayen


mereka bergegas pergi keparkiran untuk mengambil mobil mereka, tentu saja mereka membawa mobil sendiri


saat di tengah perjalanan mereka dihalangi oleh banyak orang "dasar lemah" ucap Rafa, dia segera menelpon Dio untuk membawa beberapa mafioso nya


Rafa dkk pun keluar dari mobil mereka, terlihat begitu banyak sekali orang dihadapan mereka dan itu tidak bisa dihitung jumlah nya karena mereka sangatlah banyak


"apa yang kalian inginkan" tanya Rafa


"apalagi jika bukan untuk membunuh kalian" jawab salah satu dari mereka yang tampaknya pemimpin nya


"kalian sungguh lemah ternyata" ucap Zayen


"apa maksud mu itu" jawab orang itu lagi


"tentu saja kalian lemah, hanya untuk membunuh kami berlima kalian harus membawa orang sebanyak itu" ucap Zayen meremehkan


"diam kau, serang" ucap nya memperintahkan bawahan nya untuk menyerang


akhirnya terjadi lah pertarungan yang tidak seimbang, dan mereka hampir kalah karena kalah jumlah yang sangat besar, tapi tak lama kemudian ada orang yang datang membawa beberapa orang


"Dio kenapa kau hanya membawa beberapa dari mereka" tanya Leon


"ya.. karena aku tidak tau kalau mereka sebanyak itu" jawab Dio


setelah itu mereka bertarung dengan jumlah yang di bilang tetap tidak seimbang, dan tak lama kemudian mafia yang menyerang Rafa dkk banyak yang sudah lumpuh karena serangan yang begitu ganas dari Rafa dkk, tapi begitu pula dengan BH mereka banyak yang dapat cidera serius tapi Rafa dkk hanya mendapat kan lebam diwajah mereka


musuh yang tersisa pun kabur pergi meninggalkan mereka, dan mereka juga pergi meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit yang berada dimarkas mereka


(semua mafia memiliki rumah sakit tersendiri untuk mengobati anggota yang sakit atau cidera saat berperang)


*flashback off*


"jadi apa yang akan kita lakukan" ucap Zero


"kak aku mau kau dan 5 anggota class A pergi menuju markas mereka" perintah Nata


"hah.. untuk apa aku kesana" tanya Zero


"aku minta kalian untuk melatih para mafioso BH, supaya saat mereka kalah jumlah dari musuh pun mereka tidak akan kalah"


"baiklah aku akan melaksanakan perintah mu, aku akan pergi malam ini untuk memberi tahu mereka"


"baiklah, kalau begitu aku pulang dulu" ucap Nata


"hati hati dijalan Lia" ucap Zero melambaikan tangan nya


*malam hari pukul 08.00 markas BH*


"siapa kau" ucap mafioso BH


"untuk apa kalian ingin menemui leader kami"


"tidak perlu banyak bicara bilang saja pada leader mu jika ada yang mencari mereka dari LC" ucap Zero sengaja menekan kan kata LC di ujung kalimat nya


seketika mafioso BH bergidik ngeri mendengar nama LC, tanpa aba aba lagi dia langsung memberi hormat kepada Zero dan mafiosonya


"baiklah saya akan segera menyampaikan ini kepada tuan kami" mafioso BH pun meninggalkan mereka dan segera menuju ruangan yang berada dilantai 8


TOKK... TOKK... TOKK....


ketuk mafioso itu saat sudah berada dihadapan pintu ruangan sang leader


"masuk"


kata seorang pria dari dalam ruangan tersebut yang tak lain adalah Rafa


"ada keperluan apa kau datang kesini" tanya Rafa


"be.. begini tuan, ada yang mencari anda berlima" jawab nya


"siapa"


"orang tersebut ber.. berasal dari L.. LC tu.. tuan" ucap mafioso itu gagap


seketika lima pria tersebut melotot tak percaya apa yang telah disampaikan oleh mafioso nya itu


"ka.. kau, tu.. tunggu apa mak.. maksudnya itu" tanya Jordy terbata bata


"aku tidak tau tuan mereka bilang ada keperluan dengan anda"


"baiklah biarkan mereka masuk" perintah Rafa


"baik tuan" mafioso itu membungkukan diri tanda memberi hormat kepada 5 pria tersebut dan dengan segera pergi menemui Zero dan yang lain


"silahkan tuan" ucap sopan mafioso BH kepada Zero


Zero melangkah masuk ke dalam ruangan dengan sangat angkuh dan elegan, saat Zero telah memasuki ruangan tersebut seketika Leon dkk berdiri kecuali Rafa


"silahkan duduk terlebih dahulu tuan" ucap Leon


"terima kasih" jawab Zero, Zero duduk disofa yang berada diruangan tersebut tapi tidak dengan kedua mafioso LC yang dibawa oleh Zero


"jadi ada keperluan apa anda datang kemarkas kami" tanya Rafa


"aku hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh leader ku" jawab Zero dengan santai


"apa itu"


"dia ingin memberikan bantuan kepada kalian"


"bantuan apa itu tuan" tanya Jordan


"bantuan untuk melatih para mafioso Black Hole" jawab Zero


"mengapa kalian ingin membantu kami"


"...." Zero diam karena dia tidak mungkin membongkar identitas Nata, dia berfikir untuk mencari alasan yang logis


"ekhemm.... mungkin leader kami mengenal kalian" ucap Zero memalingkan wajah nya


"hah.. apa maksudnya itu, leader kalian dia mengenal kami" ucap Leon


"hanya kemungkinan, jadi bagaimana apakah kalian menerima bantuan dari kami" sambung Zero


"baiklah kami menerima bantuan dari kalian, tapi siapa yang akan melatih para mafioso ku" tanya Rafa


"orang yang akan melatih mereka adalah orang yang berada dibelakang ku ini" ucap Zero menunjuk kedua mafioso nya


"hanya mereka berdua" tunjuk Zayen


"ya.. hanya mereka berdua" jawab Zero


"apakah mereka mampu untuk melatih semua mafioso kami"


"lebih dari kata mampu bagi mereka berdua untuk melatih para mafioso BH"


"baiklah kapan kalian akan melakukan pelatihan tersebut" ucap Rafa


"mulai besok mereka akan memulainya"


"baiklah sekali lagi kami berterimakasih"


Zero dan kedua mafioso nya pun pergi dari markas BH kembali menuju markas LC.


~~


Hai readers maaf saya sudah sangat lama tidak up karena saya memiliki kendala


jadi gini saya mau cerita mengapa saya tidak up dengan waktu yang sangat lama


jadi saya masuk rumah sakit karena sakit dbd tapi untung saja saya sudah sehat dan keluar rumah sakit 3 minggu yang lalu


saya benar benar minta maaf udah lama gak up, jadi saya usaha kan bakal up seperti biasa lagi dan melanjutkan cerita nya


sekali lagi saya minta maaf 🙏🙏