
*di mansion*
Nata pulang ke mansion, dia tidak kembali ke sekolah karena dia sudah sangat malas untuk pergi ke sekolah. saat Nata sudah sampai mansion dia pun langsung ke kamar nya dan mengeluar kan laptop pribadi nya yang berisikan data data atau informasi penting perusahaan nya, saat Nata sedang memperhatikan setiap informasi,dan akhir nya Nata sadar jika ada penyeludupan dana yang tidak sedikit jumlah nya.
"apa, apaan ini benar benar mereka semua tidak becus bekerja" umpat Nata dan dia segera mengambil handphone nya dan menekan sebuah nomor di handphone nya dengan nickname Lucy
via telpon
Lucy : ada apa Lia kau menelpon ku, apakah ada keperluan penting
Nata : kak, aku ingin kau mengumpul kan semua orang orang devinisi keuangan untuk rapat sekarang juga, aku akan segera kesana
Lucy : baik lah akan ku beritahu kan kepada mereka semua
(telpon pun langsung diputus kan oleh Nata)
setelah dia menelpon Lucy dia pun segera beranjak pergi ke perusahaan nya yang ada di LA saat diperjalanan dia menelpon Zero untuk mencari tahu kan siapa yang melakukan hal tersebut.
via telpon
Nata : halo, kak aku mau kau sekarang juga mencari informasi tentang penyeludupan dana diperusahaan, ku beri waktu kakak 5 menit, info nya sudah ku kirim ke kakak
Zero : baiklah, aku hanya membutuh kan waktu 3 menit saja kau tau itu kan
Nata : terserah kau saja lah
(Nata memutus kan telpon secara sepihak)
dan benar saja dalam waktu 3 menit semua informasi yang di inginkan Nata sudah berada di handphone nya "kau memang selalu bisa kuandal kan" ucap Nata sambil melihat layar handphone nya sekilas dan lanjut mengendarai mobil nya menuju C'Ls Company perusahaan Nata.
*C'Ls Company*
"selamat pagi nona" ucap resepsionis itu pada Nata sambil membungkuk kan badan nya bertanda memberi hormat pada Nata
"apakah Lucy dan para karyawan devinisi keuangan sudah berkumpul diruang rapat" tanya Nata pada resepsionis itu
"nona Lucy dan yang lain sudah menunggu nona diruang rapat" jawab nya dan hanya mendapat anggukan dari Nata
Nata pun segera pergi menuju ruang rapat nya yang ada dilantai 5 mengguna kan lift khusus CEO tersebut ya lift tersebut hanya boleh dinaiki oleh Lucy, Zero, dan Nata.
saat Nata sudah sampai diruang rapat semua orang yang berada di ruangan itu langsung berdiri dan memberi hormat kepada Nata "apakah semua orang sudah berkumpul" tanya Nata sambil berjalan menuju kursi nya "sudah nona" jawab mereka serempak "baiklah rapat akan dimulai sekarang juga" ucap Nata sambil mengeluar kan laptop nya dan menayang kan nya dilayar besar yang berada diruangan tersebut "saya akan, bertanya mengapa sampai ada uang perusahaan yang tidak sesuai dengan data prosedur yang telah disiap kan" tanya Nata dengan tatapan khas nya, tatapan tajam bak mata elang tersebut yang membuat semua orang yang berada diruangan tersebut bergidik ngeri menatap Nata "mak-.. maksud nona apa" tanya gagap seorang pria paruh baya yang tak lain adalah direktur penanggung jawab tentang masalah keuangan yaitu tuan. Robert "saya ada satu permintaan, sekarang saya minta tuan. Robert meninggal kan C'Ls sekarang juga" ucap Nata menatap tuan. Robert dengan tatapan tajam nya "ta-.. tapu ke-..kenapa nona saya ada salab apa" tanya tuan. Robert "anda masih bertanya apa salah anda" jawab Nata. Nata pun membuka handphone dan disambung kan nya ke layar tersebut dan menunjukan sebuah data tentang penyeludupan dana sekitar 5 miliyar yang telah dilakukan tuan Robert itu "apa bukti ini kurang jelas" ucap Nata dingin "ta-..tapi nona saya be-..benar benar tidak be-..bermaksud untuk melakuka itu, saya se-..sedang benar benar mem-... membutuh kan uang" ucap tuan. Robert sambil bersujud didepan Nata meminta permohonan maaf dari Nata "saya akan mengulang perkataan saya, tinggal kan C'Ls sekarang juga" ucap Nata sambil menekan kan kata akhir nya itu.
akhir nya tuan. Robert pun pergi meninggal Kan C'Ls Company yang tak lain adalah Nata telah memecat tuan. Robert, setelah kejadian itu, Nata langsung pulang kemansion nya karena menurut nya tidak ada lagi yang harus diurus di perusahaan itu.
*dimansion*
saat Nata sampai dimansion dia tidak melihat kakak nya JJ Nata memutus kan untuk mencari JJ tetapi nihil Nata tidak menemukan JJ dimana pun, tak ingin ambil pusing Nata segera pergi menuju kamar nya.
*Black Hole*
"master aku telah menemukan mafia yang telah menghancurkan keluarga Sugera dan Terziaz" ucap Dio kepada master nya yang tak lain adalah Rafa dkk "apa!! kau serius telah menemukan nya" tanya Rafa "iya master mereka adalah Red Wolf, saat itu leader (RW) tuan Zulfi membunuh keluarga Sugera karena tuan Enggar adalah Leader dari Dark Blood mantan mafia no. 1 didunia, tuan Zulfi membunuh mereka hanya karena ingin memenuhi ambisi nya untuk menempatkan mafia milik nya menjadi no. 1 didunia" jelas Dio panjang lebaf kepada 5 pria dihadapan nya "terus apa sangkut paut nya sama keluarga Terziaz, mengapa mereka juga dibunuh" tanga Zayen penasaran
(Zayen belum mengetahui jika Nata adalah anak yang berasal dari keluarga Sugera yang berhasil selamat dari kejadian itu) "karena Nata adalah anak kedua dari tuan Enggar dan nyonya Tilla" jawab Dio. Zayen yang mendengar itu pun kager karena selama ini dia tidak mengetahui apapun "bagaimana bisa seperti itu" tanya Zayen lagi "RW telah benar benar menghancurkan keluarga Sugera hingga akhirnya hanya Nata lah yang selamat dari kejadian itu, itu pun berkat bantuan dari keluarga Terziaz" jelas Dio pada Zayen "jadi Nata itu termasuk adek angkat kalian berdua" tanya Zayen sambil menunjuk JJ, dan hanya diangguki oleh JJ.
"baiklah jadi kita harus bagaimana sekarang" tanya Leon membuka pembicaraan "apalagi, kita harus menghancur kan mereka sekarang juga" jawab Rafa yang sudah emosi "Raf, tapi kamu ingat RW bukan lah mafia sembarangan mereka sangat kuat DB yang terkenal kejam nya pun kalah apa lagi kita" jawab Leon, "bagaimana jika kita mengajak LC kerja sama" ucap Jordy tiba tiba "hah, untuk apa kita mengajak aliansi mereka, pasti mereka tidak akan mau karena mereka tidak ada sangkutan nya dengan RW" jawab Jordan dan diangguki oleh teman teman nya.
"huh, sudahlah kita pikirkan nanti saja sekarang sudah mulai larut kami berdua akan segera pulang" ucap Jordan dan langsung menarik Jordy menuju pintu keluar "baiklah hati hati" ucap Rafa dan Leon "aku juga akan pulang sudah malam, bye bye" ucap Zayen sambil melambaikan tangan nya kearah Rafa dan Leon.
sedangkan Rafa dan Leon mereka memutuskan untuk tetap tinggal di markas mereka karena mereka akan membuat strategi untuk menghancurkan RW.